Jesus, What a beautiful Name…!!


Jesus, what a beautiful name
Son of God, Son of Man
Lamb that was slain
Joy and peace, strength and hope
Grace that blow all fear away
Jesus, what a beautiful name


Jesus, what a beautiful name
Truth revealed, my future sealed
Healed my pain
Love and freedom, life and warmth
Grace that blows all fear away
Jesus, what a beautiful name

You Loved me, before i knew you..

Jesus, what a beautiful name
Rescued my soul, my stronghold
Lifts me from shame
Forgiveness, security, power and love
Grace that blows all fear away
Jesus, what a beautiful name..

Pesan Kasih Natal


Matius 9:9

“Setelah Yesus pergi dari situ, Ia melihat seorang yang bernama Matius duduk di rumah cukai, lalu Ia berkata kepadanya: “Ikutlah Aku.” Maka berdirilah Matius lalu mengikut Dia.”

Bagaimana kita menanggapi orang yang bagi dunia sudah dianggap terhilang? Ada banyak orang yang seperti itu. Bagi dunia mereka hanya dianggap sampah masyarakat, orang dari kelompok yang berlumur dosa, orang-orang yang tidak mendapat tempat dalam masyarakat, bahkan seringkali mereka ini dihujat, dihina atau dipukuli seenaknya oleh sekelompok orang yang menganggap dirinya paling suci dan bersih di muka bumi ini. Di gereja kita pun tidak menutup kemungkinan ada orang-orang yang mungkin kita ketahui belum lurus-lurus benar hidupnya. Mereka masih banyak melakukan kesalahan yang nyata terlihat di mata orang banyak. Bagaimana kita menghadapi mereka? Apakah bergunjing, bersikap sinis, membuang muka atau mengelak dan membiarkan mereka sendirian, atau kita mengulurkan tangan persaudaraan dan berusaha membantu mereka untuk bisa mengenal Kristus dan meneladaniNya dalam kehidupan mereka secara benar? Ada banyak orang yang memilih alternatif pertama, yaitu bersikap memusuhi. Ada banyak gereja bukan lagi tempat bersahabat untuk menjangkau jiwa terhilang, tetapi sudah menjadi sebuah komunitas dimana isinya orang-orang yang merasa paling benar dan punya hak untuk menghakimi.Jika Yesus yang bertahta di dalam gereja itu masih ada di dunia dan sedang duduk disana, akankah Yesus bersikap memusuhi? Pasti tidak. Saya yakin 100% Yesus akan menghampiri, menyambut dan memeluk mereka mengajak untuk bertobat.

Dalam banyak kesempatan di dalam Alkitab kita bisa menemukan fakta bagaimana Yesus memperlakukan orang-orang berdosa ini. Tuhan membenci dosa, tetapi Dia tidak membenci orang berdosa. Bahkan di antara murid-muridNya ada satu yang berasal dari kelompok hina di mata masyarakat, dari kelompok pemungut cukai yang namanya sangat terkenal, yaitu Matius.

