Kemeriahan dan Pidato Pelantikan Presiden Indonesia yang Ketujuh


Hari ini, Senin, 20 Oktober 2014 adalah hari yang berbahagia bagi seluruh rakyat Indonesia, dalam menyambut pelantikan Presiden yang baru, bapak Ir. H. Joko Widodo dan Wakil Presiden, bapak M. Jusuf Kalla di gedung MPR, Senayan, Jakarta.

Sebuah harapan yang baru bagi Indonesia atas lahirnya pemimpin yang pro rakyat dan akan bekerja bersama rakyat untuk mmajukan kesejahteraan bersama. Hal ini terbukti dengan rekam jejak beliau, pak Joko widodo yang bersih dari sejak memulai kariernya di bidang pemerintahan, yaitu Walikota Solo, Gubernur DKI Jakarta, dan sekarang adalah Presiden Indonesia yanng ketujuh. Hal ini terlihat dari beberapa prestasi yang terukir dalam masa-masa beliau menjabat sebelum menjadi Presiden yang dapat kita baca dalam postingan saya beberapa waktu yang lalu mengenai prestasi Jokowi (Baca disini: Joko Widodo or Jokowi for Presiden Indonesia 2014 ).

Dalam hari yang berbahagia dan penuh harapan ini, Presiden Joko Widodo menyampaikan pidato singkat di acara pelantikan. Dia hanya bicara selama 10 menit. Namun isinya jelas, padat dan penuh semangat. Bahkan diakhiri dengan pekik ‘merdeka!’.

Acara pelantikan digelar di Gedung MPR, Senayan, Jakarta, Senin (20/10/2014). Jokowi bicara sejak 11.40 WIB sampai 11.50 WIB. Jokowi mengucapkan setiap kalimat di pidatonya itu dengan penuh semangat. Bahkan ada momen menarik ketika Jokowi menyebut bekas pesaingnya di Pilpres lalu, Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa, sebagai sahabat.

Berikut pidato lengkap Jokowi saat pelantikan presiden di MPR:

PIDATO10351068_10152454639343479_6078809736785095643_n
“DI BAWAH KEHENDAK RAKYAT DAN KONSTITUSI”

JAKARTA, 20 OKTOBER 2014

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Salam Damai Sejahtera untuk kita semua,
Om Swastiastu,
Namo Buddhaya

Yang saya hormati, para Pimpinan dan seluruh anggota MPR,
Yang saya hormati, Wakil Presiden Republik Indonesia,
Yang saya hormati, Bapak Prof Dr. BJ Habibie, Presiden Republik Indonesia ke 3, Ibu Megawati Soekarnoputri, Presiden Republik Indonesia ke-5, Bapak Try Sutrisno, Wakil Presiden Republik Indonesia ke-6, Bapak Hamzah Haz, Wakil Presiden Republik Indonesia ke-9, Yang saya hormati, Bapak Prof. Dr. Susilo Bambang Yudhoyono Presiden Republik Indonesia ke-6, Bapak Prof Dr Boediono, Wakil Presiden Republik Indonesia ke-11,
Yang saya hormati, ibu Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid,
Yang saya hormati, rekan dan sahabat baik saya, Bapak Prabowo Subianto. Yang saya hormati Bapak Hatta Rajasa
Yang saya hormati, para pimpinan lembaga-lembaga tinggi negara,
Yang saya hormati dan saya muliakan, kepala negara dan pemerintahan serta utusan khusus dari negara-negara sahabat,
Para tamu, undangan yang saya hormati,
Saudara-saudara sebangsa, setanah air,
Hadirin yang saya muliakan,

Baru saja kami mengucapkan sumpah, sumpah itu memiliki makna spritual yang dalam, yang menegaskan komitmen untuk bekerja keras mencapai kehendak kita bersama sebagai bangsa yang besar.

Kini saatnya, kita menyatukan hati dan tangan. Kini saatnya, bersama-sama melanjutkan ujian sejarah berikutnya yang maha berat, yakni mencapai dan mewujudkan Indonesia yang berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi dan berkepribadian dalam kebudayaan.

Saya yakin tugas sejarah yang berat itu akan bisa kita pikul bersama dengan persatuan, gotong royong dan kerja keras. Persatuan dan gotong royong adalah syarat bagi kita untuk menjadi bangsa besar. Kita tidak akan pernah besar jika terjebak dalam keterbelahan dan keterpecahan. Dan, kita tidak pernah betul-betul merdeka tanpa kerja keras.

Pemerintahan yang saya pimpin akan bekerja untuk memastikan setiap rakyat di seluruh pelosok tanah air, merasakan kehadiran pelayanan pemerintahan. Saya juga mengajak seluruh lembaga Negara untuk bekerja dengan semangat yang sama dalam menjalankan tugas dan fungsinya masing-masing. Saya yakin, Negara ini akan semakin kuat dan berwibawa jika semua lembaga negara bekerja memanggul mandat yang telah diberikan oleh Konstitusi.

Kepada para nelayan, buruh, petani, pedagang bakso, pedagang asongan, sopir, akademisi, guru, TNI, POLRI, pengusaha dan kalangan profesional, saya menyerukan untuk bekerja keras, bahu membahu, bergotong rotong. Inilah, momen sejarah bagi kita semua untuk bergerak bersama untuk bekerja…bekerja… dan bekerja

Hadirin yang Mulia,
Kita juga ingin hadir di antara bangsa-bangsa dengan kehormatan, dengan martabat, dengan harga diri. Kita ingin menjadi bangsa yang bisa menyusun peradabannya sendiri. Bangsa besar yang kreatif yang bisa ikut menyumbangkan keluhuran bagi peradaban global.

Kita harus bekerja dengan sekeras-kerasnya untuk mengembalikan Indonesia sebagai negara maritim. Samudra, laut, selat dan teluk adalah masa depan peradaban kita. Kita telah terlalu lama memunggungi laut, memunggungi samudra, memunggungi selat dan teluk.

Kini saatnya kita mengembalikan semuanya sehingga Jalesveva Jayamahe, di Laut justru kita jaya, sebagai semboyan nenek moyang kita di masa lalu, bisa kembali membahana.

Saudara-saudara sebangsa dan setanah air,

Kerja besar membangun bangsa tidak mungkin dilakukan sendiri oleh Presiden, Wakil Presiden ataupun jajaran Pemerintahan yang saya pimpin, tetapi membutuhkan topangan kekuatan kolektif yang merupakan kesatuan seluruh bangsa.

