Kemeriahan dan Pidato Pelantikan Presiden Indonesia yang Ketujuh


Hari ini, Senin, 20 Oktober 2014 adalah hari yang berbahagia bagi seluruh rakyat Indonesia, dalam menyambut pelantikan Presiden yang baru, bapak Ir. H. Joko Widodo dan Wakil Presiden, bapak M. Jusuf Kalla di gedung MPR, Senayan, Jakarta.

Sebuah harapan yang baru bagi Indonesia atas lahirnya pemimpin yang pro rakyat dan akan bekerja bersama rakyat untuk mmajukan kesejahteraan bersama. Hal ini terbukti dengan rekam jejak beliau, pak Joko widodo yang bersih dari sejak memulai kariernya di bidang pemerintahan, yaitu Walikota Solo, Gubernur DKI Jakarta, dan sekarang adalah Presiden Indonesia yanng ketujuh. Hal ini terlihat dari beberapa prestasi yang terukir dalam masa-masa beliau menjabat sebelum menjadi Presiden yang dapat kita baca dalam postingan saya beberapa waktu yang lalu mengenai prestasi Jokowi (Baca disini: Joko Widodo or Jokowi for Presiden Indonesia 2014 ).

Dalam hari yang berbahagia dan penuh harapan ini, Presiden Joko Widodo menyampaikan pidato singkat di acara pelantikan. Dia hanya bicara selama 10 menit. Namun isinya jelas, padat dan penuh semangat. Bahkan diakhiri dengan pekik ‘merdeka!’.

Acara pelantikan digelar di Gedung MPR, Senayan, Jakarta, Senin (20/10/2014). Jokowi bicara sejak 11.40 WIB sampai 11.50 WIB. Jokowi mengucapkan setiap kalimat di pidatonya itu dengan penuh semangat. Bahkan ada momen menarik ketika Jokowi menyebut bekas pesaingnya di Pilpres lalu, Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa, sebagai sahabat.

Berikut pidato lengkap Jokowi saat pelantikan presiden di MPR:

PIDATO10351068_10152454639343479_6078809736785095643_n
“DI BAWAH KEHENDAK RAKYAT DAN KONSTITUSI”

JAKARTA, 20 OKTOBER 2014

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Salam Damai Sejahtera untuk kita semua,
Om Swastiastu,
Namo Buddhaya

Yang saya hormati, para Pimpinan dan seluruh anggota MPR,
Yang saya hormati, Wakil Presiden Republik Indonesia,
Yang saya hormati, Bapak Prof Dr. BJ Habibie, Presiden Republik Indonesia ke 3, Ibu Megawati Soekarnoputri, Presiden Republik Indonesia ke-5, Bapak Try Sutrisno, Wakil Presiden Republik Indonesia ke-6, Bapak Hamzah Haz, Wakil Presiden Republik Indonesia ke-9, Yang saya hormati, Bapak Prof. Dr. Susilo Bambang Yudhoyono Presiden Republik Indonesia ke-6, Bapak Prof Dr Boediono, Wakil Presiden Republik Indonesia ke-11,
Yang saya hormati, ibu Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid,
Yang saya hormati, rekan dan sahabat baik saya, Bapak Prabowo Subianto. Yang saya hormati Bapak Hatta Rajasa
Yang saya hormati, para pimpinan lembaga-lembaga tinggi negara,
Yang saya hormati dan saya muliakan, kepala negara dan pemerintahan serta utusan khusus dari negara-negara sahabat,
Para tamu, undangan yang saya hormati,
Saudara-saudara sebangsa, setanah air,
Hadirin yang saya muliakan,

Baru saja kami mengucapkan sumpah, sumpah itu memiliki makna spritual yang dalam, yang menegaskan komitmen untuk bekerja keras mencapai kehendak kita bersama sebagai bangsa yang besar.

Kini saatnya, kita menyatukan hati dan tangan. Kini saatnya, bersama-sama melanjutkan ujian sejarah berikutnya yang maha berat, yakni mencapai dan mewujudkan Indonesia yang berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi dan berkepribadian dalam kebudayaan.

