The Mission – Steve Green


 

There’s a call going out
Across the land in every nation
A call to those who swear allegiance to the cross of Christ
A call to true humility, to live our life responsibly
To deepen our devotion to the cross at any price

Let us then be sober, moving only in the Spirit
As aliens and strangers in a hostile foreign land
The message we’re proclaiming is repentance and forgiveness
The offer of salvation to a dying race of man

Chorus:
To love the Lord our God
Is the heartbeat of our mission
The spring from which our service overflows
Across the street
Or around the world
The mission’s still the same
Proclaim and live the Truth
In Jesus’ name

As a candle is consumed by the passion of the flame
Spilling light unsparingly throughout a darkened room
Let us burn to know Him deeper
Then our service flaming bright
Will radiate his passions
And blaze with holy light

Matius 28: 18-20

Yesus mendekati mereka dan berkata: “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.

Yesaya 61

61:1 Roh Tuhan ALLAH ada padaku, oleh karena TUHAN telah mengurapi aku; Ia telah mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang sengsara, dan merawat orang-orang yang remuk hati, untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan kepada orang-orang yang terkurung kelepasan dari penjara,
61:2 untuk memberitakan tahun rahmat TUHAN dan hari pembalasan Allah kita, untuk menghibur semua orang berkabung,
61:3 untuk mengaruniakan kepada mereka perhiasan kepala ganti abu, minyak untuk pesta ganti kain kabung, nyanyian puji-pujian ganti semangat yang pudar, supaya orang menyebutkan mereka “pohon tarbantin kebenaran”, “tanaman TUHAN” untuk memperlihatkan keagungan-Nya.
61:4 Mereka akan membangun reruntuhan yang sudah berabad-abad, dan akan mendirikan kembali tempat-tempat yang sejak dahulu menjadi sunyi; mereka akan membaharui kota-kota yang runtuh, tempat-tempat yang telah turun-temurun menjadi sunyi.
61:5 Orang-orang luar akan melayani kamu sebagai gembala kambing dombamu, dan orang-orang asing akan bekerja bagimu sebagai petani dan tukang kebun anggurmu.
61:6 Tetapi kamu akan disebut imam TUHAN dan akan dinamai pelayan Allah kita. Kamu akan menikmati kekayaan bangsa-bangsa dan akan memegahkan diri dengan segala harta benda mereka.
61:7 Sebagai ganti bahwa kamu mendapat malu dua kali lipat, dan sebagai ganti noda dan ludah yang menjadi bagianmu, kamu akan mendapat warisan dua kali lipat di negerimu dan sukacita abadi akan menjadi kepunyaanmu.
61:8 Sebab Aku, TUHAN, mencintai hukum, dan membenci perampasan dan kecurangan; Aku akan memberi upahmu dengan tepat, dan akan mengikat perjanjian abadi dengan kamu.
61:9 Keturunanmu akan terkenal di antara bangsa-bangsa, dan anak cucumu di tengah-tengah suku-suku bangsa, sehingga semua orang yang melihat mereka akan mengakui, bahwa mereka adalah keturunan yang diberkati TUHAN.
61:10 Aku bersukaria di dalam TUHAN, jiwaku bersorak-sorai di dalam Allahku, sebab Ia mengenakan pakaian keselamatan kepadaku dan menyelubungi aku dengan jubah kebenaran, seperti pengantin laki-laki yang mengenakan perhiasan kepala dan seperti pengantin perempuan yang memakai perhiasannya.
61:11 Sebab seperti bumi memancarkan tumbuh-tumbuhan, dan seperti kebun menumbuhkan benih yang ditaburkan, demikianlah Tuhan ALLAH akan menumbuhkan kebenaran dan puji-pujian di depan semua bangsa-bangsa.