Lima tahun ke depan menjadi momentum pertaruhan kita sebagai bangsa merdeka. Oleh sebab itu, kerja, kerja, dan kerja adalah yang utama. Saya yakin, dengan kerja keras dan gotong royong, kita akan akan mampu melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, meningkatkan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

Saudara-saudara sebangsa dan setanah air,

Atas nama rakyat dan pemerintah Indonesia, saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada Yang Mulia kepala negara dan pemerintahan serta utusan khusus dari negara-negara sahabat.

Saya ingin menegaskan, di bawah pemerintahan saya, Indonesia sebagai negara demokrasi terbesar ketiga dengan penduduk Muslim terbesar di dunia, sebagai negara kepulauan, dan sebagai negara terbesar di Asia Tenggara, akan terus menjalankan politik luar negeri bebas-aktif, yang diabdikan untuk kepentingan nasional, dan ikut serta dalam menciptakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.

Pada kesempatan yang bersejarah ini, perkenankan saya, atas nama pribadi, atas nama Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla dan atas nama bangsa Indonesia menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada Bapak Prof. Dr. Susilo Bambang Yudhoyono dan Bapak Prof. Dr. Boediono yang telah memimpin penyelenggaraan pemerintahan selama lima tahun terakhir.

Hadirian yang saya muliakan,

Mengakhiri pidato ini, saya mengajak saudara-saudara sebangsa dan setanah air untuk mengingat satu hal yang pernah disampaikan oleh Presiden Pertama Republik Indonesia, Bung Karno, bahwa untuk membangun Indonesia menjadi negara besar, negara kuat, negara makmur, negara damai, kita harus memiliki jiwa cakrawarti samudera; jiwa pelaut yang berani mengarungi gelombang dan hempasan ombak yang menggulung.

Sebagai nahkoda yang dipercaya oleh rakyat, saya mengajak semua warga bangsa untuk naik ke atas kapal Republik Indonesia dan berlayar bersama menuju Indonesia Raya. Kita akan kembangJoko Widodokan layar yang kuat. Kita akan hadapi semua badai dan gelombang samudera dengan kekuatan kita sendiri. Saya akan berdiri di bawah kehendak rakyat dan Konstitusi. Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa merestui upaya kita bersama.

Merdeka !!!
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Semoga Tuhan memberkati,
Om Shanti Shanti Shanti Om,
Namo Buddhaya

Great Thanks to he Lord Jesus, atas dilantiknya presiden baru Indonesia, bapak Ir. H. Joko Widodo.

Selamat bekerja untuk kesejahteraan rakyat, untuk kemakmuran bangsa dan negara Indonesia selama 5 tahun kedepan..!
Doa dan harapan kami sebagai rakyat Indonesia, menyertai pemerintahan bapak selama 5 tahun ke depan.
Selamat memperjuangkan kebenaran, sebab kebenaran akan meninggikan derajat bangsa. Tuhan beserta anda!

7015882_20140821103326

Advertisements

Joko Widodo or JOKOWI for Presiden Indonesia 2014


1782025_10202836957079035_2863056944324298177_n

 

Terhitung sampai awal bulan Agustus 2013 kepemimpinan Jokowi sebagai Gubernur DKI, telah begitu banyak gebrakan-gebrakan perubahan yang telah dilakukan, diantaranya :