Saya yakin tugas sejarah yang berat itu akan bisa kita pikul bersama dengan persatuan, gotong royong dan kerja keras. Persatuan dan gotong royong adalah syarat bagi kita untuk menjadi bangsa besar. Kita tidak akan pernah besar jika terjebak dalam keterbelahan dan keterpecahan. Dan, kita tidak pernah betul-betul merdeka tanpa kerja keras.

Pemerintahan yang saya pimpin akan bekerja untuk memastikan setiap rakyat di seluruh pelosok tanah air, merasakan kehadiran pelayanan pemerintahan. Saya juga mengajak seluruh lembaga Negara untuk bekerja dengan semangat yang sama dalam menjalankan tugas dan fungsinya masing-masing. Saya yakin, Negara ini akan semakin kuat dan berwibawa jika semua lembaga negara bekerja memanggul mandat yang telah diberikan oleh Konstitusi.

Kepada para nelayan, buruh, petani, pedagang bakso, pedagang asongan, sopir, akademisi, guru, TNI, POLRI, pengusaha dan kalangan profesional, saya menyerukan untuk bekerja keras, bahu membahu, bergotong rotong. Inilah, momen sejarah bagi kita semua untuk bergerak bersama untuk bekerja…bekerja… dan bekerja

Hadirin yang Mulia,
Kita juga ingin hadir di antara bangsa-bangsa dengan kehormatan, dengan martabat, dengan harga diri. Kita ingin menjadi bangsa yang bisa menyusun peradabannya sendiri. Bangsa besar yang kreatif yang bisa ikut menyumbangkan keluhuran bagi peradaban global.

Kita harus bekerja dengan sekeras-kerasnya untuk mengembalikan Indonesia sebagai negara maritim. Samudra, laut, selat dan teluk adalah masa depan peradaban kita. Kita telah terlalu lama memunggungi laut, memunggungi samudra, memunggungi selat dan teluk.

Kini saatnya kita mengembalikan semuanya sehingga Jalesveva Jayamahe, di Laut justru kita jaya, sebagai semboyan nenek moyang kita di masa lalu, bisa kembali membahana.

Saudara-saudara sebangsa dan setanah air,

Kerja besar membangun bangsa tidak mungkin dilakukan sendiri oleh Presiden, Wakil Presiden ataupun jajaran Pemerintahan yang saya pimpin, tetapi membutuhkan topangan kekuatan kolektif yang merupakan kesatuan seluruh bangsa.

Lima tahun ke depan menjadi momentum pertaruhan kita sebagai bangsa merdeka. Oleh sebab itu, kerja, kerja, dan kerja adalah yang utama. Saya yakin, dengan kerja keras dan gotong royong, kita akan akan mampu melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, meningkatkan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

Saudara-saudara sebangsa dan setanah air,

Atas nama rakyat dan pemerintah Indonesia, saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada Yang Mulia kepala negara dan pemerintahan serta utusan khusus dari negara-negara sahabat.

Saya ingin menegaskan, di bawah pemerintahan saya, Indonesia sebagai negara demokrasi terbesar ketiga dengan penduduk Muslim terbesar di dunia, sebagai negara kepulauan, dan sebagai negara terbesar di Asia Tenggara, akan terus menjalankan politik luar negeri bebas-aktif, yang diabdikan untuk kepentingan nasional, dan ikut serta dalam menciptakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.

Pada kesempatan yang bersejarah ini, perkenankan saya, atas nama pribadi, atas nama Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla dan atas nama bangsa Indonesia menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada Bapak Prof. Dr. Susilo Bambang Yudhoyono dan Bapak Prof. Dr. Boediono yang telah memimpin penyelenggaraan pemerintahan selama lima tahun terakhir.