Belas kasihan Allah mengalir bagi setiap orang yang sudah diperbaharui di dalam Kristus. Kita diberkati dan diselamatkan karena Allah punya suatu tujuan Allah yang mulia, yaitu menjadi berkat dan menjadi pengasuh bagi mereka yang lemah lesu, hopeless, broken home,  mereka yang terhilang agar lewat kita yang diselamatkan mereka mengerti akan Kasih Allah yang besar bagi dunia ini. KasihNya yang terbesar adalah pengorbanan Kristus yaitu AnakNya yg tunggal yang Dia berikan untuk menyelamatkan setiap orang yang percaya kepadaNya. Inilah saatnya tahun Rahmat Tuhan untuk menceritakan kemuliaan dan kasihNya yang besar bagi dunia yang terhilang, inilah saatnya kita menuai jiwa. Siapkah engkau untuk menjadi bagian dalam tugas dan misi yang mulia ini??

 

 

Advertisements

Pesan Kasih Natal


Matius 9:9

“Setelah Yesus pergi dari situ, Ia melihat seorang yang bernama Matius duduk di rumah cukai, lalu Ia berkata kepadanya: “Ikutlah Aku.” Maka berdirilah Matius lalu mengikut Dia.”

Bagaimana kita menanggapi orang yang bagi dunia sudah dianggap terhilang? Ada banyak orang yang seperti itu. Bagi dunia mereka hanya dianggap sampah masyarakat, orang dari kelompok yang berlumur dosa, orang-orang yang tidak mendapat tempat dalam masyarakat, bahkan seringkali mereka ini dihujat, dihina atau dipukuli seenaknya oleh sekelompok orang yang menganggap dirinya paling suci dan bersih di muka bumi ini. Di gereja kita pun tidak menutup kemungkinan ada orang-orang yang mungkin kita ketahui belum lurus-lurus benar hidupnya. Mereka masih banyak melakukan kesalahan yang nyata terlihat di mata orang banyak. Bagaimana kita menghadapi mereka? Apakah bergunjing, bersikap sinis, membuang muka atau mengelak dan membiarkan mereka sendirian, atau kita mengulurkan tangan persaudaraan dan berusaha membantu mereka untuk bisa mengenal Kristus dan meneladaniNya dalam kehidupan mereka secara benar? Ada banyak orang yang memilih alternatif pertama, yaitu bersikap memusuhi. Ada banyak gereja bukan lagi tempat bersahabat untuk menjangkau jiwa terhilang, tetapi sudah menjadi sebuah komunitas dimana isinya orang-orang yang merasa paling benar dan punya hak untuk menghakimi.Jika Yesus yang bertahta di dalam gereja itu masih ada di dunia dan sedang duduk disana, akankah Yesus bersikap memusuhi? Pasti tidak. Saya yakin 100% Yesus akan menghampiri, menyambut dan memeluk mereka mengajak untuk bertobat.

Dalam banyak kesempatan di dalam Alkitab kita bisa menemukan fakta bagaimana Yesus memperlakukan orang-orang berdosa ini. Tuhan membenci dosa, tetapi Dia tidak membenci orang berdosa. Bahkan di antara murid-muridNya ada satu yang berasal dari kelompok hina di mata masyarakat, dari kelompok pemungut cukai yang namanya sangat terkenal, yaitu Matius.