  1. Efisiensi Anggaran Pelantikan. Dari sejak sebelum Jokowi dilantik, Jokowi sudah menekankan agar anggaran untuk pelantikannya nanti bisa ditekan serendah mungkin. Dan akhirnya anggaran pun dikurangi menjadi 500-an juta dari yang asalnya 1,05 milliar.
  2. Menghilangkan gaya kepemimpinan yang protokoler dan tidak menggunakan voorijder dalam aktivitas kesehariannya saat blusukan menginspeksi masalah lapangan.
  3. Menepati janji kampanyenya untuk lebih lama berada di lapangan dan tidak hanya duduk dibelakang meja. Setelah pelantikan, Jokowi langsung berkeliling untuk melihat secara langsung permasalahan ditengah- tengah masyarakat, mulai dari melihat kondisi perkampungan, hingga melihat langsung kondisi sunga-sungai yang ternyata sangat tidak terurus dengan banyaknya sampah. Jokowipun langsung memerintahkan dinas PU untuk segera membersihkannya dengan menambah ekscavator.
  4. Membuka Kantor balai kota untuk rakyat. Sekarang rakyat bisa leluasa menyampaikan keluhan ke balai kota dan bisa merasakan indahnya balai kota daripada sebelumnya yang terkesan angker dan kurang Welcome.
  5. Sidak ke kelurahan-kelurahan untuk mendisiplinkan kinerja aparat di tingkat kelurahan yang ternyata selama ini sangat tidak disiplin seringkali melakukan pungutan-pungutan liar.
  6. Ketegasan dalam Kepemimpinan. Sikap tegas Jokowi dalam menghadapi birokrasi yang berbelit dibuktikan dengan perombakan jajaran dinas di Pemprov DKI, dengan digantikannya kepala dinas PU yang tidak bisa mengikuti irama pemerintah pemprov DKI era Jakarta Baru yang harus cepat, tepat dan melayani. Bukan itu saja, Jokowi juga memindah tugaskan Wali Kota Jakarta Selatan Anas Effendi sebagai Kepala Perpustakaan.
  7. Memberi tambahan honorRp.500,000 bagi RT & RW, dan tidak hanya itu, Jokowi juga memberikan bonus prestasi bagi mereka-mereka yang mampu menciptakan terobosan dalam pekerjaannya.
  8. Mengangkat Budaya dan kearifan lokal Betawi dengan mewajibkan PNS untuk memakai pakaian adat betawi pada hari Jumát yang sekarang ganti menjadi hari rabu. Tidak hanya itu, pemprov DKI menekankan seluruh bangunan di Jakarta harus bisa menampilkan karakter kebetawiannya.
  9. Melakukan efisiensi dengan menyatukan kantor dinas dengan balai kota. Langkah ini sangat tepat untuk memudahkan kontrol dan pengawasan, sekaligus memperpendek jalur akses informasi antara dinas dengan gubernur yang pastinya disamping efisien biaya, tempat juga waktu.
  10. Mereformasi SATPOL PP dengan menanggalkan pentungan dan menginstruksikan untuk tidak lagi menggunakan cara-cara kekerasan tanpa kehilangan ketegasan. Dan sekarang bisa kita lihat wajah SATPOL PP yang mendadak humanis, terlebih setelah dikomandani oleh seorang wanita (Sylviana Murni).
  11. Efisiensi acara pelantikan pejabat daerah secara sederhana dan merakyat. Dibuktikan dengan dilantiknya HR Krisdianto dan Husein Murad sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Jakarta Timur pada Kamis 20 Desember 2012 yang di selenggarakan di lingkungan kumuh & Di hadapan ratusan warga Gang Swadaya, Kampung Pulo Jahe, RT 07/05, Kelurahan Jatinegara, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur.
  12. Melakukan gebrakan transparansi rapat anggaran yang disiarkan lewat media youtube, sehingga rakyat bisa melihat mengoreksi besaran anggaran dan peruntukannya.
  13. Digitalisasi program dengan bekerjasama dengan telkom, untuk memudahkan operasional dan juga lebih menghemat anggaran hingga 20 Milliar tanpa harus mengelola sendiri. Langkah ini sangat menguntungkan pemprov DKI, karena bisa memotong jalur mark-up proyek .
  14. Memberlakukan system pajak online. Dengan system ini, penyelewengan pajak akan dapat di tekan.
  15. Pemberlakuan Kartu Jakarta Sehat (KJS) yang memang adalah poin utama janji kampanye Jokowi yang kemudian diikuti dengan mulai dibagikannya Kartu Jakarta Pintar (KJP) untuk para pelajar yang langsung diberikan kepada siswa dengan system ATM dengan fasilitas Bank DKI. Ini menarik, karena anggaran pendidikan akan langsung tertuju pada sasaran, dan bisa menghindari ‚permainan & penyelewengan‘ oleh oknum.
  16. Penambahan fasilitas -fasilitas kesehatan di Rumah Sakit – Rumah Sakit dan Puskesmas – puskesmas dan juga perobakan ruang kelas II menjadi ruang kelas III di beberapa Rumah Sakit, juga dengan penambahan Dokter adalah upaya untuk mengimbangi melonjaknya jumlah pasien yang sebelumnya tidak berani berobat ke Rumah Sakit.
  17. Menaikkan Upah Buruh Propinsi DKI hingga 30%. Kenaikan yang fantastis, walaupun Jokowi harus berhadapan dengan para kapitalis perusahaan yang sempat mengancam akan hengkang dari Jakarta.
  18. Mulai melakukan tahapan peremajaan dan penambahan transportasi umum dengan menambah ratusan bus trans jakarta dan kopaja.
  19. Memberlakukan e-Ticketing dengan system digital ticket untuk mempermudah pelayanan transportasi umum, yang diharapkan akan mampu membuat warga beralih untuk menggunakan sarana transportasi umum.
  20. Mereformasi dinas Pendidikan yang seringkali melakukan pungli dan memungut biaya-biaya siluman yang kemudian ditindak lanjuti dengan pencopotan kepala sekolah SMA MH Thamrin.
  21. Mereformasi Dinas Kebersihan dan Dinas PU yang kemudian menetapkan masalah kebersihan harus dikelola oleh satu dinas, agar tidak ada tumpang tindih tupoksi masalah penanganan sampah yang selama ini sering saling melempar tanggung jawab.
  22. Terobosan untuk membersihkan aparat pemerintahan dari tindak korupsi dan narkotika dengan bekerja sama secara penuh dengan KPK dan BNN yang dipelopori oleh Pemprov DKI.
  23. Jokowi yang langsung terjun ke lapangan dan memandori secara langsung saat jebolnya tanggul Latuharhari , sementara dinas PU menyatakan untuk mengatasi luberan air harus menunggu banjir reda. Akhirnya Jokowi turun langsung untuk membendung luberan air dengan meminta pengerahan bantuan dari pihak TNI , yang akhirnya bisa di rampungkan selama satu hari.
  24. Menginstruksikan BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi) untuk merekayasa hujan, agar hujan diturunkan di laut, mengingat informasi dari BMKG yang menyatakan akan datangnya intensitas hujan yang lebih besar. Dan langkah Jokowi ini pun berhasil dengan gemilang.
  25. Pelelangan Jabatan untuk kelurahan, camat sampai walikota. Dengan pemberlakuan system ini sangat terasa dampaknya bagi mereka yang selama ini bermalas- malasan, jabatannya akan segera dilelang untuk orang yang lebih kompeten.
  26. Menyediakan Transportasi air untuk warga di kawasan marunda. Disamping untuk memfasilitasi para penghuni rusun, transportasi air diharapkan mampu mengurangi tingkat kemacetan di jalan raya.
  27. Relokasi warga bantaran kali ke rusun marunda tanpa konflik. Kita tau pemerintah sebelumnya tidak mampu (mau) merelokasi warga bantaran kali ke rusun-rusun yang telah disiapkan dikarenakan adanya permainan pihak pengelola / calo rusun yang ternyata diperjual belikan dengan harga tinggi demi meraup keuntungan pribadinya. Dan setelah Jokowi-Ahok terjun langsung ke lapangan, akhirnya merekapun langsung paham dengan masalah sebenarnya yang terjadi dilapangan. Dan sekarang rusun marundapun sudah penuh ditempati warga bantaran kali yang ternyata antri untuk menempati rusun. Dan yang paling penting adalah adanya reformasi sistem untuk mendapatkan rusun tsb.
  28. Pemberian isi rusun berupa kulkas, lemari, springbed & tv kepada penghuni dgn dana CSR Pembangunan 200 rusun di Pulo Gebang dengan dana CSR
  29. Mulai menata pedagang kaki lima (PKL). Dimulai dengan menata PKL di depan Masjid Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat. Sebanyak 36 PKL mendapat gerobak gratis. Shelter tempat mereka berjualan juga diperbaiki. Selain itu, para pedagang diberi Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) secara gratis.
  30. Mulai disiapkannya ruang terbuka hijau yang juga sebagai sarana olahraga stadion BMW sebagai stadion berkelas internasional yang sudah dimulai dg direlokasikannya warga untuk segera menyulap lingkungan kumuh menjadi kawasan yang indah.
  31. UJI PUBLIK. Pertama dalam sejarah di Indonesia pengadaan proyek diadakan Public Hearing atau Uji Publik untuk menerima saran, masukan dan keluhan dari warga atas rencana proyek pembangunan yang akan dijalankan