Matius awalnya bukanlah orang yang baik di mata masyarakat. Profesinya adalah sebagai pemungut cukai. Artinya ia bekerja untuk kepentingan Roma, bangsa penjajah. Pemungut cukai digolongkan ke dalam orang berdosa pada masa itu dan dikucilkan masyarakat karena dianggap musuh. Pada suatu hari Yesus bertemu dengan Matius.“Setelah Yesus pergi dari situ, Ia melihat seorang yang bernama Matius duduk di rumah cukai, lalu Ia berkata kepadanya: “Ikutlah Aku.” Maka berdirilah Matius lalu mengikut Dia.” (Matius 9:9). Yesus tidak melewatkan Matius begitu saja. Dia orang berdosa, ia adalah musuh orang Yahudi. Tapi lihatlah bahwa Yesus tidak melewatinya apalagi memusuhi tapi malah menghampiri Matius dan mengajaknya ikut. Lalu kita tahu bahwa Matius memilih untuk berdiri dan mengikut Yesus. Sebuah pilihan yang sangat tepat. Yesus berkunjung dan makan di rumah Matius. Lihatlah saat itu ternyata kedatangan Yesus berkunjung ke rumah Matius terdengar oleh pemungut cukai dan orang-orang berdosa di mata masyarakat lainnya. Mereka pun berbondong-bondong datang. Mumpung Yesus berada di rumah salah seorang dari mereka, mungkin itu yang mereka pikirkan. Dari satu kemudian berkembang menjadi banyak. Orang Farisi pun kaget melihat itu dan segera bertanya kepada para murid, “Mengapa gurumu makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?” (ay 11). Yesus ternyata mendengar itu dan kemudian berkata: “Yesus mendengarnya dan berkata: “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit. Jadi pergilah dan pelajarilah arti firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.” (ay 12-13). Jawaban ini sesungguhnya jelas menggambarkan seperti apa hati Yesus itu. Yesus menyatakan bahwa tugasNya ke dunia ini adalah untuk menyelamatkan orang-orang berdosa. Meski hanya satu jiwa saja, itupun berharga bagiNya. Kita tahu apa yang terjadi kemudian. Matius bertobat dan menjadi murid Yesus. Tidak hanya murid biasa, tapi ia pun termasuk dalam satu dari empat penulis Injil yang bisa kita baca hingga hari ini. Itu semua bermula ketika Yesus tidak memandang jumlah dan mau repot-repot mengurusi orang berdosa, bahkan satu orang saja sekalipun.

Satu orang, sepuluh, seratus, seribu, itu tidaklah masalah di mata Tuhan. Semakin banyak semakin baik, tetapi satu pun tetap penting di mata Tuhan untuk diselamatkan. Yesus sendiri berkata: “Siapakah di antara kamu yang mempunyai seratus ekor domba, dan jikalau ia kehilangan seekor di antaranya, tidak meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di padang gurun dan pergi mencari yang sesat itu sampai ia menemukannya?” (Lukas 15:4). Satu jiwa sekalipun itu berharga di mata Tuhan, dan Dia tidak menimbang-nimbang sebesar apa dosa yang pernah kita lakukan. Datang kepadaNya mengikuti panggilanNya dengan hati yang sungguh-sungguh akan selalu Dia sambut dengan penuh sukacita.

Tuhan tidak pernah membenci orang berdosa. Dia bahkan mau bersikap proaktif untuk mendatangi dan menjangkau orang per orang. Bukankah Yesus pun datang untuk menyelamatkan domba-domba yang hilang? Selalu terbuka kesempatan bagi siapapun untuk bertobat, kembali kepadaNya dan dilayakkan untuk masuk ke dalam kehidupan kekal yang penuh dengan sukacita. Jika Tuhan seperti itu, mengapa kita sebagai manusia malah tega menghakimi dan menganggap diri kita berhak untuk itu? Mari teladani Yesus lewat sikap, tindakan dan perbuatan kita. Jangkaulah jiwa-jiwa terhilang, jangan musuhi dan abaikan mereka, karena Yesus pun akan berbuat tepat seperti itu.

Yesus mengasihi manusia tanpa memandang berat ringannya dosa dan menawarkan keselamatan kepada semuanya.

In this Christmas season Jesus says to you :For I did not come to call the righteous, but sinners to repent, and I has come to save that whom was lost. I love you, just the way you are!

Inilah penyataan Kasih itu:

Sebab Yesus Kristus datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa untuk bertobat, dan Dia datang untuk menyelamatkan yang terhilang.

Yesus Kristus mengasihimu apa adanya!

bahasa cinta yesus

Tribute to Whitney Houston : I Will Always Love You (R.I.P)


 

 

If I should stay,

I would only be in your way.
So I’ll go, but I know
I’ll think of you ev’ry step of the way.

