Skripsi Kakak saya : Wow Amazing……!!


Malam Valentine kemarin (tepatnya tanggal 13 Februari 2012), suatu hal yang tidak kuduga, aku bisa share dan ngomong heart to heart dengan kakak kandungku sendiri. Waktu itu dia ada dikosan aku, karena dia mengunjungi aku dimasa-masa yang sukar ini, dikala aku mendapat penyakit yang menurutku cukup serius.

Kami berbicara banyak hal, khususnya dalam hal tugas akhir dan keluarga kami.  Awalnya kami makan malam bersama, setelah akuselesai mengajar privat dan setelah kakakku ga makan seharian karena keasyikan belanja tadi siangnya heheh (gubrak). Kakak bercerita banyak hal tentang bagaimana hidupnya, tentang bagaimana dia melihat mujizat dan keajaiban pertolongan Tuhan dalam skripsinya.

Awalnya dia juga ragu dan takut apakah dia bisa mengerjakan skripsi itu dengan baik dan apakah skripsinya bakal menjadi skripsi yang bagus atau skripsi abal-abal.  Puji Tuhan dia mendapatkan dosen yang baik dan penuh perhatian. Dia mulai mengerjakan skripsi itu bersama dengan tuntunan Tuhan. Banyak kesulitan yang dia hadapi, bahkan pernah seharian atau mingguan dia hanya mempelajari suatu hal yang dia tidak mengerti. Sampai pada akhirnya dengan pertolongan Roh Kudus, dia mengerti materi yang dia pelajari itu. Amazing. Walau 2-3 bulan sempat tertunda skripsinya dikarenakan adanya mata kuliah yang lain, tetapi, skripsinya tidak pernah terlambat untuk dia kejar.  Pada saat memulai pengolahan data untuk skripsinya itulah yang membuat dia sangat lambat, karena dia harus mempelajari materinya terlebih dahulu. Awalnya dia berdoa kepada Tuhan supaya skripsinya tidak menjadi skripsi abal-abal tetapi benar2 skripsi yang memberkati bangsa :D.  Tetapi seiring berjalannya waktu, dia hampir saja sudah pasrah/kehilangan harapan akan skripsi yang terbaik yang dia capai. Karena dia harus segera menyelesaikannya, oleh karena itu dosennya menganjurkan untuk mengambil data sekunder saja dari data umum yang ada, sehingga skripsinya menjadi pengolahan data yang kuantitatif, bukan kualitatif. Hal inilah yang membuatnya tidak terlalu berharap lagi bahwa skripsinya bisa berguna memberkati bangsa. Tetapi Tuhan itu ajaib dan setia! Dia selalu mendengar dan mempermuliakan anakNya supaya setiap orang diberkati. Hari sidang pun dimulai, dan taukah kalian, bahwa kakak saya hanya sidang selama 40 menit, 20 menit presentasi dan 20 menit tanya jawab, itupun tanya jawabnya tidak seberapa hanya untuk merevisi saja, dan alangkah ajaibnya Tuhan, revisian skripsinya sedikit sekali. Dan tidak hanya itu saja, buku skripsi yang dibuat oleh kakak aku ini bahkan direkomendasikan untuk diuji oleh dosen spesialis (bukan penguji biasa), yang nantinya akan dijadikan bahan untuk transformasi undang-undang pemberdayaan wanita (topik skripsi kakak saya ini mengenai pemeliharaan dan pemberdayaan wanita, jurusan fakultas kesehatan masyarakat UI). Saat dia mendengar hal ini, dia hanya bingung dan terkagum-kagum… dan berkata bahwa ” Tuhan, Engkau ajaib dan setia, aku heran bahkan skripsiku akan dihargai sejauh ini…”. Ini bukti bahwa Tuhan mau skripsi yang kakakku kerjakan dapat memberkati bangsa-bangsa (apalagi sudah mau diuji menjadi bahan transformasi undang-undang tersebut). WOW….!! bukankah ini yang dinamakan memberkati bangsa?? padahal awalnya dia sudah pasrah apakah skripsinya bisa sebagus itu? Kalau bukan pekerjaan Tuhan, siapa lagi?

