Jesus, What a beautiful Name…!!


Jesus, what a beautiful name
Son of God, Son of Man
Lamb that was slain
Joy and peace, strength and hope
Grace that blow all fear away
Jesus, what a beautiful name


Jesus, what a beautiful name
Truth revealed, my future sealed
Healed my pain
Love and freedom, life and warmth
Grace that blows all fear away
Jesus, what a beautiful name

You Loved me, before i knew you..

Jesus, what a beautiful name
Rescued my soul, my stronghold
Lifts me from shame
Forgiveness, security, power and love
Grace that blows all fear away
Jesus, what a beautiful name..

Dipimpin oleh Roh Kudus


 

Pada saat penciptaan, Allah berkata, “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita” (Kejadian 1:26)

Kita di sini berarti jamak. Allah berkata tentang diri-Nya dalam bentuk jamak karena Ia adalah Allah Tritunggal: Bapa, Anak dan Roh Kudus. Jika Allah, yang adalah Tritunggal menciptakan manusia menurut gambar-Nya, maka apa yang diharapkan dari manusia? Sebuah trinitas tentu saja! Di dalam 1 Tesalonika 5:23 Paulus menulis, “Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna …”

Ayat ini  menjelaskan manusia  adalah makhluk Tritunggal yang terdiri dari roh, jiwa, dan tubuh. Selain panca indera jasmaniah, kita juga memiliki pancaindera rohani. Dalam perjalanan kita dengan TUHAN, manusia rohani kita akan bertumbuh dari  bayi rohani menjadi dewasa. Semakin dewasa manusia rohani kita, semakin kita dapat membedakan antara yang baik dengan yang jahat karena pancaindera kita menjadi terlatih. (Ibrani 5:13-14)

Diciptakan Menurut Gambar dan Rupa Allah

Yohanes 4:24 mengatakan kepada kita bahwa Allah adalah Roh. TUHAN menciptakan manusia dengan menghembuskan nafas-Nya, yang adalah Roh Allah ke dalam diri kita. “…ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan  menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup. –Kej 2:7.

Allah adalah Roh tetapi Ia juga memiliki jiwa (pikiran, keinginan, dan emosi). Allah juga memiliki tubuh. Alkitab menunjukkan bahwa Allah bukanlah seperti uap yang halus dan ringan. Alkitab menunjukkan bahwa Ia memiliki mata, telinga, mulut, dan wajah yang tidak dapat dilhat oleh seorangpun. Dalam 1 Raja-Raja 8:42 kita membaca  bahwa Allah memiliki tangan yang berkuasa dan lengan yang terulur. Kitab Keluaran menceritakan bahwa Alllah menulis Hukum Taurat di atas dua loh batu dengan jari-jariNya. Dalam 1 Raja-Raja 33:23 dikatakan bahwa Ia memiliki tangan, punggung dan wajah.

Kebebasan untuk Memilih

Perbedaan utama antara manusia dengan makhluk lainnya adalah manusia mempunyai akal dan kehendak. Tumbuhan meresponi musim dan hewan bertindak berdasarkan insting, tetapi manusia tidak dibatasi oleh kedua hal itu. Manusia dapat memakai akal budinya untuk membuat pertimbangan dan memilih bagaimana ia akan bertindak.

Kebebasan untuk ”memilih”  sesungguhnya adalah satu-satunya kebebasan sejati yang kita miliki. Sangat penting bagi kita untuk memakai kehendak kita dengan benar selama kita hidup di bumi. ”We become captives of our own choices”, kita menjadi tawanan dari pilihan-pilihan yang kita buat sendiri. Kita sendiri yang harus menanggung konsekuensi daripada pilihan kita. Oleh karena itu, kita memerlukan hikmat dan banyak nasehat agar tidak salah membuat pilihan.

Oleh sebab itu sebagai mitra kerja TUHAN di bumi, yang mempunyai kehendak bebas, kita dapat memilih untuk melayani TUHAN karena ingin menyenangkan Dia atau  karena suatu keharusan. Kita sendiri yang menentukan kesuksesan kita dengan pilihan-pilihan yang kita buat. Bahkan saat kita tidak membuat pilihan apapun, sebenarnya kita sudah memilih untuk tidak memakai kehendak kita.

