Kapankah cukup itu cukup?


Berapa BANYAK dan BESAR sebuah kepemilikan baru disebut cukup?

Jawabannya menjadi pertanyaan:
Berapa BANYAK baru disebut banyak?
Berapa BESAR baru disebut besar?
Jawabannya tdk ada.

Kalau Anda mengukur dgn timbangan KESERAKAHAN, maka Seberapa BANYAK pun blm banyak. Seberapa BESAR pun blm besar. Seberapa TINGGI pun blm tinggi. Seberapa kaya pun blm kaya. Seberapa berkuasa pun blm berkuasa!
Jika Anda bertanya pada org terkaya di dunia “sudah cukupkah harta benda Anda?’ Jawabannya “Belum”

Keserakahan adalah lubang yg tak berdasar. Ditimbun dgn segenap isi bumi pun tak pernah bisa penuh! Seribu alam semesta dimasukkan ke dalamnya pun tak mampu memenuhinya! Bagi keserakahan, tak ada kata cukup dan puas.

Kapankah cukup itu cukup?
Kalau Anda mau bersyukur, sekarang juga sudah cukup! Amin.

Cukup tidak ditentukan dari seberapa banyak dan besar yang Anda miliki melainkan seberapa besar rasa syukur Anda!

Rasa syukur membuat setiap hari Anda menjadi bahagia krn setiap hari adalah hari yg berkecukupan!

Walaupun hidup Anda pas pasan bahkan kekurangan namun ajaib sekali rasa syukur membuat hati Anda puas dan bahagia!

Keserakahan adalah kemiskinan, Rasa syukur itulah kekayaan sejati!

Dimanakah CUKUP itu?
Cukup ada dalam rasa SYUKUR —

Advertisements

Inspirasi dari Kisah Arthur Ashe


Terlalu bagus untuk tidak dibagikan:

Arthur Ashe, pemain Wimbledon legendaris sekarat karena AIDS yg berasal dari darah yg terinfeksi virus ketika operasi jantung pada 1983.

Dia menerima surat dari para penggemarnya, salah satu dari mereka ada yg menyampaikan:
“Mengapa Tuhan memilih Anda untuk mendapatkan penyakit yg buruk seperti ini??”

Terhadapnya, Arthur Ashe menjawab:
Lima puluh juta anak mulai bermain tenis,
Lima juta dari mereka belajar bagaimana bermain tenis,
Lima ratus ribu belajar tenis secara profesional,
Lima puluh ribu bertanding dalam turnamen,
Lima ribu mencapai Grand Slam,
Lima puluh mencapai Wimbledon,
Empat mencapai semifinal,
Dua mencapai final dan ketika saya menggenggam pialanya, saya tak pernah bertanya pada Tuhan, “Kenapa (harus) saya?”

Jadi ketika sekarang saya sakit, bagaimana bisa saya menanyakan kepada Tuhan, “Kenapa (harus) saya?”

Kebahagiaan membuatmu tetap manis.
Cobaan membuatmu kuat. Kesedihan membuatmu tetap menjadi manusia.
Kegagalan membuatmu tetap rendah hati.
Kesuksesan membuatmu tetap berpijar.
Namun, hanya iman yg membuatmu tetap melangkah.

Layak dibagikan:

Kadang engkau merasa tidak puas terhadap kehidupanmu sementara banyak orang di dunia ini memimpikan bisa hidup sepertimu.

Anak kecil di ladamg memandang pesawat terbang di atasnya, dan memimpikan bisa terbang, tetapi sang pilot di pesawat itu memandang ladang di bawahnya dan memimpikan bisa pulang ke rumah.

Begitulah hidup.
Nikmatilah hidupmu.

Jika kekayaan adalah rahasia kebahagiaan, tentu orang-orang kaya akan menari-nari di jalanan.
Tapi? Hanya anak2 miskinlah yg melakukannya.

Jika kekuatan memang menjamin keamanan, tentu orang-orang penting akan berjalan tanpa pengawalan.
Tapi? Hanya mereka yg hidup sederhana yg bisa tidur nyenyak.

Jika kecantikan dan kepopuleran memang membawa kita pada hubungan yang ideal, tentu para selebriti pasti punya perkawinan yg terbaik.

Hiduplah sederhana
Berjalanlah dengan rendah hati.
Dan mencintailah dengan tulus