Hadirian yang saya muliakan,

Mengakhiri pidato ini, saya mengajak saudara-saudara sebangsa dan setanah air untuk mengingat satu hal yang pernah disampaikan oleh Presiden Pertama Republik Indonesia, Bung Karno, bahwa untuk membangun Indonesia menjadi negara besar, negara kuat, negara makmur, negara damai, kita harus memiliki jiwa cakrawarti samudera; jiwa pelaut yang berani mengarungi gelombang dan hempasan ombak yang menggulung.

Sebagai nahkoda yang dipercaya oleh rakyat, saya mengajak semua warga bangsa untuk naik ke atas kapal Republik Indonesia dan berlayar bersama menuju Indonesia Raya. Kita akan kembangJoko Widodokan layar yang kuat. Kita akan hadapi semua badai dan gelombang samudera dengan kekuatan kita sendiri. Saya akan berdiri di bawah kehendak rakyat dan Konstitusi. Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa merestui upaya kita bersama.

Merdeka !!!
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Semoga Tuhan memberkati,
Om Shanti Shanti Shanti Om,
Namo Buddhaya

Great Thanks to he Lord Jesus, atas dilantiknya presiden baru Indonesia, bapak Ir. H. Joko Widodo.

Selamat bekerja untuk kesejahteraan rakyat, untuk kemakmuran bangsa dan negara Indonesia selama 5 tahun kedepan..!
Doa dan harapan kami sebagai rakyat Indonesia, menyertai pemerintahan bapak selama 5 tahun ke depan.
Selamat memperjuangkan kebenaran, sebab kebenaran akan meninggikan derajat bangsa. Tuhan beserta anda!

7015882_20140821103326

Advertisements

Hidup Dengan Rasa Tertuduh


Supaya terpujilah kasih karunia-Nya yang mulia, yang dikaruniakan-Nya kepada kita di dalam Dia, yang dikasihi-Nya. Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya. –Efesus 1:6-7

Kita adalah orang-orang yang dikasihi Allah dan diterima oleh-Nya sebagaimana diri kita. Kasih sayang-Nya tidak bersyarat bagi kita, tidak berbatas dan melimpah bagi kita. Oleh kasih karunia-Nya, kita menerima pengampunan, penebusan dan keselamatan. Ini berarti kita tidak usah sempurna dahulu untuk menjadi benar di hadapan Allah. Melalui iman kita di dalam Tuhan, kita dibenarkan, kita menerima kasih karunia dan berkat-Nya. Namun ada hal-hal yang bisa membuat janji dan berkat Allah tidak terjadi dalam kehidupan kita.

Walaupun sudah bertobat, menerima pengampunan dan lahir baru, kita bisa hidup di bawah self-condemnation, hidup dengan rasa tertuduh, terhukum, bersalah. Kita masih merasa bersalah atas dosa masa lampau kita, merasa diri kita tidak layak dan tidak bisa menjadi seperti apa yang Tuhan inginkan. Ini membuat kita tawar hati dan patah semangat, akibatnya kita tidak bisa hidup dibebaskan dan dilepaskan total. Jika Anda seperti ini, fondasi kekristenan Anda sudah salah.

Sadari bahwa Tuhan tidak pernah menginginkan untuk kita terus merasa bersalah atau tertuduh (Roma 8:1). Tuhan mengasihi kita, karena itu Dia mengampuni kita. Allah berkata bahwa jika kita mengaku dosa Dia setia dan adil mengampuni kita (1 Yohanes 1:9). Terima dan percaya ini oleh karena iman kita di dalam janji-Nya, bukan karena apa yang kita rasa. Di mata Tuhan kita adalah orang yang dikuduskan, dibenarkan, disucikan. Kalau Anda tidak percaya pengampunan dari Tuhan dan membawa rasa tertuduh selalu, Anda akan menjadi Kristen yang tidak percaya diri dan lemah.

By: PS. Indri Gautama
Sumber: http://www.jawaban.com/news/spiritual/detail.php?id_news=110216145918

Misi Rahasia Jokowi Menuju RI-1 Terbongkar…!!!