And I will always love you.
I will always love you.

You, my darling you. Hmm.


Bittersweet memories
that is all I’m taking with me.
So, goodbye. Please, don’t cry.
We both know I’m not what you, you need.
And I will always love you.
I will always love you.

I hope life treats you kind
And I hope you have all you’ve dreamed of.
And I wish to you, joy and happiness.
But above all this, I wish you love.
And I will always love you.
I will always love you.
I will always love you.
I will always love you.
I will always love you.
I, I will always love you.
You, darling, I love you.
Ooh, I’ll always, I’ll always love you.

This is one of my favorite songs, and quite often I sing. This song is so romantic and express how we are to love someone with a sincere heart and pure, always and forever. I really like Whitney Houston type of sound, a very melodious voice, but now no longer exists. Whitney Houston-bye, and thank God for the wonderful and has given voice to whitney houston exquisite grace.

—————————————————————————-

REST  IN  PEACE  WHITNEY  HOUSTON

The world is in shock with the unexpected news of the death of Whitney Houston.

The talented singer was found dead in her room on the fourth floor at the Beverley Hilton Hotel – she was 48 years old.

The cause of her death is unknown but there is a lot of speculation regarding a drug overdose.

Apparently Whitney’s body was found by her bodyguard in her hotel room.

A spokesman for the local police department said that emergency services had been called to the hotel at 3.43pm on Saturday, arriving minutes later.

They attempted to revive Whitney using CPR and after 20 minutes of unsuccessful attempts, she was pronounced dead at 3.55pm

Houston died on the night of the Grammy Awards, a place where the singing sensation has shared her phenomenal talent with millions in the past.

Celebrities took to Twitter to express their sadness and to pay their respect.

Mariah Carey wrote, ‘Heartbroken and in tears over the shocking death of my friend, the incomparable Ms. Whitney Houston,’

‘My heartfelt condolences to Whitney’s family and to all her millions of fans throughout the world. She will never be forgotten as one of the greatest voices to ever grace the earth.’

Mariah’s husband Nick Cannon added, ‘Tell our loved ones how much we love them while they’re still here. I wish I could’ve told Whitney how great she was one last time.’

Singer Gloria Estefan also took to Twitter saying, ‘Shocked we’ve lost the immensely talented Whitney Houston!’

’Sending prayers of peace & solace 2 her family, friends & fans! Such a loss! Such an amazing talent!’

Dolly Parton, who wrote I Will Always Love You, said, ‘mine is only one of the millions of hearts broken over the death of Whitney Houston. I will always be grateful and in awe of the wonderful performance she did on my song and I can truly say from the bottom of my heart, “Whitney, I will always love you. You will be missed.’”

Singer Aretha Franklin said, ‘I just can’t talk about it now.  It’s so stunning and unbelievable. I couldn’t believe what I was reading coming across the TV screen. My heart goes out to Cissy (Houston’s mother), her daughter Bobbi Kris, her family and Bobby (Brown).’

Rihanna also expressed her sadness writing, ‘No words! Just tears #DearWhitney’

Quincy Jones also released a written statement saying, ‘I am absolutely heartbroken at the news of Whitney’s passing. I always regretted not having had the opportunity to work with her. She was a true original and a talent beyond compare. I will miss her terribly.’

But her passing has affected everyone and even Facebook CEO Mark Zuckerberg took to Twitter saying, ‘R.I.P. Whitney Houston. Thank you for the amazing music you brought into the world.’

Whitney’s ex-husband Bobby Brown was said to be ‘in and out of crying fits’ upon hearing the news  but he still appeared on stage on Saturday with his band New Edition.

During his concert in Mississippi, the 43-year-old tearfully shouted, ‘I love you, Whitney,’ as he blew kisses to the sky.

The couple has an 18-year-old daughter together, Bobbi Kristina.