  32. Membangun rumah sakit apung kawasan perairan Kali Adem, Muara Angke, Jakarta Utara. Tujuannya, agar warga yang tinggal di daerah pesisir lebih mudah mendapatkan pelayanan kesehatan. Rumah sakit apung ini telah dilengkapi dengan ruang periksa, kamar bedah, kamar rontgen, laboratorium dan ruang rawat pasien sampai fasilitas operasi bedah.
  33. Memberikan KTP kepada ribuan warga Rawabadak Koja Jakarta utara yg selama berpuluh-puluh tahun tidak diberi ijin pengurusan KTP. Mereka sedang tersangkut sengketa lahan yang masih bermasalah. Jokowi beralasan masalah sengketa lahan terlepas dari masalah hak kewarganegaraan. Hal ini sempat di tentang oleh mendagri, tapi pada akhirnya mendagripun menyerahkan kuasa sepenuhnya kepada gubernur Jokowi.
  34. Menaikkan gaji sopir bus Trans Jakarta 3,5 kali dari UMP. Dengan pergub baru jokowi menetapkan gaji sopir Trans Jakarta menjadi 7,7 Juta.
  35. Berani menentang World Bank yang dengan pinjamannya, ingin terlalu mengintervensi program Jakarta Baru dengan berbagai ketentuan yang menyulitkan dan lebih terkesan menghambat jalannya program.
  36. Melawan JICA (Japan International Cooperation Agency) yang dengan proyek MRT nya sengaja menekan pihak Indonesia khususnya Jakarta dengan berbagai kebijakan dan aturan-aturan pelaksanaan proyek yangsangat memberatkan.
  37. Taman vertikal dikawasan tugu tani untuk menghijaukan Jakarta
  38. Jokowi akan memasang 340 bangku taman di Jalan Sudirman hingga Jalan Medan Merdeka Barat. Ia mengatakan, dana untuk pemasangan ratusan bangku taman tersebut bukan bersumber dari APBD DKI, melainkan melalui program corporate social responsibility (CSR)
  39. Perubahan pesat pada pintu air manggarai yang terkenal dengan tumpukan sampahnya, sekarang sudah terlihat bersih.
  40. Pengembalian PRJ dari kemayoran ke monas sebagai bentuk perlawanan kepada kapitalisasi oleh Moerdaja Poo (JIEXPO) setelah Ahok mengetahui bahwa ternyata selama ini Istilah Pekan Raya Jakarta (Kemayoran) hanya digunakan untuk ladang mencari keuntungan oleh Moerdaja Poo tanpa memberi kesempatan kepada UMKM karena tarif stand yang tinggi & tidak memberi keuntungan kepada Pemprov DKI
  41. penghapusan rumah dinas untuk lurah & camat yang akan dialih fungsikan untuk kantong-kantong PKL dan RTH
  42. Nasionalisasi PALYJA sebagai perusahaan air minum yang selama ini dikuasai asing
  43. Disiapkannya dokter keluarga Untuk melayani kesehatan warga dimasing-masing wilayah sehingga membantu mengurangi membludaknya jumlah pasien di puskesmas
  44. Disiapkannya rumah sakit apung untuk melayani kesehatan warga di wilayah jakarta utara & kepulauan seribu
  45. Pasar murah untuk menekan laju kenaikan harga akibat kenaikan BBM menjelang bulan puasa yang sangat membantu warga dalam kebutuhan akan sembako
  46. Ultah Jakarta benar2 menjadi pesta rakyat dg menyajikan 16 panggung gratis untuk warga dan benar-benar menjadi pesta rakyat dengan membangkitkan kembali budaya bangsa dalam keberagaman budaya di jakarta
  47. Pemutaran drama kolosal Ariah dengan tiket yang hanya sebesar 2000 sebagai upaya untuk membangkitkan kembali budaya betawi & kearifan lokal betawi yang selama ini tergerus oleh budaya asing.
  48. Pembangunan 300 an Tower rusun sebagai fasilitas relokasi warga bantaran yang rencananya akan dilanjutkan tahun 2014 dengan target lebih dari 1000 tower untuk puluhan ribu warga rawan banjir dan penerapan program “Move the People not car”
  49. Relokasi warga waduk pluit yang sekian puluh tahun tidak mampu dilakukan oleh gubernur-gubernur sebelumnya, kini ditangan Jokowi mereka sudah menyatakan kesediaannya untuk dipindah dan penyiapan ratusan rusun sudah berjalan bagi puluhan ribu warga
  50. Normalisasi Sungai Pakin yang dilengkapi dengan Teater terbuka dan Fasilitas publik, Area pejalan kaki seperti MH Thamrin, daerah resapan air dan tampungan air hujan, serta taman kota ditempatkan di kompleks waduk. disamping itu juga dijadikan RTH yang sekarang disisi barat waduk sudah ditanami pohon.
  51. Rampungnya Rumah deret dikelurahan tanah tinggi Kec. Joharbaru Jakpus dan siap ditempati warga korban kebakaran
  52. Pengembalian luasan waduk pluit yang sebelumnya dikuasai oleh para mafia dan oknum pemerintah sampai lebih dari 20 HA sekarang kembali menjadi 80 HA
  53. Dimulainya proyek MRT yang sudah direncanakan selama puluhan tahun sebagai upaya untuk mengurangi kemacetan
  54. Dimulainya Monorel yang juga untuk mengurangi kemacetan yang di era foke kemarin sempat dihentikan karena pendanaan yang bermasalah
  55. Membangun fasilitas teater terbuka di kawasan waduk pluit dimana juga sebagai ruang terbuka hijau (RTH) yang dilengkapi dengan Jogging track dan tempat bermain anak yang sudah mulai dibangun
  56. Pengerukan sungai2 di DKI yang dalam semester awal sudah mencapai 40 %. bandingkan dengan gub sbelum-sebelumnya yang sampai 2 periode tidak jelas prosentasinya dan bahkan tidak ada pengerukan
  57. Normalisasi Kali Ciliwung di Masjid Istiqlal
  58. Penambahan Pintu Air Manggarai yg pengerjaannya membutuhkan waktu 1 tahun Kerja sama dengan KOPASSUS  untuk mewujudkan kali Ciliwung bersih.
  59. Pningkatan pnerimaan pajak DKI semestar pertama sebesar 10 trilliun yang berarti naik 25% dari periode sebelumnya
  60. Perubahan rute jalur transportasi di pasar senen untuk mengurai kemacetan dan sekarang sudah mulai menampakkan hasil
  61. Pembersihan lokasi pasar minggu dari PKL yang sudah menunjukkan hasil
  62. Menginstruksikan dishub untuk membuat sarana busway ramah pada kaum disabilitas (penyandang cacat) dan sekarang sudah mulai dilakukan pembenahan
  63. Peresmian & beroperasinya Busway koridor 12
  64. Mendesak PGN untuk menyuplai BBG yang dioperasikan portable dalam pemenuhan kebutuhan bahan bakar Transjakarta
  65. Meninggikan separator busway dan mendesak semua aparat untuk menerapkan disiplin lalulintas dan tidakan tegas
  66. Dibukanya akses pelaporan warga di : http://www.masukbusway.com kepada para pengguna jalan untuk melaporkan mobil-mobil pribadi yang masuk jalur busway dengan tindakan tegas yang sekarang sudah mulai menampakkan hasil.
  67. Merampungkan sengketa Mbah Priok sebagai upaya pengembangan pelabuhan Tanjung Priok yang sudah puluhan tahun mengendap dan tidak ada penyelesaian. Bahkan tahun 2010 lalu sudah memakan banyak korban akibat bentrok masa dan satpol PP. tapi sekarang sudah rampung dan PT. PELINDO II sudah bisa memulai aktifitas pengembangan sarana pelabuhan.
  68. Mulai dilakukannya persiapan pembangunan Masjid Raya terbesar di wilayah Duri Kosambi jakarta Barat yang mana akan dijadikan masjid terbesar di indonesia melebihi Masjid Istiqlal
  69. Penataan pasar embrio di Kampung Makassar & Renovasi total Pasar Meruya
  70. Transparansi APBD DKI hingga lembar ke-3 yang dipublikasikan lewat http://www.jakarta.go.id/web/apbd yang dapat diakses secara umum oleh masyarakat.
  71. Pemb. 8 blok rusun Daan Mogot ground breaking 20/6 dgn dana CSR Pemb. rusun Muara Baru dgn dana CSR sebyk 960 unit yg trdiri atas 8 tower yang diharapkan selesai bulan desember
  72. Perbhn PERDA ttg prsyaratan Suka Sarana Kes. yg mewajibkan RS swasta mnyediakan kelas 3 sebyk 40% dr sblmny 25% jika ingin membangun RS baru
  73. PENDIDIKAN Psb berdasarkan sistem rayon yg berguna utk mengurangi kemacetan Menambah tunjangan bagi guru Madrasah hingga mencapai Rp 1 juta
  74. Pengerukan Kali Penertiban bangunan liar di Kali Jelakeng, dan Kali Opak tanpa kekerasan.
  75. Penertiban pkl di Sunda Kelapa Penertiban pkl di Kota Tua. Dapat tenda & gerobak gratis, menggunakan seragam agar tertib.
  76. Mengambil alih Blok A pasar tanah abang ke PD. pasar jaya dari PT. PDI yang selama ini merugikan pemprov DKI hingga ratusan milliar rupiah
  77. Membangun jembatan penghubung antara Blok F dan Blok G pasar tanah abang untuk menghidupkan Blok G yang selama ini tidak laku karena minimnya akses.
  78. Relokasi PKL tanah abang ke blok G yang selama ini dikuasai swasta dan dijual dengan harga yang tinggi sekarang dikelola oleh pemprov dan kawasan jalanan tanah abang yang selama ini macet karena aktifitas PKL dipaksa bebas dari pedagang mulai pertengahan agustus 2013 & mendapat dukungan penuh dari para PKL karena sudah ada jembatan penghubung antara blok F dan blok G dan disediakan secara gratis 6 bulan & system retribusi yang sangat meringankan para PKL.
  79. Disiapkannya Show Room industri kreatif bawah tanah di kawasan monas yang akan menjadi Show Room terbesar di Asia khusus untuk industri kreatif dalam rangka mewujudkan ekonomi kerakyatan.