Matius awalnya bukanlah orang yang baik di mata masyarakat. Profesinya adalah sebagai pemungut cukai. Artinya ia bekerja untuk kepentingan Roma, bangsa penjajah. Pemungut cukai digolongkan ke dalam orang berdosa pada masa itu dan dikucilkan masyarakat karena dianggap musuh. Pada suatu hari Yesus bertemu dengan Matius.“Setelah Yesus pergi dari situ, Ia melihat seorang yang bernama Matius duduk di rumah cukai, lalu Ia berkata kepadanya: “Ikutlah Aku.” Maka berdirilah Matius lalu mengikut Dia.” (Matius 9:9). Yesus tidak melewatkan Matius begitu saja. Dia orang berdosa, ia adalah musuh orang Yahudi. Tapi lihatlah bahwa Yesus tidak melewatinya apalagi memusuhi tapi malah menghampiri Matius dan mengajaknya ikut. Lalu kita tahu bahwa Matius memilih untuk berdiri dan mengikut Yesus. Sebuah pilihan yang sangat tepat. Yesus berkunjung dan makan di rumah Matius. Lihatlah saat itu ternyata kedatangan Yesus berkunjung ke rumah Matius terdengar oleh pemungut cukai dan orang-orang berdosa di mata masyarakat lainnya. Mereka pun berbondong-bondong datang. Mumpung Yesus berada di rumah salah seorang dari mereka, mungkin itu yang mereka pikirkan. Dari satu kemudian berkembang menjadi banyak. Orang Farisi pun kaget melihat itu dan segera bertanya kepada para murid, “Mengapa gurumu makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?” (ay 11). Yesus ternyata mendengar itu dan kemudian berkata: “Yesus mendengarnya dan berkata: “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit. Jadi pergilah dan pelajarilah arti firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.” (ay 12-13). Jawaban ini sesungguhnya jelas menggambarkan seperti apa hati Yesus itu. Yesus menyatakan bahwa tugasNya ke dunia ini adalah untuk menyelamatkan orang-orang berdosa. Meski hanya satu jiwa saja, itupun berharga bagiNya. Kita tahu apa yang terjadi kemudian. Matius bertobat dan menjadi murid Yesus. Tidak hanya murid biasa, tapi ia pun termasuk dalam satu dari empat penulis Injil yang bisa kita baca hingga hari ini. Itu semua bermula ketika Yesus tidak memandang jumlah dan mau repot-repot mengurusi orang berdosa, bahkan satu orang saja sekalipun.

Satu orang, sepuluh, seratus, seribu, itu tidaklah masalah di mata Tuhan. Semakin banyak semakin baik, tetapi satu pun tetap penting di mata Tuhan untuk diselamatkan. Yesus sendiri berkata: “Siapakah di antara kamu yang mempunyai seratus ekor domba, dan jikalau ia kehilangan seekor di antaranya, tidak meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di padang gurun dan pergi mencari yang sesat itu sampai ia menemukannya?” (Lukas 15:4). Satu jiwa sekalipun itu berharga di mata Tuhan, dan Dia tidak menimbang-nimbang sebesar apa dosa yang pernah kita lakukan. Datang kepadaNya mengikuti panggilanNya dengan hati yang sungguh-sungguh akan selalu Dia sambut dengan penuh sukacita.

Tuhan tidak pernah membenci orang berdosa. Dia bahkan mau bersikap proaktif untuk mendatangi dan menjangkau orang per orang. Bukankah Yesus pun datang untuk menyelamatkan domba-domba yang hilang? Selalu terbuka kesempatan bagi siapapun untuk bertobat, kembali kepadaNya dan dilayakkan untuk masuk ke dalam kehidupan kekal yang penuh dengan sukacita. Jika Tuhan seperti itu, mengapa kita sebagai manusia malah tega menghakimi dan menganggap diri kita berhak untuk itu? Mari teladani Yesus lewat sikap, tindakan dan perbuatan kita. Jangkaulah jiwa-jiwa terhilang, jangan musuhi dan abaikan mereka, karena Yesus pun akan berbuat tepat seperti itu.

Yesus mengasihi manusia tanpa memandang berat ringannya dosa dan menawarkan keselamatan kepada semuanya.

In this Christmas season Jesus says to you :For I did not come to call the righteous, but sinners to repent, and I has come to save that whom was lost. I love you, just the way you are!

Inilah penyataan Kasih itu:

Sebab Yesus Kristus datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa untuk bertobat, dan Dia datang untuk menyelamatkan yang terhilang.

Yesus Kristus mengasihimu apa adanya!

bahasa cinta yesus

My First Story : New Creation (English Version)


How GOD change my life from sin to the glory things

I was a student of ITB (Bandung Institute of Technology) and now is undergoing a course at the end of the Civil Engineering department. My name is Franklin Kesatria Zai. I was born in the beautiful city of Medan and my family background is quite well known to embrace the “Protestant Christianity” legally.