Houston’s mother Cissie apparently spoke to her daughter just half an hour before her death, and did not think anything was wrong.

The world has surely lost a legend – Whitney won six Grammy awards, two Emmys, 30 Billboard Music Awards, and 22 American Music Awards, among others.

Her album ‘Whitney’ was the first album by a woman to ever debut at No. 1 on the Billboard Charts. She has sold more than 170million albums worldwide.

At her peak in the 1980′s and 90′s, Houston was the golden girl of the music industry and one of the world’s best-selling artists.

Her success carried her beyond music to movies like ‘The Bodyguard’.

But by the end of her career, drug use took its toll as her record sales plummeted and her voice became raspy and hoarse.

Whitney’s image became tarnished by her well-documented troubles, including her turbulent marriage to singer Bobby Brown.

By the end of her career, Houston became a stunning cautionary tale of the toll of drug use.

She confessed to abusing cocaine, marijuana and pills, and her once pristine voice became unable to hit the high notes as she had during her prime.

‘The biggest devil is me. I’m either my best friend or my worst enemy,’ Houston told ABC’s Diane Sawyer in an infamous 2002 interview with then-husband Brown by her side.

Houston was born into greatness. She was the daughter of gospel singer Cissy Houston, the cousin of 1960′s pop diva Dionne Warwick and the goddaughter of Aretha Franklin.

My First Story : New Creation (English Version)


How GOD change my life from sin to the glory things

I was a student of ITB (Bandung Institute of Technology) and now is undergoing a course at the end of the Civil Engineering department. My name is Franklin Kesatria Zai. I was born in the beautiful city of Medan and my family background is quite well known to embrace the “Protestant Christianity” legally.

My father served as an elder at my church in Medan, and now also still serves as an elder (Unit Niha Keriso in nias language) since our family moved to the island of Nias in 2002. My mother is also quite well-known views of his position as representative elder in the church as well as the companion of my father. I’m pretty proud of my family situation like this. Since childhood I was known to diligently go to church every week, is active in the community, actively participates in the church choir, and the activities of the ‘smell’ spiritual. That’s all I do on top of all my ignorance, why would I do that, and also just the encouragement of my family, so I did it as if the routine activities such as my daily activities (eating, drinking, and so on). But I want to say that: No man sees God sees; man looks at the outward appearance, but the LORD looketh on the heart. (1 Samuel 16:7). Yes, I just like the robot-controlled spiritual activity that I did formerly. Behind all the activities that I do, I realized that my life is actually destroyed, and to cover up the shame that I do activities that are ‘good’ before men, but not before God.

I am devastated by heart since childhood because of myself, my family and also including my friends / my social circle. I was born with a weakened state as a man, and was supported by the condition of my family where I saw my mother as if ruled over my family and my dad like a father who did not show my mind “macho”. So my childhood living under the authority of the family, especially my mom. I also have an older sister, who was often quarreled with her and she always wins, so I consider myself a man who is weak. Not only is there alone, even in my relationships with my friends from elementary through high school since I was dubbed a weak man, with roughly the word called “sissy”. It was really made an impression on my heart and that’s one of my emotional wounds from childhood until I experienced recovery. As a child also because of my naughtiness, I stole my parents’ money. What is the purpose? Yes, the goal so I can snack at school, because I was jealous of my friends who frequent snacks, and I often begging to my friends. This is because I felt I was less noticed by my parents. When my mother knew what I did this, she called me and punish me with a vengeance. She punished me, beat me to use cane, even trample me with her feet. Not only that, she was also locked my bedroom and did not give me food, I even heard that she would endeavor to enter me into an orphanage. She dragged me out of the house, while I can only cry and do not fight because I was in grade school and my strength is not much. I am very bitter with my mom and dad are no exception and my family. They treated me so cruelly. And think it continues to exist until just before I really accepted Jesus as my Savior and Lord and experiencing recovery. Since then I have often rebelled at my parents, even curse them if I was really upset (really what I was sinful).