Saya yang mendengarkannya begitu kagum sekali. Dan kakak saya menguatkan saya lewat kesaksian itu, bahwa bersama Tuhan tidak ada yang sukar, tidak ada yang mustahil. Dia mengingatkan bahwa bagian saya adalah nilai skripsi yang terbaik, bukan DO, bukan TA yang jelek (nilai E), tetapi TA yang terbaik, TA yang berjalan lancar dan membuat banyak orang terkagum. Walau aku belum melihat hal itu, aku tetap mau percaya bahwa itulah bagianku.  Aku tidak tahu apakah aku bisa selesai dalam 3 minggu ini (menuju deadline sidang 7 maret 2012). Padahal skripsiku juga belum ada apa-apanya. Tetapi aku mau percaya kalau Tuhan saja mengasihi banyak orang seperti kakak aku, dan mempermuliakannya, maka Tuhan juga melakukan hal yang sama dalam hidupku sebagai anak-Nya yang kekasih. Aku percaya waktu yang 3 minggu ini lebih dari cukup, karena Tuhanlah yang besertaku, Tuhanlah pertolonganku. Aku mau lakukan yang terbaik dan tetap mau berserah pada Tuhan. Aku mau melihat mujizat Tuhan bekerja dalam skripsiku. Kalau Dia sanggup menciptakan dunia dalam 6 hari, pasti Dia sanggup menolongku menyelesaikan skripsiku sebelum Selesai deadline sidang. Bagi-Nya ini perkara yang sangat mudah.Tak ada yang mustahil bagi Tuhan!

Nantikan ceritaku bersama dengan Tuhan dalam skripsiku berikutnya yah……  Praise Amazing God!!

Advertisements

Tahukah Anda: Beragama Tidak Jaminan Masuk Sorga!


Sejak kecil saya sudah memeluk agama Kristen, karena saya lahir dari keluarga Kristen.  Lingkungan tempat tinggal saya juga mayoritas Kristen.  Tetapi pengenalan akan Isa Al-Masih  sangat kurang.

Kristen KTP

Yang saya tahu hanya tata cara bergereja.  Misalnya,  setiap hari Minggu beribadah, berdoa, membaca Alkitab, dan  menyanyikan lagu-lagu rohani. Mengenai apa hakekat kekristenan, saya tidak tahu. Jadi saya hanyalah Kristen KTP. Identitas tanpa isi.

Doktrin yang ditanamkan dalam pikiran saya adalah,  jika tidak ke gereja tidak mendapat berkat. Itupun saya tidak mengerti berkat apa yang dimaksudkan.  Dalam kurun waktu 20 tahun ikut gereja, saya benar-benar buta tentang hal rohani. Saya tidak mengenal Isa Al-Masih sebagai Juruselamat.

Selama itu yang saya lakukan cuma mengikuti ritual ibadah Kristen. Soal percaya pada Isa Al-Masih sekedar ucapan di bibir saja.  Anggapan saya semua agama sama saja.  Hanya cara beribadahnya yang berbeda-beda.

Kekristenan Bukan Masalah Beragama

Tahun 2007 saya pindah ke kota Jember.  Saya tinggal di rumah  kakak saya.   Di sana juga setiap hari Minggu saya mengikuti ibadah bersama keluarga kakak.   Dalam persekutuan itu tidak banyak yang hadir,  namun saya merasakan ada sesuatu yang istimewa.  Orang-orang Kristen di sini sangat mengenal Isa Al-Masih.  Kesaksian hidup mereka memberi kesan yang dalam di hati saya.  Mereka juga mengajarkan bagaimana menjadi pengikut Isa Al-Masih yang sebenarnya.