Pantauan Jakarta dari udara :

Perubahan Total Jakarta [Sebelum & Sesudah Jokowi] :

 

10168038_10202816015315504_5620443332414748708_n

10273615_10202816031515909_322691423592745668_n

10255291_10202816033595961_4835901920641271871_n

10252128_10202816034355980_1261600120746535800_n

10269616_10202816034915994_7639734533101151400_n

10277829_10202816035836017_8829942668725834060_n  1551459_10202816036636037_1832739932961792597_n

 

 

 

 

 

 

 

10154081_10202816037356055_4894036021995273539_n  10012453_10202816037876068_1184219398830289288_n

 

 

 

 

10261969_10202816039356105_3230494384245290236_n

 

10012530_10202822594159971_1553679757481709106_n

1897757_10202822595199997_3704728366203374899_n

AND WHAT THE HATERS SAID ?

10253987_10202816118638087_2432066768210384797_n

We Need You Mister JOKOWI, Save Jokowi… Save Indonesia Jaya

10176253_10202816120878143_5042067146757036544_n

TAMBAHAN :

  1. Mengumpulkan 3 menteri kementerian (KLH, KEMENPU dan KEMENKOKESRA) serta Gubernur Jawa Barat, Gubernur Banten, Bupati Bogor, Walikota Depok (walau cuma wakilnya sih, maklum walikotanya agak sedeng) disebuah ruangan kumuh untuk rapat mendadak membahas permasalahan banjir dan pembangunan waduk.
  2. Memberikan dukungan dana ke Pemerintah Bogor dalam upaya pembebasan lahan hijau di kawasan puncak.
  3. Prestasi Jokowi Benahi Nasib Pedagang Kecil. Selama di Solo dan Jakarta, Jokowi banyak memperhatikan pedagang kecil dengan menyediakan tempat berdagang yang lebih layak, sekaligus mengurai kemacetan dengan mengosongkan jalanan.
  4. ……….will be added soon……….