Time was getting passed and I will finally graduate from high school, and participate in Bogor Bimbel at my sister. At that time my sister was converted and born again, but I do not know. One day, when I was studying in preparation for SNCA, I was approached by my sister’s friend, his name is Desmond, and he talked a lot about the old life and how he was transformed by an extraordinary God. I think that his old life was not much different with my life, and I was amazed to see changes in her life. Until he told me how he accepted Jesus as Lord and Savior, and how his life changed, and then he was also challenged me to let go of my old and my life was saved by the Lord Jesus and make Him as personal Lord over my life. At that time the Lord soften my heart and I accepted Him as my Savior God. I prayed for him and I cried, but there is great joy in my life when I knew I was saved and became a new man in the Lord. That was the beginning of my new born.

I was accepted into the ITB and I was discipled by an older brother in the fellowship outstanding Zion, his name is Daniel. Because of his life, my personality is formed. I was invited by him to follow a retreat, and when I attended a retreat that I had a recovery for the recovery of my life. Who used to hate my parents, family and my friends, with the touch of God, i can love them. Readers know, that now I really love my mom and dad as I, even I still pray for them that their lives changed completely and accept Jesus as my first called by him. My relationship with my parents at present is good, even on the phone and we often joked, and laughed over the phone hahaha. My mother always advised to call me every things good, and the advice that I so earnestly desired and further strengthen me and make me love her more as a mother who is extraordinary in my life.  I love you my mom and my dad.
That’s my story of how a former garbage and think of me as someone who was rejected, now restored by the grace of GOD in the person of Jesus Christ. A beautiful blessing when I may know the grace of  Jesus Christ at this beautiful campus, ITB.
Thanks God for all of your Love in my life.

Hallelujah…!!

Hubungan Horizontal di dalam Kristus


Pengorbanan Tuhan Yesus di kayu salib membelah tabir pemisah antara manusia dan Allah. Betapa Allah rindu akan pulihnya suatu hubungan. Allah adalah Kesatuan yang sempurna yang merupakan Kasih.

Matius 5:22-24

Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau, tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu.

Berdasarkan ayat di atas, hubungan lebih penting dari pelayanan yang kasat mata. Allah rindu setiap umatnya dipulihkan dalam hal hubungan. Alangkah menyedihkannya jika seseorang berkata bahwa ia mengasihi Tuhan tetapi ia membenci saudaranya (1 Yohanes 4:20)

Teladan Jemaat Mula-mula dalam Perjanjian Baru

Jemaat mula-mula merupakan teladan yang luar biasa mengenai kesatuan hati (Kisah Para Rasul 2:46-47). Mereka berkumpul setiap hari dan bersatu hati. Di ayat 27, setelah dijelaskan mengenai kesatuan, ada tertulis

“..Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan.” Artinya Allah bekerja dengan leluasa di dalam kesatuan. Dengan kata lain, Allah akan lebih mempercayakan jiwa kepada kumpulan orang-orang percaya yang bersatu hati.

Dalam 1 Tesalonika 3, Paulus rindu untuk mengunjungi jemaat-jemaat Tesalonika. Paulus adalah rasul besar di dalam alkitab. Paulus memiliki hati untuk jemaatnya. Dalam suatu hubungan, penting untuk memiliki hati untuk saudara-saudara kita. Hati inilah yang membedakan orang-orang yang sungguh-sungguh peduli dengan yang tidak. Orang yang memiliki hati untuk sesamanya tidak akan cepat menyerah, tidak turun naik dalam mengasihi, dan sabar menanggung segala sesuatu.