Oroginal/sumber/disadur dari:

http://politik.kompasiana.com/2014/03/19/misi-jokowi-menuju-ri-1-terbongkar-642403.html

 

 

1395146088199404966_300x224.4140625  WAH… Ada apa dengan pak. Jokowi? ko misi rahasia menuju RI-1 nya terbongkar. sedangkan Jokowi belum mengeluarkan strategi, bahkan ketika ditanya bagaimana strateginya Jokowi enggan berkomentar. Jokowi hanya menanggapi untuk saat ini sedang fokus Pileg meraih 30%.  Jokowi belum memberikan janji-janjinya, Jokowi juga belum mengampanyekan program atau system yang akan diterapkan apabila ia terpilih menjadi RI-1, Ko bisa terbongkar gitu??? Mari kita ulas misi rahasia Jokowi menuju RI-1.

Jika kita melihat ke sebelah (capres lain), mereka sudah sangat gencar dari jauh-jauh hari mengempanyekan visi, misi, dan janjinya. Sering kita temui berbagai iklan – iklan mereka dari media social, tv, radio, baliho dll. Sudah pasti diketahui misi mereka seperti apa tapi kita tidak mengetahui system apa yang akan mereka terapkan untuk membenahi bangsa Indonesia.

Saya pernah mendapatkan pernyataan dari teman-teman di facebook sebelum Jokowi dicapreskan, kurang lebih seperti ini “Untuk apa Jokowi dicapreskan yang belum mempunyai misi yang jelas, mending capres lain yang sudah jelas misinya”. Setelah saya pikir – pikir, bener juga ya.. Jokowi yang belum menyiapkan apa-apa, yang belum menyampaikan misi ko ditunggu pencapresannya, bahkan banyak orang yang beranggapan Jokowi dipastikan menang dan bisa merubah bangsa Indonesia. Namun saya tidak berhenti disitu, saya merasa penasaran tentang misi rahasia Jokowi, dan saya mencoba menggali lebih dalam  misi rahasia  Jokowi untuk bangsa Indonesia. Apa misi rahasia Jokowi yang belum orang-orang ketahui bahkan sejumlah pengamatpun masih belum mengetahuinya?

Setelah mengamati dan memperhatikan setiap gerak – gerik Jokowi, akhirnya saya tahu dan mengerti misi rahasia Jokowi menuju RI-1. Dari manakah saya tahu misi rahasia Jokowi? Disini saya akan memaparkan dengan gamblang biar semua orang tahu. Pertama kita melihat dari track record-nya selama dia terjun ke politik menjadi walikota Solo dan sekarang sebagai Gubernur DKI Jakarta. Kita bisa melihat dari semua kebijakan dan system yang sudah diterapkan di Solo dan di DKI Jakarta selama dia menjabat sebagai walkot dan gubernur. Menurut pengamatan saya kurang lebih misi beliau adalah mensejahterakan, medidik, mensehatkan, menegakkan keadilan, untuk memajukan bangsa Indonesia yang lebih baik. Dengan cara menerapkan system beliau seperti di solo dan di DKI Jakarta.

Berbicara tentang bangsa Indonesia, banyak orang yang belum tahu dasar masalah bangsa Indonesia itu apa, dasar masalah bangsa indonesia yaitu ’system’ yang lemah. Dari system yang lemah maka bermuncullah masalah-masalah lain yang disebut ranting masalah. Tak sedikit orang yang belum mengetahui system yang lemah. kebanyakan politisi atau pengamat sering  berbicara tentang ranting masalahnya saja, ketika dimintai solusi hanya bisa berbicara ‘tegakkan hukum’, ‘hukum seberat-beratnya’, tapi mereka melupakan akan membenahi systemnya.