Roh Kudus selalu menggerakkan kita menuju Destinasi

Kunci sukses adalah memiliki hubungan yang intim dengan Roh Kudus. Selama Anda fokus pada diri sendiri, Anda tidak akan bisa fokus kepada TUHAN. Ketakutan, minder, stres sebenarnya dikarenakan kita terlalu fokus pada diri sendiri, akibatnya kita tidak bisa mendengar suara TUHAN. Selama Musa fokus kepada TUHAN, mukanya penuh dengan kemuliaan Allah. Selama Petrus fokus ke Yesus, dia berjalan di atas air dan tidak tenggelam. Inti dari mengikuti Yesus: adalah sangkal diri, pikul salib berarti berjalan dipimpin Roh.

Karena kepada kita Allah telah menyatakannya oleh Roh, sebab Roh menyelidiki segala sesuatu, bahkan hal-hal yang tersembunyi dalam diri Allah.

– 1 Korintus 2:10

Kita tidak menerima roh dunia, tetapi roh yang berasal dari Allah, supaya kita tahu, apa yang dikaruniakan Allah kepada kita. Dan karena kami menafsirkan hal-hal rohani kepada mereka yang mempunyai Roh, kami berkata-kata tentang karunia-karunia Allah dengan perkataan yang bukan diajarkan kepada kami oleh hikmat manusia, tetapi oleh Roh.

– 1 Korintus 2:12-13

Tetapi manusia duniawi tidak menerima apa yang berasal dari Roh Allah, karena hal itu baginya adalah suatu kebodohan; dan ia tidak dapat memahaminya, sebab hal itu hanya dapat dinilai secara rohani. Tetapi manusia rohani menilai segala sesuatu, tetapi ia sendiri tidak dinilai oleh orang lain.

– 1 Korintus 2:14-15

Manusia duniawi kita tidak memahami hal-hal yang hanya dapat dipahami oleh manusia rohani kita. Adalah pilihan kita sendiri untuk mendengar manusia duniawi atau manusia rohani kita. Jika Anda memberi diri Anda dipimpin oleh Roh, maka ini  akan membawa kegerakan dan bukan revolusi. Roh Kudus selalu menggerakkan kita menuju destinasi.

Bagaimana Anda tahu bahwa pancaindera rohani Anda terasah dan Anda sedang mentaati suara TUHAN?

Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.  –Yohanes 16:13

Roh Kudus adalah Roh Kebenaran; Dia akan selalu memimpin kita ke dalam seluruh kebenaran. Roh Kudus akan memimpin kita sehingga langkah kita sesuai dengan Firman. Dan Roh Kudus akan bersaksi di dalam roh kita; wasitnya adalah  damai sejahtera di hati kita. Selagi kita bertumbuh dari kemuliaan ke kemuliaan, dari iman ke iman, pancaindera rohani kita semakin terasah dan kita semakin sensitif terhadap suara-Nya.

Visi TUHAN selalu lebih besar dari Kapasitas Kita

Tetapi seperti ada tertulis: “Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.

– 1 Korintus 2:9

Apa yang TUHAN sediakan bagi kita sangat besar dan luar biasa dan tidak dapat ditangkap oleh pancaindera jasmaniah kita. Oleh karena itu kunci  untuk   mencapai destinasi adalah kita harus fokus pada manusia rohani kita bukan pada rasio, insting, maupun perasaan kita.  Seperti yang dikatakan oleh Maria, ibu Yesus kepada pelayan-pelayan ketika anggur di pesta perkawinan di Kana habis: ”Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu!” (Yohanes 2:5).

Hiduplah  dipimpin oleh Roh, karena hanya Roh TUHAN yang dapat memimpin  kita masuk ke dalam destinasi TUHAN.  Dengan TUHAN, batasan kita tidak lagi langit –seperti  yang dunia katakan– tetapi batasan kita adalah kasih karunia TUHAN. Kekuatan kasih karunia TUHAN menentukan level kesuksesan kita.

No longer is the sky is the limit; with God, His grace is our limit

By : Ps. Indri Gautama

sumber : http://jawaban.com/news//spiritual/detail.php?id_news=101201175224

My First Story : New Creation (English Version)


How GOD change my life from sin to the glory things

I was a student of ITB (Bandung Institute of Technology) and now is undergoing a course at the end of the Civil Engineering department. My name is Franklin Kesatria Zai. I was born in the beautiful city of Medan and my family background is quite well known to embrace the “Protestant Christianity” legally.