Paulus berkata, “Sekarang kami hidup kembali, asal saja kamu teguh berdiri di dalam Tuhan.” (1 Tesalonika 3:8). Paulus menyadari bahwa seorang kepala tidak bisa berbuat apa-apa tanpa tubuh. Kepala membutuhkan tubuh, begitu pun tubuh, tubuh juga membutuhkan kepala. Tidak ada yang bisa berjalan sendiri-sendiri di sini. Semuanya saling membutuhkan. Kesombonganlah yang membuat seseorang merasa kuat dan tidak butuh siapapun.

Kesatuan/kesepakatan

Kesatuan memiliki kekuatan yang luar biasa. Salah satu contohnya adalah kisah Menara Babel, dimana manusia dengan kekuatannya berusaha membuat satu bangsa dan satu bahasa (Kejadian 11). Sampai-sampai Tuhan harus turun tangan mengatasi ini, betapa dahsyatnya persatuan. Hal lain mengenai kesatuan dikemukakan Yesus di Matius 12:25-26

Setiap kerajaan yang terpecah-pecah pasti binasa dan setiap kota atau rumah tangga yang terpecah-pecah tidak dapat bertahan. Demikianlah juga kalau Iblis mengusir Iblis, ia pun terbagi-bagi dan melawan dirinya sendiri; bagaimanakah kerajaannya dapat bertahan?

Kesatuan begitu dahsyat kekuatannya dan inilah bagian yang sering diserang di Gereja Tuhan. Adanya benih perpecahan, rasa saling tidak percaya, mencurigai satu sama lain, dan kepahitan membuat Gereja tidak maksimal dalam menjalankan panggilannya. Iblis tahu di celah mana dia menyerang anak-anak Tuhan. Untuk itu, kita perlu memandang penting kesatuan Tubuh Kristus dan waspada terhadap perpecahan. Kenakanlah Kristus sebagai pengikat kita bersama.

Kesatuan itu bekerja di dalam aliran. Maksudnya, kesatuan itu dihasilkan dari kasih yang terus menerus mengalir. Jika kita mengasihi seseorang dan berharap orang itu mengasihi kita kembali, itu artinya tidak mengalir. Lepaskanlah kasih itu, alirkan dengan murah dengan tidak mengharapkan imbalannya.

Hal-hal yang berhubungan dengan hubungan dengan sesama di dalam Kristus:

1. Keterbukaan (1 Yohanes 1:7, Yakobus 5:16)

Sifat Allah adalah terang dan di dalam terang tidak ada yang tersembunyi. Keterbukaan membuka jalan untuk pemulihan. Keterbukaan dapat menutupi celah-celah yang bisa dipakai iblis untuk menyerang kita. Allah ingin anak-anak-Nya hidup di dalam terang, jujur, tulus, apa adanya, dan tidak memakai topeng.

Dalam persekutuan Kristen sejati, kita tidak perlu berusaha menutup-nutupi kekurangan-kekurangan kita. Kita dapat bersikap jujur dan terbuka karena kita berada di antara orang-orang yang juga mengalami realita pengampunan Tuhan. Secara manusiawi, tidak mudah untuk hidup jujur dan saling terbuka. Hal ini disebabkan oleh kesombongan, iri hati, kuatir, curiga dan kebencian terhadap orang lain. Hanya Roh Kudus yang dapat menolong kita hidup untuk dalam terang – Bertumbuh dalam Kristus

Tentu saja, kita tidak terbuka ke semua orang, tetapi hanya kepada orang-orang yang memiliki akuntabilitas dan tanggungjawab atas hidup kita. Dengan keterbukaan, akan terbuka jalan untuk saling mendoakan dan menjagai satu sama lain.