Disini hadirnya Jokowi yang mempunyai system, dan yang menurut saya ampuh dan sangat efektif apabila diterapkan di kancah nasional. Apa sih system yang dimiliki Jokowi untuk bangsa ini??? ok, saya akan paparkan, tapi sebelum kita mengetahui systemnya, alangkah lebih baiknya kita harus tahu dulu ranting permasalahan bangsa indonesia, ada beberapa permasalahan bangsa Indonesia mulai dari yang terbesar hingga yang terkecil, seperti; KORUPSI, Kesehatan, Pendidikan, Perumahan, Kemiskinan, Kesenjangan Sosial, Keamanan, Olahraga, Pelayan Publik, Hukum, Ekonomi, Infrastruktur, dan masih banyak lagi kalau kita sebutkan ranting permasalahan. Setelah kita mengetahui permasalahnnya, kita akan tahu system apa yang bisa menuntaskankan ranting permasalahan tersebut. Ingat, untuk menuntaskan permasalahan tersebut tidak cukup dengan kata-kata “Katakan Untuk Tidak Korupsi” “Brantas Korupsi” “Bantuan Sosial” “Kita harus Jujur-Peduli-Tegas” “Tegakkan Keadilan” Hukum Seberat-Beratnya” dan lain sebagainya. Karena tanpa diucapkan pun memang harus dilakukan. Untuk menuntaskankan ranting masalah tersebut yaitu harus adanya ’system’ yang kuat, yang membuat tidak akan terulang kembali atau menutup ruang yang ketat agar perbuatan buruk seperti KKN tidak akan terjadi. Contohnya masalah pada korupsi, dibuatkannya system dimana celah atau peluang untuk korupsi dibuat semakin sulit untuk melakukan indikasi korupsi. Maka disini bukan cuma ketegasan hukum tapi systemnya juga yang harus diperbaiki. Jadi system itu menurut saya ialah mengorganize, memanage, dan mengontrol. (mungkin kalian punya pendapat yang berbeda silahkan saja).

Didalam pengamatan saya, Untuk membereskan ranting permasalahan tersebut, kalau kita teliti secara detail dengan system yang sudah  diterapkan Jokowi di Solo dan di DKI Jakarta itu nampak jelas. Adapun system Jokowi yang sudah diterapkan di Solo dan DKI Jakarta yaitu;

Masalah pendidikan, dengan system KJP-nya. Jadi penyaluran dananya langsung kepada orang yang membutuhkan. tidak melalui pihak ketiga, dan anak-anak akan merasakan langsung keadilan untuk belajar/bersekolah. Melalui online atau ATM yang lebih terorganize, dan ruang terjadinya korupsi pun tertutup. (silahkan cermati dan bandingkan dengan system yang ada saat ini)

Masalah kesehatan, dengan system KJS-nya. masyarakan langsung merasakan kepedulian pemerintah itu benar-benar ada, dengan bermodal KTP masyarakat sudah terlayani. Keadilan hak masyarakat untuk hidup sehat pun terasa. Jadi bukan bantuan sosial  mereka terima tapi keadilan sosial. Melalui online atau ATM lebih terorganize, ruang terjadinya korupsi pun tertutup. (silahkan cermati dan bandingkan dengan system yang ada saat ini).

Masalah perumahan, yaitu menyediakan rumah susun atau perumahan rakyat secara merata adil. dengan system control secara online, menutup ruang indikasi jual beli rumah milik negara.

13951462811738221106Masalah Kolusi dan Nepotisme dengan system Lelang jabatan atau uji kompetensi, managarial, dll. Masyarkat bisa bersaing dengan profesional tanpa harus nyogok, atau karena kedekatan dengan pejabat bersangkutan.

Masalah Korupsi dengan cara mark-up anggaran dalam pengadaan barang dan jasa, dengan system E-catalog. Semua akan terlihat jelas secara detail componen, kualitas dah biaya harganya. Dan peluang untuk menyuap pejabat untuk memenangkan tenderpun tertutup rapat.

Korupsi dan Suap didalam PAD, dengan system Pajak Online, pemasuka akan lebih terorganisir secara online, dan akan terlihat jelas pemasukannya. Sehingga tidak tercecer kepada orang yang tak bertanggung jawab. Indikasi perbuatan curang tidak membayar pajak pun tertutup. (saya yakin banyak perusahaan besar atau pejabat tinggi tidak bayar pajak kalaupun bayar paling sedikit).