 

Sumber Berita / tulisan :

http://id.wikipedia.org/wiki/Joko_Widodo

http://jokowidiary.blogspot.com/2014/03/buku-keberhasilan-jokowi-menata-waduk.html

http://www.merdeka.com

http://jokowiku.net/Article/prestasi-jokowi-benahi-pemukiman-rakyat

http://www.berita8.com/berita/2013/07/showroom-bawah-tanah-di-monas-tak-libatkan-swasta

http://www.liputan6.com/tag/blok-g-tanah-abang

http://megapolitan.kompas.com/read/2013/10/04/1708093/Penataan.26.Kampung.Deret.Dimulai.Akhir.2013

http://news.liputan6.com/read/716087/sengketa-blok-a-menpera-bantah-sebagai-pemilik-pt-pdi

http://www.suarapembaruan.com/home/pkl-sambut-penataan-kota-tua/40651

http://disdikjakarta.wordpress.com/2013/06/17/daftar-lengkap-pembagian-zona-zona-smpsmasmk/

http://politik.kompasiana.com/2013/07/18/hasil-kerja-jokowi-ahok-per-juli-2013-577955.html

http://polhukam.kompasiana.com/politik/2013/06/27/ada-capres-yg-hasil-kerjanya-lebih-baik-dari-jokowi-ahok-572387.html

http://news.liputan6.com/read/771096/resmikan-proyek-normalisasi-sungai-bank-dunia-jokowi-bismillah

http://rujak.org/category/events/page/3/

https://www.facebook.com/Jauhi.Pacaran/posts/636678936376773

http://www.metrosiantar.com/khawatir-inflasi-lebih-tinggi-terjadi-di-juli/

http://ahok.org/berita/news/pemprov-dki-akan-akuisisi-pengelolaan-air-oleh-asing/

http://metro.news.viva.co.id/news/read/418455-jokowi–perusahaan-air-minum-palyja-diambil-alih–dijadikan-bumd

http://www.freenewspos.com/english/video/co%20uk/guT8xyZbF90

http://www.gatra.com/fokus-berita/

http://jhonmiduk8.blogspot.com/2014/04/semua-tentang-joko-widodo_6786.html

https://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=8&cad=rja&uact=8&ved=0CHMQFjAH&url=http%3A%2F%2Fwww.kemenkeu.go.id%2Fsites%2Fdefault%2Ffiles%2FLKDK%25202004-2009%2520low%2520res.pdf&ei=30JTU4KPKsKkrQf884DoBw&usg=AFQjCNG5vtlMZ1Wt1poaZC8AyAiA8NCoaw&sig2=QDowN5EaCBiqKyRqzztfvg&bvm=bv.65058239,d.bmk

http://news.detik.com/read/2013/04/02/112416/2209153/10/jokowi-musrenbang-bikin-bosan-tidak-harus-di-ruangan?991104topnews

http://www.tempo.co/read/news/2014/02/08/083552326/Gaji-Sopir-Bus-Transjakarta-Naik-hingga-Rp-7-Juta

http://www.beritasatu.com/megapolitan/177222-jokowi-senang-pertanian-kota-di-rusun-marunda-berhasil.html

http://baranews.co/web/read/8357/10.keberhasilan.jokowi.yang.tak.diungkapkan

http://www.tribunnews.com/nasional/2013/10/02/keberhasilan-jokowi-di-jakarta-akan-terbawa-jika-jadi-presiden

http://gantijakarta.org/

http://jokowiku.net/Article/prestasi-jokowi-benahi-nasib-pedagang-kecil

http://www.youtube.com/user/Jokowipresiden

 

Misi Rahasia Jokowi Menuju RI-1 Terbongkar…!!!


Oroginal/sumber/disadur dari:

http://politik.kompasiana.com/2014/03/19/misi-jokowi-menuju-ri-1-terbongkar-642403.html

 

 

1395146088199404966_300x224.4140625  WAH… Ada apa dengan pak. Jokowi? ko misi rahasia menuju RI-1 nya terbongkar. sedangkan Jokowi belum mengeluarkan strategi, bahkan ketika ditanya bagaimana strateginya Jokowi enggan berkomentar. Jokowi hanya menanggapi untuk saat ini sedang fokus Pileg meraih 30%.  Jokowi belum memberikan janji-janjinya, Jokowi juga belum mengampanyekan program atau system yang akan diterapkan apabila ia terpilih menjadi RI-1, Ko bisa terbongkar gitu??? Mari kita ulas misi rahasia Jokowi menuju RI-1.

Jika kita melihat ke sebelah (capres lain), mereka sudah sangat gencar dari jauh-jauh hari mengempanyekan visi, misi, dan janjinya. Sering kita temui berbagai iklan – iklan mereka dari media social, tv, radio, baliho dll. Sudah pasti diketahui misi mereka seperti apa tapi kita tidak mengetahui system apa yang akan mereka terapkan untuk membenahi bangsa Indonesia.

Saya pernah mendapatkan pernyataan dari teman-teman di facebook sebelum Jokowi dicapreskan, kurang lebih seperti ini “Untuk apa Jokowi dicapreskan yang belum mempunyai misi yang jelas, mending capres lain yang sudah jelas misinya”. Setelah saya pikir – pikir, bener juga ya.. Jokowi yang belum menyiapkan apa-apa, yang belum menyampaikan misi ko ditunggu pencapresannya, bahkan banyak orang yang beranggapan Jokowi dipastikan menang dan bisa merubah bangsa Indonesia. Namun saya tidak berhenti disitu, saya merasa penasaran tentang misi rahasia Jokowi, dan saya mencoba menggali lebih dalam  misi rahasia  Jokowi untuk bangsa Indonesia. Apa misi rahasia Jokowi yang belum orang-orang ketahui bahkan sejumlah pengamatpun masih belum mengetahuinya?

Setelah mengamati dan memperhatikan setiap gerak – gerik Jokowi, akhirnya saya tahu dan mengerti misi rahasia Jokowi menuju RI-1. Dari manakah saya tahu misi rahasia Jokowi? Disini saya akan memaparkan dengan gamblang biar semua orang tahu. Pertama kita melihat dari track record-nya selama dia terjun ke politik menjadi walikota Solo dan sekarang sebagai Gubernur DKI Jakarta. Kita bisa melihat dari semua kebijakan dan system yang sudah diterapkan di Solo dan di DKI Jakarta selama dia menjabat sebagai walkot dan gubernur. Menurut pengamatan saya kurang lebih misi beliau adalah mensejahterakan, medidik, mensehatkan, menegakkan keadilan, untuk memajukan bangsa Indonesia yang lebih baik. Dengan cara menerapkan system beliau seperti di solo dan di DKI Jakarta.