2. Menasihati/menegur (Matius 18:15-20)

Menasihati/menegur sesama saudara diperlukan dalam proses pertumbuhan karena di dalam sebuah proses bersama pasti terdapat gesekan (Amsal 27:17). Oleh karena itu perlu menyelesaikan persoalan hubungan dengan saudara seiman dengan mengacu pada Firman Tuhan. Prinsip Firman Tuhan adalah menegur secara empat mata pertama kali. Ketika ada persoalan dalam hal hubungan, jangan langsung di “floor” kan di forum besar supaya orang yang lemah imannya tidak menjadi tambah lemah dan tidak terjadi distorsi cerita atau gosip di pelayanan. Selain itu, bereskanlah konflik sesegera mungkin (Efesus 4:26). Sebenarnya perselisihan antara anak Tuhan adalah hal yang tidak perlu. Hal ini menghabiskan banyak energi, pikiran, dan emosi. Segeralah bereskan dan buanglah beban yang merintangi.

Kemiskinan dan cemooh menimpa orang yang mengabaikan didikan, tetapi siapa mengindahkan teguran, ia dihormati. (Amsal 13:18)

Jika kita ditegur, artinya kita dicintai. Seringkali seseorang merasa teguran itu adalah penghinaan baginya, sebetulnya tidak begitu. Respon kita jika menerima teguran seharusnya berterimakasih, tidak reaktif, dan menginginkan perbaikan diri. Jika memang ada klarifikasi, lakukanlah, dan mintalah maaf 🙂 Jika kita ingin menegur seseorang, kita harus ingat bahwa dosanyalah yang kita benci, bukan orangnya. Artinya kasihi orangnya, tetapi benci dosanya, bukan benci orangnya. Berikanlah usulan/ solusi/ perbaikan dan jangan memakai kata-kata penghakiman, seperti, “Kamu selalu… kamu tidak pernah…”

3. Pengampunan (Matius 18:21-35)

Pengampunan bukanlah hal yang sulit jika dilakukan dengan kasih karunia. Kita akan lebih mudah mengampuni jika kita tahu kita juga diampuni banyak oleh Tuhan. Kasih tidak mengingat kesalahan orang lain. Mintalah kepada Allah supaya kita memiliki hati yang luas dan mudah “melepas”. Jika ada orang yang menyakiti kita, kita tidak menyimpan kesalahannya dalam hati kita, tetapi melepaskannya. Menyimpan akar pahit kepada siapapun akan merusak kehidupan kita dan menghambat pertumbuhan kita. Hal ini bisa diibaratkan seperti layang-layang yang terbang tinggi, tetapi layang-layang ini hanya bisa pergi sebatas panjang benangnya, tidak bisa lebih jauh lagi. Akar pahit dapat menghambat rencana Tuhan dalam hidup kita dan membuat kita tidak maksimal. Percayalah firman, lakukan, berantas akar pahit, dan ambillah keputusan untuk mengampuni orang yang bersalah pada kita.

Ada hal menarik dalam cerita penangkapan Yesus di taman Getsemani. Pada waktu Yesus akan ditangkap, Petrus dengan reaktif memotong telinga Malkhus dengan pedang, kemudian Yesus menyembuhkan telinga Malkhus. Cerita ini ditulis dalam keempat Injil, artinya ada sesuatu yang mau Tuhan katakan untuk kita. Sebagian besar orang mengira dia akan pulih dari sakit hatinya kalau orang yang menyakitinya minta maaf dan melakukan setimpal dengan apa yang dia harapkan. Akibatnya kita menjadi orang yang suka menuntut dan sukar mengampuni. Tuhan berkata, terkutuklah orang yang mengandalkan manusia. Artinya kita tidak bisa mengharapkan manusia yang menjadi penyembuh luka kita. Kalau manusia bisa menyembuhkan luka, Malkhus akan datang ke Petrus dan dia akan disembuhkan. Namun pada kenyataannya Petrus tidak bisa menyembuhkan Malkhus, tetapi Yesuslah yang menyembuhkannya. Segala luka hanya bisa disembuhkan oleh Yesus, manusia tidak bisa menyembuhkannya. Kesalahan kita adalah mengharapkan orang lain untuk menjadi penyembuh luka kita. Arahkahlah pengharapan dan kesembuhan kita pada Yesus. Ketika kita melihat Yesus, kita akan dapat mengampuni dan dipulihkan.