Masalah Korupsi Kas Anggaran atau APBD, dengan system Transparansi APBD sampe lembar ke-3. Menutup kecurangan untuk korupsi karena masyarakat atau lembaga bisa memantau penyaluran pendanaan. (kalau tidak transpaaran, saya yakin APBD masing-masing daerah banyak masyarakat yang tidak tahu).

Kerja sama dengan KPK dan BPKP (menutup ruang untuk korupsi dan satu-satunya kepala daerah yang berani bekerja sama dengan KPK dan BPKP yaitu JOKOWI-AHOK ), dan

Model kantor berbasis Bank (yang lebih terbuka dan teransparan). Menutup ruang terjadi pungli dalam pelayanan.

Mungkin itu contoh kecilnya system Jokowi yang menurut saya ampuh dan efektif jika diterapkan pula secara nasional. Dan mungkin masih banyak lagi yang saya belum ketahui tentang system seperti apalagi lagi yang beliau punya. Kita juga bisa melihat realisasi lain seperti; Pengadaan Bus, MRT, Monorel (mendorong masyarakat pindah ke transportasi massal dan solusi untuk bebas dari macet), Pengerukan sungai, pembangunan rumah susun, pemindahan pemukiman kumuh ke rumah susun (solusi agar tidak terjadi banjir, agar ada jalan inspeksi, agar hidup lebih layak), revitalisasi pasar, PKL,(gratis siup, gratis sewa lapak 6bulan, hanya bayar retribusi), menerapkan budaya betawi, (memakai pakaian tradisional betawi dan bangunan khas betawi), RTH lebih tertata bahkan akan dibuat stadion berbasis internasional di BMW (Olahraga), mengatasi ekonomi dengan mengutamakan pasar tradsional dibandingkan Mall dan masih banyak lagi.

Jadi Pelayan masyarakat benar – benar melayani masyarakatnya, bukan ingin dilayani.  Menurut saya, kurang lebih seperti itu system yang akan diterapkan apabila dia menjadi no 1 di republik Indonesia. Saya yakin masih banyak lagi idea creative beliau yang belum kita ketahui.

Perlu digaris bawahi bahwa gaya kepemimpinan beliau yang merakyat dan selalu mementingkan rakyat. Jokowi yang tidak mempunyai kepentingan apapun, entah itu pribadi atau golongan, dan kepemimpinan Jokowi yang lebih terbuka tidak ada yang ditutup-tutupi. Itulah yang diharapka rakyat Indonesia. Bukan karena Jokowi yang harus jadi presiden tapi kita butuh system yang dia miliki untuk bangsa ini. Kira-kira adakah capres lain yang mempunyai system yang lebih hebat dari Jokowi??? (Silahkan dicari dan bandingkan).

Disini saya akan membongkar rahasia Jokowi mungkin masih banyak orang yang tidak tahu dibalik beliau menjadi Gubernur DKI Jakarta. Dari hasil pengamatan saya, Jokowi menjabat di DKI Jakarta sebagai Gubernur, beliau sedang mengempanyekan atau mempromosikan system yang beliau punya sekaligu mempraktekkannya. Beliau dijadikan model kepemimpinan yang dibutuhkan dimasa sekarang, yaitu kepemimpinan horizontal atau merakyat. Menjabat sebagai gubernur di DKI Jakarta beliau lebih mudah untuk menunjukkan gaya kepemimpinan  yang horizontal dan system yang beliau terapkan, dibandingkan ketika beliau menjabat sebagai walikota di Solo. Karena di DKI Jakarta akan lebih disoroti masyarakat dan media secara nasional atau internasional (semua media terpusat di Jakarta). Mungkin tudingan pencitraan memang betul (menurut saya), karena pencitraan itu tidak cukup dengan kata-kata tapi harus dengan dirasakan, dan dilihat. Berdasarkan Misi utama Jokowi adalah membereskan permasalahan Indonesia, saya rasa Jokowi sudah pada jalur yang tepat.