My father served as an elder at my church in Medan, and now also still serves as an elder (Unit Niha Keriso in nias language) since our family moved to the island of Nias in 2002. My mother is also quite well-known views of his position as representative elder in the church as well as the companion of my father. I’m pretty proud of my family situation like this. Since childhood I was known to diligently go to church every week, is active in the community, actively participates in the church choir, and the activities of the ‘smell’ spiritual. That’s all I do on top of all my ignorance, why would I do that, and also just the encouragement of my family, so I did it as if the routine activities such as my daily activities (eating, drinking, and so on). But I want to say that: No man sees God sees; man looks at the outward appearance, but the LORD looketh on the heart. (1 Samuel 16:7). Yes, I just like the robot-controlled spiritual activity that I did formerly. Behind all the activities that I do, I realized that my life is actually destroyed, and to cover up the shame that I do activities that are ‘good’ before men, but not before God.

I am devastated by heart since childhood because of myself, my family and also including my friends / my social circle. I was born with a weakened state as a man, and was supported by the condition of my family where I saw my mother as if ruled over my family and my dad like a father who did not show my mind “macho”. So my childhood living under the authority of the family, especially my mom. I also have an older sister, who was often quarreled with her and she always wins, so I consider myself a man who is weak. Not only is there alone, even in my relationships with my friends from elementary through high school since I was dubbed a weak man, with roughly the word called “sissy”. It was really made an impression on my heart and that’s one of my emotional wounds from childhood until I experienced recovery. As a child also because of my naughtiness, I stole my parents’ money. What is the purpose? Yes, the goal so I can snack at school, because I was jealous of my friends who frequent snacks, and I often begging to my friends. This is because I felt I was less noticed by my parents. When my mother knew what I did this, she called me and punish me with a vengeance. She punished me, beat me to use cane, even trample me with her feet. Not only that, she was also locked my bedroom and did not give me food, I even heard that she would endeavor to enter me into an orphanage. She dragged me out of the house, while I can only cry and do not fight because I was in grade school and my strength is not much. I am very bitter with my mom and dad are no exception and my family. They treated me so cruelly. And think it continues to exist until just before I really accepted Jesus as my Savior and Lord and experiencing recovery. Since then I have often rebelled at my parents, even curse them if I was really upset (really what I was sinful).

Time was getting passed and I will finally graduate from high school, and participate in Bogor Bimbel at my sister. At that time my sister was converted and born again, but I do not know. One day, when I was studying in preparation for SNCA, I was approached by my sister’s friend, his name is Desmond, and he talked a lot about the old life and how he was transformed by an extraordinary God. I think that his old life was not much different with my life, and I was amazed to see changes in her life. Until he told me how he accepted Jesus as Lord and Savior, and how his life changed, and then he was also challenged me to let go of my old and my life was saved by the Lord Jesus and make Him as personal Lord over my life. At that time the Lord soften my heart and I accepted Him as my Savior God. I prayed for him and I cried, but there is great joy in my life when I knew I was saved and became a new man in the Lord. That was the beginning of my new born.

I was accepted into the ITB and I was discipled by an older brother in the fellowship outstanding Zion, his name is Daniel. Because of his life, my personality is formed. I was invited by him to follow a retreat, and when I attended a retreat that I had a recovery for the recovery of my life. Who used to hate my parents, family and my friends, with the touch of God, i can love them. Readers know, that now I really love my mom and dad as I, even I still pray for them that their lives changed completely and accept Jesus as my first called by him. My relationship with my parents at present is good, even on the phone and we often joked, and laughed over the phone hahaha. My mother always advised to call me every things good, and the advice that I so earnestly desired and further strengthen me and make me love her more as a mother who is extraordinary in my life.  I love you my mom and my dad.
That’s my story of how a former garbage and think of me as someone who was rejected, now restored by the grace of GOD in the person of Jesus Christ. A beautiful blessing when I may know the grace of  Jesus Christ at this beautiful campus, ITB.
Thanks God for all of your Love in my life.

Hallelujah…!!