Berbicara tentang bangsa Indonesia, banyak orang yang belum tahu dasar masalah bangsa Indonesia itu apa, dasar masalah bangsa indonesia yaitu ’system’ yang lemah. Dari system yang lemah maka bermuncullah masalah-masalah lain yang disebut ranting masalah. Tak sedikit orang yang belum mengetahui system yang lemah. kebanyakan politisi atau pengamat sering  berbicara tentang ranting masalahnya saja, ketika dimintai solusi hanya bisa berbicara ‘tegakkan hukum’, ‘hukum seberat-beratnya’, tapi mereka melupakan akan membenahi systemnya.

Disini hadirnya Jokowi yang mempunyai system, dan yang menurut saya ampuh dan sangat efektif apabila diterapkan di kancah nasional. Apa sih system yang dimiliki Jokowi untuk bangsa ini??? ok, saya akan paparkan, tapi sebelum kita mengetahui systemnya, alangkah lebih baiknya kita harus tahu dulu ranting permasalahan bangsa indonesia, ada beberapa permasalahan bangsa Indonesia mulai dari yang terbesar hingga yang terkecil, seperti; KORUPSI, Kesehatan, Pendidikan, Perumahan, Kemiskinan, Kesenjangan Sosial, Keamanan, Olahraga, Pelayan Publik, Hukum, Ekonomi, Infrastruktur, dan masih banyak lagi kalau kita sebutkan ranting permasalahan. Setelah kita mengetahui permasalahnnya, kita akan tahu system apa yang bisa menuntaskankan ranting permasalahan tersebut. Ingat, untuk menuntaskan permasalahan tersebut tidak cukup dengan kata-kata “Katakan Untuk Tidak Korupsi” “Brantas Korupsi” “Bantuan Sosial” “Kita harus Jujur-Peduli-Tegas” “Tegakkan Keadilan” Hukum Seberat-Beratnya” dan lain sebagainya. Karena tanpa diucapkan pun memang harus dilakukan. Untuk menuntaskankan ranting masalah tersebut yaitu harus adanya ’system’ yang kuat, yang membuat tidak akan terulang kembali atau menutup ruang yang ketat agar perbuatan buruk seperti KKN tidak akan terjadi. Contohnya masalah pada korupsi, dibuatkannya system dimana celah atau peluang untuk korupsi dibuat semakin sulit untuk melakukan indikasi korupsi. Maka disini bukan cuma ketegasan hukum tapi systemnya juga yang harus diperbaiki. Jadi system itu menurut saya ialah mengorganize, memanage, dan mengontrol. (mungkin kalian punya pendapat yang berbeda silahkan saja).

Didalam pengamatan saya, Untuk membereskan ranting permasalahan tersebut, kalau kita teliti secara detail dengan system yang sudah  diterapkan Jokowi di Solo dan di DKI Jakarta itu nampak jelas. Adapun system Jokowi yang sudah diterapkan di Solo dan DKI Jakarta yaitu;

Masalah pendidikan, dengan system KJP-nya. Jadi penyaluran dananya langsung kepada orang yang membutuhkan. tidak melalui pihak ketiga, dan anak-anak akan merasakan langsung keadilan untuk belajar/bersekolah. Melalui online atau ATM yang lebih terorganize, dan ruang terjadinya korupsi pun tertutup. (silahkan cermati dan bandingkan dengan system yang ada saat ini)

Masalah kesehatan, dengan system KJS-nya. masyarakan langsung merasakan kepedulian pemerintah itu benar-benar ada, dengan bermodal KTP masyarakat sudah terlayani. Keadilan hak masyarakat untuk hidup sehat pun terasa. Jadi bukan bantuan sosial  mereka terima tapi keadilan sosial. Melalui online atau ATM lebih terorganize, ruang terjadinya korupsi pun tertutup. (silahkan cermati dan bandingkan dengan system yang ada saat ini).

Masalah perumahan, yaitu menyediakan rumah susun atau perumahan rakyat secara merata adil. dengan system control secara online, menutup ruang indikasi jual beli rumah milik negara.

13951462811738221106Masalah Kolusi dan Nepotisme dengan system Lelang jabatan atau uji kompetensi, managarial, dll. Masyarkat bisa bersaing dengan profesional tanpa harus nyogok, atau karena kedekatan dengan pejabat bersangkutan.

Masalah Korupsi dengan cara mark-up anggaran dalam pengadaan barang dan jasa, dengan system E-catalog. Semua akan terlihat jelas secara detail componen, kualitas dah biaya harganya. Dan peluang untuk menyuap pejabat untuk memenangkan tenderpun tertutup rapat.

Korupsi dan Suap didalam PAD, dengan system Pajak Online, pemasuka akan lebih terorganisir secara online, dan akan terlihat jelas pemasukannya. Sehingga tidak tercecer kepada orang yang tak bertanggung jawab. Indikasi perbuatan curang tidak membayar pajak pun tertutup. (saya yakin banyak perusahaan besar atau pejabat tinggi tidak bayar pajak kalaupun bayar paling sedikit).

Masalah Korupsi Kas Anggaran atau APBD, dengan system Transparansi APBD sampe lembar ke-3. Menutup kecurangan untuk korupsi karena masyarakat atau lembaga bisa memantau penyaluran pendanaan. (kalau tidak transpaaran, saya yakin APBD masing-masing daerah banyak masyarakat yang tidak tahu).

Kerja sama dengan KPK dan BPKP (menutup ruang untuk korupsi dan satu-satunya kepala daerah yang berani bekerja sama dengan KPK dan BPKP yaitu JOKOWI-AHOK ), dan

Model kantor berbasis Bank (yang lebih terbuka dan teransparan). Menutup ruang terjadi pungli dalam pelayanan.

Mungkin itu contoh kecilnya system Jokowi yang menurut saya ampuh dan efektif jika diterapkan pula secara nasional. Dan mungkin masih banyak lagi yang saya belum ketahui tentang system seperti apalagi lagi yang beliau punya. Kita juga bisa melihat realisasi lain seperti; Pengadaan Bus, MRT, Monorel (mendorong masyarakat pindah ke transportasi massal dan solusi untuk bebas dari macet), Pengerukan sungai, pembangunan rumah susun, pemindahan pemukiman kumuh ke rumah susun (solusi agar tidak terjadi banjir, agar ada jalan inspeksi, agar hidup lebih layak), revitalisasi pasar, PKL,(gratis siup, gratis sewa lapak 6bulan, hanya bayar retribusi), menerapkan budaya betawi, (memakai pakaian tradisional betawi dan bangunan khas betawi), RTH lebih tertata bahkan akan dibuat stadion berbasis internasional di BMW (Olahraga), mengatasi ekonomi dengan mengutamakan pasar tradsional dibandingkan Mall dan masih banyak lagi.