Kalau boleh saya mengkritisi model kampanye saat ini, lawan politik Jokowi sudah kalah telak dalam bersaing, mereka kampanye masih dalam kontek iklan atau dengan kata-kata “Akan” tapi Jokowi kampanye dengan cara praktek langsung dengan bukti nyata yang sudah dilakukan di DKI Jakarta atau di Solo. Dalam pengamatan saya, dari sisi pembiayaan kampanye juga mereka menghabiskan uang banyak untuk biaya kampnye terutama iklan di televisi. coba kita bandingkan dan amati model kampanye Jokowi, Dia gratiss masuk tv dan langsung berita pula (Fakta) yang dikabarkan, bukan seperti model kampanye lawan politiknya yaitu berupa Iklan, iklan yang seperti iklan salep, obat-obatan, alat-alat rumah tangga atau iklan makanan. Disinilah presepsi orang-orang akan merasakan berbeda antara Iklan dan berita/informasi fakta dari media. Kemudian ada juga  berkampanye dengan modal bantuan sosial (sembako, asuransi, memberikan barang, dll) bukanlah solusi karena yang dibutuhkan rakyat adalah keadilan sosial. yaitu dengan system yang mereka buat untuk menciptakan keadilan sosial. Hanya saja orang-orang masih banyak yang belum bisa mengartikannya.

Kemudian pertanyaan atau kritikanpun datang, di Jakarta juga dia belum beres 100%, kok sudah dicapreskan? Iya, memang belum selesai 100%. Jokowi dan semuanya juga mengakui itu. Jokowi sudah menyelesaikan masalah di DKI Jakarta sekitar 50% – 60%. Lalu kenapa Jokowi harus secepat itu dicapreskan sedangkan Jokowi belum menyelesaikan tugasnya 100%? Maka dari itu, Jokowi harus secepatnya menjadi presiden, karena 40% dari sisa permasalahan di DKI Jakarta yang bisa menyelesaikannya yaitu pemerintahan pusat (Presiden RI).  Berdasarkan banyak program yang tidak didukung pemerintahan pusat, maka Jokowi harus  pindah posisi menjadi Presiden. Jokowi menjadi presiden akan lebih mudah dan cepat menuntaskan permasalahan di DKI Jakarta. Jokowi juga akan mudah menuntaskan permasalahan bangsa INDONESIA. (Diibaratkan Jokowi sedang membangun rumah, Jokowi sudah membuat pondasi dan tiang dan sekarang Jokowi harus membuat ketahap pengatapan). Baca juga: (Jokowi Pengkhianat (kah)… http://kom.ps/AFfSXe )

Cukup sulit memang untuk berfikir yang positif dan cermat, karena tidak bisa dibuktikan secara langsung seketika. Saya yakin, kita semua akan merasakan perubahan ketika Jokowi menjadi presiden. Terbongkarnya misi Jokowi menuju RI-1 karena ulah beliau sendiri yang transparan, jujur, bekerja serius, bicara apadanya, (kalau fakta membuktikan jelek dia bilang jelek, fakta banjir dia bilang ya banjir, fakta macet dia bilang iya macet, fakta bawahannya masih ada yang belum kerja maksimal dia bilang iya, seperti itulah Jokowi, setiap keburukan dia akui tapi setiap kebaikannya dia serahkan ke masyarakat). Baca juga: ( Jangan Pikirin Calon Presiden…!!! http://kom.ps/AFfTRN )  Maka dalam kondisi seperti ini kita harus menyebarkan misi Jokowi, Karena masih banyak orang yang belum mengetahui apa misi rahasia Jokowi menuju RI-1 untuk bangsa ini. Selain menyebarkan, kita juga harus mendukung dan mengantarkan beliau menuju RI-1. Anda setuju dengan tulisan ini, silahkan tinggalkan komentar dan share. Terima kasih… 🙂

 

 

url
JKW4P
“Pemimpin Adalah Ketegasan Tanpa Ragu”

Penulis: Kandi Rahmat