My father served as an elder at my church in Medan, and now also still serves as an elder (Unit Niha Keriso in nias language) since our family moved to the island of Nias in 2002. My mother is also quite well-known views of his position as representative elder in the church as well as the companion of my father. I’m pretty proud of my family situation like this. Since childhood I was known to diligently go to church every week, is active in the community, actively participates in the church choir, and the activities of the ‘smell’ spiritual. That’s all I do on top of all my ignorance, why would I do that, and also just the encouragement of my family, so I did it as if the routine activities such as my daily activities (eating, drinking, and so on). But I want to say that: No man sees God sees; man looks at the outward appearance, but the LORD looketh on the heart. (1 Samuel 16:7). Yes, I just like the robot-controlled spiritual activity that I did formerly. Behind all the activities that I do, I realized that my life is actually destroyed, and to cover up the shame that I do activities that are ‘good’ before men, but not before God.

I am devastated by heart since childhood because of myself, my family and also including my friends / my social circle. I was born with a weakened state as a man, and was supported by the condition of my family where I saw my mother as if ruled over my family and my dad like a father who did not show my mind “macho”. So my childhood living under the authority of the family, especially my mom. I also have an older sister, who was often quarreled with her and she always wins, so I consider myself a man who is weak. Not only is there alone, even in my relationships with my friends from elementary through high school since I was dubbed a weak man, with roughly the word called “sissy”. It was really made an impression on my heart and that’s one of my emotional wounds from childhood until I experienced recovery. As a child also because of my naughtiness, I stole my parents’ money. What is the purpose? Yes, the goal so I can snack at school, because I was jealous of my friends who frequent snacks, and I often begging to my friends. This is because I felt I was less noticed by my parents. When my mother knew what I did this, she called me and punish me with a vengeance. She punished me, beat me to use cane, even trample me with her feet. Not only that, she was also locked my bedroom and did not give me food, I even heard that she would endeavor to enter me into an orphanage. She dragged me out of the house, while I can only cry and do not fight because I was in grade school and my strength is not much. I am very bitter with my mom and dad are no exception and my family. They treated me so cruelly. And think it continues to exist until just before I really accepted Jesus as my Savior and Lord and experiencing recovery. Since then I have often rebelled at my parents, even curse them if I was really upset (really what I was sinful).

Time was getting passed and I will finally graduate from high school, and participate in Bogor Bimbel at my sister. At that time my sister was converted and born again, but I do not know. One day, when I was studying in preparation for SNCA, I was approached by my sister’s friend, his name is Desmond, and he talked a lot about the old life and how he was transformed by an extraordinary God. I think that his old life was not much different with my life, and I was amazed to see changes in her life. Until he told me how he accepted Jesus as Lord and Savior, and how his life changed, and then he was also challenged me to let go of my old and my life was saved by the Lord Jesus and make Him as personal Lord over my life. At that time the Lord soften my heart and I accepted Him as my Savior God. I prayed for him and I cried, but there is great joy in my life when I knew I was saved and became a new man in the Lord. That was the beginning of my new born.

I was accepted into the ITB and I was discipled by an older brother in the fellowship outstanding Zion, his name is Daniel. Because of his life, my personality is formed. I was invited by him to follow a retreat, and when I attended a retreat that I had a recovery for the recovery of my life. Who used to hate my parents, family and my friends, with the touch of God, i can love them. Readers know, that now I really love my mom and dad as I, even I still pray for them that their lives changed completely and accept Jesus as my first called by him. My relationship with my parents at present is good, even on the phone and we often joked, and laughed over the phone hahaha. My mother always advised to call me every things good, and the advice that I so earnestly desired and further strengthen me and make me love her more as a mother who is extraordinary in my life.  I love you my mom and my dad.
That’s my story of how a former garbage and think of me as someone who was rejected, now restored by the grace of GOD in the person of Jesus Christ. A beautiful blessing when I may know the grace of  Jesus Christ at this beautiful campus, ITB.
Thanks God for all of your Love in my life.

Hallelujah…!!