Di situlah saya baru menyadari bahwa kekristenan bukan sekedar masalah beragama.  Bukan sekedar tahu bahwa Isa Al-Masih adalah Firman Allah yang telah menjadi manusia.  Bahwa Isa Al-Masih telah mengorbankan diri-Nya.  Bahwa Ia mati disalib untuk menyelamatkan manusia dari dosa.  Bahwa Ia telah bangkit dari antara orang mati pada hari ketiga mengalahkan maut.  Bahwa sekarang Ia ada di sorga duduk di sebelah kanan Allah Bapa.

Saya baru mengerti bahwa kekristenan adalah Isa Al-Masih.   Dan orang yang akan ke sorga adalah mereka yang menerima Isa Al-Masih sebagai Juruselamat-nya.  Dan memiliki hubungan pribadi dengan Isa Al-Masih yang roh adanya. Maka saya berpikir harus mengambil sebuah keputusan.

Isa Al-Masih Menyelamatkan Saya 

Pada suatu hari Minggu setelah mengikuti ibadah, saya mendapatkan penjelasan lagi tentang  Isa sebagai Juruselamat.   Malam harinya kira-kira pukul 22.00  semua orang di rumah sudah tidur.  Tetapi saya tidak bisa tidur.  Di atas tempat tidur yang hanya ditutupi oleh spanduk-spanduk sebagai kamar saya,  saya berdoa kepada Isa.   Saya mengambil keputusan bulat yang mengubah seluruh hidup saya.

Waktu itulah saya mengakui dosa-dosa saya.  Meminta ampun pada Isa dan mengundang Dia masuk dalam hati saya.  Saya juga menyerahkan hidup saya ke dalam tangan-Nya. Tanpa disadari airmata saya mengalir tetapi hati saya lega sekali.

Ngeri rasanya memikirkan bagaimana hidup saya jika tidak mempunyai seorang Juruselamat.  Sejak saat itu Isa Al-Masih bukan hanya Juruselamat dunia.  Isa Al-Masih adalah Juruselamat saya!

Baptisan Sebagai Simbol Hidup Baru

Untuk menyatakan bahwa saya benar percaya dan bersedia menaati Isa Al-Masih,  pada tahun 2008  saya dibaptiskan.  Baptisan air itu dilakukan di sebuah kolam umum. Beserta dengan saya ada beberapa orang percaya baru lainnya yang juga dibaptiskan.

Sekarang hati saya dipenuhi damai, sukacita,  dan puji-pujian kepada Isa Al-Masih, karena saya telah menemukan Dia. Isa-lah satu-satunya jalan, kebenaran, dan hidup yang kekal (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6)!

(Suhartono,  Wonosari)

Kesaksian Leah, Wanita Islam Yang Mengalami Keselamatan


Saya menjadi Kristen pada tanggal 21 Juli 1996. Inilah kesaksian saya.

Mimpi Aneh Mengenai Sorga

Dulu saya seorang Islam yang saleh, namun saya mulai merasa ada yang kurang dalam iman kepercayaan saya sebagai Muslimah. Sayapun berdoa kepada Allah minta ditunjukkan apakah iman orang Islam merupakan kebenaran sejati. Segera setelah itu saya mulai mendapatkan mimpi-mimpi yang aneh. Dalam salah satu mimpi, saya melihat beberapa orang Kristen sedang antri masuk ke sorga. Sayapun mengikuti antrian tersebut.  Sayang ada makhluk yang tinggi sekali menghalangi jalan. Saya mulai menangis karena jalur tempat antrian saya jelek sekali.  Sebaliknya jalur mereka sangat indah – begitu indah, begitu biru.

Pertolongan Teman Untuk Mengerti Mimpi

Mimpi itu terus menghantui saya.  Saya tidak bisa melupakannya. Sayapun menceritakannya kepada teman-teman sesama Muslim. Tapi saya tidak mengatakan bahwa orang-orang Kristenlah yang sedang antri di dalam mimpi itu.  Saya takut apa yang akan mereka pikirkan. Merekapun mengatakan bahwa Allah menyuruh saya untuk lebih banyak berdoa.