4. Penghakiman dan Tuntutan (Matius 7:1-5)

Apa yang kita lakukan ketika saudara kita jatuh? Atau misalnya pemimpin kita jatuh ke dalam dosa? Sebagian orang akan bersikap menghakimi dan memandang sinis orang tersebut. Apa yang Allah lakukan ketika melihat anak-anak-Nya jatuh?

Penghakiman seringkali menghinggapi orang-orang yang sudah lama ikut Tuhan atau memiliki banyak pengetahuan akan Firman. Yesus melarang penghakiman, sebab kita tidak punya hak untuk menghakimi. Penghakiman erat kaitannya dengan sikap menuntut. Ada seseorang yang selalu menuntut setiap orang. Orang-orang yang suka menuntut berkata, “Harusnya dia seperti itu, seperti ini, harusnya dia tahu itu” dan sebagainya. Penghakiman dan tuntutan membuka jalan untuk kepahitan. Sadarlah bahwa di hadapan Tuhan, kita semua sama, ditebus dengan darah yang sama. Tidak ada yang lebih tinggi atau rendah daripada yang lain. Allah menerima kita apa adanya, kita pun harus menerima orang lain apa adanya. Beranilah untuk melepaskan penuntutan, dan miliki kerelaan berkorban untuk saudara seiman.

Love bears up under anything and everything that comes, is ever ready to believe the best of every person, it hopes and fadeless under all circumstances, and it endures everything [without weakening] – 1 Corinthians 13:7 Amplified Bible

Kasih adalah pengikat persatuan. Kasih percaya yang terbaik di dalam diri setiap orang. Ayat di atas adalah kasih Allah kepada kita. Dia percaya yang terbaik dari setiap kita. Jika kita mengasihi seseorang, kita akan percaya yang terbaik dari dirinya sebagaimanapun dirinya pada masa sekarang.

Be blessed. All glory and honor belong to God 🙂

My Theme song : You Are My Father


CM7            G/B                Dsus4 D
It doesn’t matter where I run, You’re there for me

CM7              G/B               Dsus4  D
It doesn’t matter what I’ve done Your love’s for me

Em                 G/D             C    G/B
You wipe away the tears, You lift me when I fall

Am7                 Dsus4       D
My life is safe by the mercy of Your grace

CM7            G/B             Dsus4 D
It doesn’t matter where I go, You walk with me

CM7          G/B           Dsus4 D
It doesn’t matter when I fall, You cover me

Em                G/D             C    G/B
You wipe away the tears, You lift me when I fall

Am7                   Dsus4      D
My life is safe by the mercy of Your grace

Reff

G        D/F#
You are my Father, Provider

CM7       D
You’re my Deliverer

Em7         G/B
Your mercies embrace me, surround me

CM7         D
Through Your everlasting love

Em7         G/D C
Father I worship You

G         C/G G
Father I worship You

Bridge :

Em
And Your love is for me

Csus2
And Your love is for me

G/B                    D
And Your love is forever

Outro :

G/B         C
Father I worship You

G/B        C
Father I worship You

Em7         D C
Father I worship You

G
Father I worship You

 

Lagu ini sangat memberkati saya saat saya berada dalam masalah yang seakan-akan itu tidak sanggup saya lewati, tetapi Tangan Tuhan terus menjaga dan menuntun saya. Ia tidak membiarkan saya terjatuh dan tergeletak oleh masalah, tetapi Ia memberi kekuatan dan kemenangan pada saya.  Tidak masalah apapun yang saya hadapi hari ini, bagaimanapun keadaan saya, Dia selalu menerima saya, Dia Bapa yang penuh Kasih, Hidup saya berarti oleh karena Kasih dan AnugerahNya.

Thanks God, and Your Love is for me forever…!