Jadi Pelayan masyarakat benar – benar melayani masyarakatnya, bukan ingin dilayani.  Menurut saya, kurang lebih seperti itu system yang akan diterapkan apabila dia menjadi no 1 di republik Indonesia. Saya yakin masih banyak lagi idea creative beliau yang belum kita ketahui.

Perlu digaris bawahi bahwa gaya kepemimpinan beliau yang merakyat dan selalu mementingkan rakyat. Jokowi yang tidak mempunyai kepentingan apapun, entah itu pribadi atau golongan, dan kepemimpinan Jokowi yang lebih terbuka tidak ada yang ditutup-tutupi. Itulah yang diharapka rakyat Indonesia. Bukan karena Jokowi yang harus jadi presiden tapi kita butuh system yang dia miliki untuk bangsa ini. Kira-kira adakah capres lain yang mempunyai system yang lebih hebat dari Jokowi??? (Silahkan dicari dan bandingkan).

Disini saya akan membongkar rahasia Jokowi mungkin masih banyak orang yang tidak tahu dibalik beliau menjadi Gubernur DKI Jakarta. Dari hasil pengamatan saya, Jokowi menjabat di DKI Jakarta sebagai Gubernur, beliau sedang mengempanyekan atau mempromosikan system yang beliau punya sekaligu mempraktekkannya. Beliau dijadikan model kepemimpinan yang dibutuhkan dimasa sekarang, yaitu kepemimpinan horizontal atau merakyat. Menjabat sebagai gubernur di DKI Jakarta beliau lebih mudah untuk menunjukkan gaya kepemimpinan  yang horizontal dan system yang beliau terapkan, dibandingkan ketika beliau menjabat sebagai walikota di Solo. Karena di DKI Jakarta akan lebih disoroti masyarakat dan media secara nasional atau internasional (semua media terpusat di Jakarta). Mungkin tudingan pencitraan memang betul (menurut saya), karena pencitraan itu tidak cukup dengan kata-kata tapi harus dengan dirasakan, dan dilihat. Berdasarkan Misi utama Jokowi adalah membereskan permasalahan Indonesia, saya rasa Jokowi sudah pada jalur yang tepat.

Kalau boleh saya mengkritisi model kampanye saat ini, lawan politik Jokowi sudah kalah telak dalam bersaing, mereka kampanye masih dalam kontek iklan atau dengan kata-kata “Akan” tapi Jokowi kampanye dengan cara praktek langsung dengan bukti nyata yang sudah dilakukan di DKI Jakarta atau di Solo. Dalam pengamatan saya, dari sisi pembiayaan kampanye juga mereka menghabiskan uang banyak untuk biaya kampnye terutama iklan di televisi. coba kita bandingkan dan amati model kampanye Jokowi, Dia gratiss masuk tv dan langsung berita pula (Fakta) yang dikabarkan, bukan seperti model kampanye lawan politiknya yaitu berupa Iklan, iklan yang seperti iklan salep, obat-obatan, alat-alat rumah tangga atau iklan makanan. Disinilah presepsi orang-orang akan merasakan berbeda antara Iklan dan berita/informasi fakta dari media. Kemudian ada juga  berkampanye dengan modal bantuan sosial (sembako, asuransi, memberikan barang, dll) bukanlah solusi karena yang dibutuhkan rakyat adalah keadilan sosial. yaitu dengan system yang mereka buat untuk menciptakan keadilan sosial. Hanya saja orang-orang masih banyak yang belum bisa mengartikannya.

Kemudian pertanyaan atau kritikanpun datang, di Jakarta juga dia belum beres 100%, kok sudah dicapreskan? Iya, memang belum selesai 100%. Jokowi dan semuanya juga mengakui itu. Jokowi sudah menyelesaikan masalah di DKI Jakarta sekitar 50% – 60%. Lalu kenapa Jokowi harus secepat itu dicapreskan sedangkan Jokowi belum menyelesaikan tugasnya 100%? Maka dari itu, Jokowi harus secepatnya menjadi presiden, karena 40% dari sisa permasalahan di DKI Jakarta yang bisa menyelesaikannya yaitu pemerintahan pusat (Presiden RI).  Berdasarkan banyak program yang tidak didukung pemerintahan pusat, maka Jokowi harus  pindah posisi menjadi Presiden. Jokowi menjadi presiden akan lebih mudah dan cepat menuntaskan permasalahan di DKI Jakarta. Jokowi juga akan mudah menuntaskan permasalahan bangsa INDONESIA. (Diibaratkan Jokowi sedang membangun rumah, Jokowi sudah membuat pondasi dan tiang dan sekarang Jokowi harus membuat ketahap pengatapan). Baca juga: (Jokowi Pengkhianat (kah)… http://kom.ps/AFfSXe )

Cukup sulit memang untuk berfikir yang positif dan cermat, karena tidak bisa dibuktikan secara langsung seketika. Saya yakin, kita semua akan merasakan perubahan ketika Jokowi menjadi presiden. Terbongkarnya misi Jokowi menuju RI-1 karena ulah beliau sendiri yang transparan, jujur, bekerja serius, bicara apadanya, (kalau fakta membuktikan jelek dia bilang jelek, fakta banjir dia bilang ya banjir, fakta macet dia bilang iya macet, fakta bawahannya masih ada yang belum kerja maksimal dia bilang iya, seperti itulah Jokowi, setiap keburukan dia akui tapi setiap kebaikannya dia serahkan ke masyarakat). Baca juga: ( Jangan Pikirin Calon Presiden…!!! http://kom.ps/AFfTRN )  Maka dalam kondisi seperti ini kita harus menyebarkan misi Jokowi, Karena masih banyak orang yang belum mengetahui apa misi rahasia Jokowi menuju RI-1 untuk bangsa ini. Selain menyebarkan, kita juga harus mendukung dan mengantarkan beliau menuju RI-1. Anda setuju dengan tulisan ini, silahkan tinggalkan komentar dan share. Terima kasih… 🙂

 

 

url
JKW4P
“Pemimpin Adalah Ketegasan Tanpa Ragu”

Penulis: Kandi Rahmat