Ingin Bunuh Diri

Saya semakin rajin berdoa, tapi perasaan saya kosong bahkan saya tambah depresi. Saya belum pernah mengalami kekosongan seperti ini. Karena tidak bisa tidur, saya mulai minum obat tidur agar dapat lari dari perasaan tersebut. Saya benar-benar berubah, suka menyendiri, dan mulai bertemu paranormal. Hal ini membuat keadaan saya semakin parah. Bahkan, saya ingin bunuh diri karena tidak lagi takut mati.

Satu hari, saya bercerita dengan sahabat (seorang agnostis) tentang bunuh diri. Diapun teringat akan beberapa wanita Kristen yang pernah menemuinya beberapa kali. Menurutnya, mereka dapat menolong saya.

Bertemu dengan Pengikut Isa Al-Masih

Saya memutuskan untuk bertemu dengan mereka hari itu juga. Pada pertemuan itu mereka membagikan Injil kepada saya dan mendoakan saya. Saya merasa kekosongan yang dahsyat itu mulai terangkat. Beban yang berat di pundak saya terlucuti.

Di Gereja Ditantang Menerima Isa Al-Masih

Sayapun mulai ke gereja bersama mereka. Kali kedua ke gereja, pendeta yang memimpin ibadah mengundang jemaat untuk menerima Isa Al-Masih sebagai Juruselamat. Hati saya berkecamuk. Saya bergumul melawan Roh Kudus hingga gemetar. Saya tidak menerima undangan pendeta. Selesai ibadah, Tuhan berkata dalam hati, “Jika tidak mengambil keputusan sekarang, tidak akan ada kesempatan lagi untukmu”.

Saya menerima Sang Juruselamat

Saya menangis tersedu-sedu di pinggir jalan dan berkata pada diri sendiri bahwa saya harus kembali ke ruang doa, tempat orang-orang didoakan untuk menerima Tuhan. Itulah yang saya lakukan. Tuhan telah menanggalkan beban saya.  Saya mulai melihat segala sesuatu secara berbeda.

Setelah kejadian itu, saya mulai kehilangan teman-teman dan semua orang yang saya kasihi. Namun Allah mengasihi saya dan memberikan Kalimat-Nya sebagai Juruselamat.  Saya pasti tidak akan binasa.

Seorang sahabat Islam juga diselamatkan pada hari yang sama di gereja lain. Tuhan menunjukkan bahwa kami sungguh berada di jalan yang benar.

Saya tidak pernah menyesal menjadi orang Kristen. Kadang-kadang hidup saya sulit sekali karena banyak mengalami penderitaan. Namun iman saya malah menjadi lebih kuat karenanya.

Dilarang Berhubungan Dengan Anak Lelaki Saya

Saat ini anak lelaki saya dibesarkan secara Muslim. Ayahnya tidak memberikan izin untuk berkomunikasi dengannya. Masalah ini membuat saya tidak bisa tidur, sayapun menyerahkan anak lelaki saya kepada Tuhan. Anak lelaki saya beribu-ribu kilometer jauhnya dari saya.  Saya tidak bisa menguasai apa yang akan terjadi, tetapi Tuhan berkuasa. Mohon doakan agar Tuhan memberikan mujizat sehingga suatu hari saya bisa melihat anak lelaki saya lagi.  Kami sekarang tinggal di benua yang berbeda.

Saya berdoa agar kesaksian singkat ini bisa menyentuh orang-orang yang membacanya. Tuhan memberkati.

Islam, Perdukunan, Dan Keselamatan Melalui Isa Al-Masih


Saya dilahirkan dari keluarga yang beragama Islam. Dari tujuh bersaudara, saya anak keenam.  Karena kondisi ekonomi keluarga yang serba kurang, maka semasa kecil kami semua tidak mendapat perhatian dari orang tua.  Kami seperti dibiarkan begitu saja.  Dan sifat keras kedua orang tua kami sangat mempengaruhi kehidupan anak-anaknya.

Keluarga Muslim Yang Suka Ke Dukun

Meskipun memeluk agama Islam, kedua orang tua saya juga menekuni aliran kepercayaan “Pangestu”.  Mereka biasa pergi ke dukun-dukun.  Hal itu membuat saya juga mengikuti ajaran Pangestu.  Namun ketika masih di sekolah dasar, saya belajar agama Islam.

Jadi masa kanak-kanak saya diisi dengan dua macam “iman”.  Iman agama Islam dan perdukunan.  Sekarang saya heran bagaimana kedua macam “iman” itu bisa berdampingan dengan “rukun.”

Praktek Perdukunan

Saya ingat betul suatu hari orang tua saya pergi ke dukun.  Tujuannya untuk meminta rejeki tambahan.

Sang dukun memberi sebuah kotak kayu kecil.  Dan setiap minggu orang tua saya diminta mengadakan semacam ritual.  Mereka harus memberi bunga pada kotak itu sambil membakar kemenyan.

Saya ikut-ikutan membakar kemenyan.  Minggu demi minggu kami melakukan itu.  Tetapi apa hasilnya?

Neraka Dalam Keluarga

Pertengkaran KeluargaWalaupun kemenyan dibakar terus, tetapi kondisi ekonomi orang tua saya tidak mengalami kemajuan. Bahkan dalam keluarga sering timbul pertengkaran. Ayah bertengkar dengan ibu.  Orang tua bertengkar dengan anak-anak.

Di rumah tidak ada damai. Setiap hari rumah kami terasa begitu panas karena penuh dengan ketegangan. Saya jadi tidak betah tinggal di rumah. Akibatnya saya lebih senang tinggal di rumah teman-teman saya.

Al-Quran Menyebut-Nya  Isa Al-Masih

Sekitar waktu itu,  kakak laki-laki saya mempunyai beberapa teman Kristen.  Mereka mengajak kakak saya ke gereja. Dan di sana kakak saya mengenal Isa Al-Masih. Lalu dia memperkenalkan Isa Al-Masih kepada kami sekeluarga.  Kedua orang tua saya bertobat dan menerima Isa sebagai Juruselamat.

Mulai saat itu saya pun diajak ke gereja. Tetapi tidak ada yang membimbing saya pada Isa.  Persoalan saya ialah,  saya orang berdosa tetapi saya membiarkan Isa Al-Masih berada di luar hati saya.  Ini membuat saya tidak mengerti, mengapa saya sering merasa kecewa. Saya berpikir Tuhan tidak mengasihi dan mengabaikan saya.

Keputusan Yang Mengubah Hidup Saya

Ketika kuliah saya di universitas hampir selesai, saya berteman dengan seorang Kristen. Dia menolong menyadarkan saya, bahwa Isa Al-Masih benar-benar mengasihi saya.  Segera saya mengambil keputusan terpenting dalam hidup saya.  Dengan iman saya menempatkan Isa dalam hati saya.

Rasanya seperti saya hidup kembali dan mulai berjalan dengan tujuan baru. Hidup jadi dipenuhi sukacita karena beban dosa telah terlepas selamanya!

Melayani  Isa Al-Masih

Beberapa tahun kemudian, setelah menikah saya masuk sebuah sekolah khusus untuk melayani Tuhan.  Di sana saya belajar Alkitab,  firman Tuhan yang tertulis. Saya jadi semakin mengenal Isa Al-Masih. Ternyata Dia tidak pernah mengabaikan saya.

Saya orang berdosa, tapi  Isa telah menghapus dosa saya. Dia juga mengijinkan saya untuk melayani orang lain.  Ini sebuah kehormatan besar yang Isa Al-Masih berikan.  Hidup saya sekarang sangat berbeda dengan dulu.  Bagi saya hidup tidak berarti sama sekali tanpa Isa Al-Masih!

(Sri Lestari,  Ponorogo)

Seorang Mukmin Menemukan Pengampunan Dan Keselamatan


Saya dibesarkan dalam keluarga Muslim. Orang tua mengajari kami untuk saling mencintai dan menghormati. Saya harus mengulangi perkataan: “Oh, kiranya Allah dan orang tua berkenan dengan saya!”Perkenanan pada Allah dan orang tua adalah hal penting bagi saya.

Hidup saya normal sampai sekitar usia enam belas tahun. Kami sekeluarga menyembah Tuhan yang sama. Melakukan dosa adalah hal biasa bagi kami.

Kesehatan Menurun

Kesehatan saya tiba-tiba menurun drastis.  Sepertinya tidak ada harapan lagi. Ini disebabkan, ketika melihat kakek jatuh sampai mati dari jendela gedung tingkat dua, karena dia mabuk. Juga akibat melihat paman kecanduan obat bius.

Masih Berdosa

Ketika itu saya masih senang membaca buku-buku dan menghafalkan syair-syair Arab. Tetapi saya masih merasa berdosa, terpisah dari Allah. Sebagai anak kecil, saya sadar bahwa Allah murah hati dan memaafkan setiap kesalahan.

Tetapi Dia juga menghakimi dosa secara keras dan tidak bisa lepas dari murka-Nya. Oleh Kasih Allah, saya ditemukan dan dikembalikan pada jalan yang sebenarnya sebelum terlambat.

Allah Menyediakan Sebuah “Korban”

Pada mulanya, saya tidak mengerti bagaimana Tuhan sudah memberi korban untuk dosa manusia. Saya sudah membaca beberapa hal tentang Isa Al-Masih. Tetapi informasi itu kurang lengkap. Akhirnya saya menerima sebuah Alkitab dalam bahasa Arab.

Berdasarkan penyelidikan, saya mengetahui bahwa Alkitab diterjemahkan dari naskah-naskah kuno. Naskah yang masih berada hingga kini, lebih kuno dari Al-Quran. Hal terpenting, saya melihat Alkitab adalah kebenaran Allah untuk seluruh dunia.

Saya terus belajar tentang kasih Tuhan bagi orang berdosa. Membaca tentang penyaliban Isa Al-Masih sebagai korban bagi dosa manusia. Dosa dapat diampuni, bila menerima kebenaran dan percaya pada Isa Al-Masih sebagai Juruselamat pribadi.

Pergumulan Antara Kebenaran dan Masa Lampau

Saya bergumul antara kebenaran masa lampau dan kebenaran sejati yang saya temukan dalam Alkitab. Timbul rasa bersalah dan saya benar-benar merindukan kehidupan yang damai. Dalam pencarian keselamatan dan pengampunan, saya bertemu Sang Juruselamat. Dia sanggup mengampuni dosa saya.

Allah yang Mahakuasa sudah mempersiapkan jalan keselamatan dan menebus saya dari dosa. Mengapa saya tidak menerima keselamatan itu!?

Kehidupan baru

Saya memutuskan menerima Isa Al-Masih. Dalam doa, memohon pengampunan atas dosa-dosa, dan mengubah serta memperbaharui hidup saya. Saya bersyukur pada Tuhan yang Mahakuasa, karena Dia telah mengabulkan doa saya.

Sekarang saya sungguh menikmati penerimaan dari Allah. Juga hak istimewa untuk mempunyai hubungan erat dengan Allah Bapa dan Isa Al Masih. Kini hidup saya sungguh berarti. Dulu terpikir tidak akan berumur panjang.  Sekarang saya hidup dan menghormati Dia yang mengasihi saya.

Dia telah mengorbankan diri-Nya bagi dosa manusia, sehingga saya dibebaskan dan dibersihkan. Sekarang saya dapat mengenal dan menikmati kasih dan pemeliharaan-Nya.