Inspirasi dari Kisah Arthur Ashe


Terlalu bagus untuk tidak dibagikan:

Arthur Ashe, pemain Wimbledon legendaris sekarat karena AIDS yg berasal dari darah yg terinfeksi virus ketika operasi jantung pada 1983.

Dia menerima surat dari para penggemarnya, salah satu dari mereka ada yg menyampaikan:
“Mengapa Tuhan memilih Anda untuk mendapatkan penyakit yg buruk seperti ini??”

Terhadapnya, Arthur Ashe menjawab:
Lima puluh juta anak mulai bermain tenis,
Lima juta dari mereka belajar bagaimana bermain tenis,
Lima ratus ribu belajar tenis secara profesional,
Lima puluh ribu bertanding dalam turnamen,
Lima ribu mencapai Grand Slam,
Lima puluh mencapai Wimbledon,
Empat mencapai semifinal,
Dua mencapai final dan ketika saya menggenggam pialanya, saya tak pernah bertanya pada Tuhan, “Kenapa (harus) saya?”

Jadi ketika sekarang saya sakit, bagaimana bisa saya menanyakan kepada Tuhan, “Kenapa (harus) saya?”

Kebahagiaan membuatmu tetap manis.
Cobaan membuatmu kuat. Kesedihan membuatmu tetap menjadi manusia.
Kegagalan membuatmu tetap rendah hati.
Kesuksesan membuatmu tetap berpijar.
Namun, hanya iman yg membuatmu tetap melangkah.

Layak dibagikan:

Kadang engkau merasa tidak puas terhadap kehidupanmu sementara banyak orang di dunia ini memimpikan bisa hidup sepertimu.

Anak kecil di ladamg memandang pesawat terbang di atasnya, dan memimpikan bisa terbang, tetapi sang pilot di pesawat itu memandang ladang di bawahnya dan memimpikan bisa pulang ke rumah.

Begitulah hidup.
Nikmatilah hidupmu.

Jika kekayaan adalah rahasia kebahagiaan, tentu orang-orang kaya akan menari-nari di jalanan.
Tapi? Hanya anak2 miskinlah yg melakukannya.

Jika kekuatan memang menjamin keamanan, tentu orang-orang penting akan berjalan tanpa pengawalan.
Tapi? Hanya mereka yg hidup sederhana yg bisa tidur nyenyak.

Jika kecantikan dan kepopuleran memang membawa kita pada hubungan yang ideal, tentu para selebriti pasti punya perkawinan yg terbaik.

Hiduplah sederhana
Berjalanlah dengan rendah hati.
Dan mencintailah dengan tulus

Advertisements

“PERMENNYA MASIH TERASA MANIS DI LIDAH”


Seorang lelaki tua terbaring lemah di sebuah rumah sakit.
Seorang pemuda datang membesuknya setiap hari & ia menghabiskan waktu ber-jam2 bersama lelaki tua itu. Menyuapinya, membersihkan badannya & membimbingnya ber-jalan2 di taman, lalu membantunya kembali berbaring & baru pergi setelah merasa tenang bhw orang tua itu sdh bisa ditinggal.

Suatu ketika perawat yg datang memberi obat & memeriksa kondisi orang tua itu berkata, “TUHAN telah memberkahi Bapak dg anak yg berbakti. Setiap hari ia datang untk mengurus Bapak”.

Tanpa berkata lelaki tua itu memandang perawat itu sejenak, lalu memejamkan kedua matanya. Kemudian berkata dg nada sedih, “Saya ber-angan2 andai ia adalah salah seorang anakku !
Dia adalah anak yatim di lingkungan tempat tinggal kami. Suatu ketika saya melihatnya menangis setelah kematian ayahnya. Maka sayapun membujuknya & membelikan permen untuknya. Setelah itu saya tidak pernah lagi berbincang dngnya.

Ketika ia tahu bahwa saya & istri sudah tinggal berdua saja, ia pun berkunjung setiap hari untk memastikan kami baik2 saja. Ketika kondisi fisik saya mulai menurun, ia mengajak saya & istri saya tinggal di rumahnya & membawa saya ke rmh sakit utk berobat. Saya pun bertanya, “Nak, mengapa engkau menyusahkan diri mengurus kami ?”

Sambil tersenyum ia menjawab, “Manis permennya masih terasa di mulut saya”.

TUHAN telah tetapkan Hukum Tabur Tuai !
Setiap dr kita akan memetik hasil dr apa yg pernah kita tanam. Krn itu taburlah kebaikan, walaupun cuma memberi senyuman.

Semangatlah menabur…..

Salam Bahagia Penuh Kasih

” PENJARA PIKIRAN “


Orang Tiongkok di percaya pertama kali menggunakan sikat gigi pada tahun 1400-an.

Saat itu sikat gigi di buat dari duri landak yg ditancapkan di tongkat bambu atau tulang seukuran pensil.

Penemu sikat gigi modern adalah orang Inggris bernama William Addis.

Dia memakai tulang yg dilobangi kecil²

kemudian mengisinya dgn bulu binatang dan mengelemnya menjadi satu.

William pun menjadi jutawan setelah idenya dikembangkan menjadi sikat gigi berbulu nilon

dan diproduksi oleh perusahaan Amerika bernama ‘Du Pont’ pada tahun 1938.

Tahukah anda bahwa saat William Addis menemukan konsep sikat gigi, ia sedang mendekam di penjara?

Tubuhnya di penjara tapi pikirannya.. Tidak ikut terpenjara.

Sementara banyak orang yg tdk di penjara, tetapi seringkali MEMPENJARAKAN Pikirannya sendiri.

Penjara itu berupa kata2 :
“Tidak mungkin”,

“Tidak bisa”,

“Tidak mau”,

“Tidak berani”,

dan Selalu berpikir “Tidak²”
yg lainnya kerap menjadi penghalang kita utk berkembang

Dan justru mengeluh, menyalahkan orang lain…

>MENYERAH sebelum… mencoba
>MENYERAH sebelum…. bekerja

Tuhan memberikan kita potensi diri utk kita kembangkan,
salah satunya adalah pikiran,
kreatifitas… Inovatif… dan ide2 baru… yg Smart

Jangan pernah ijinkan keadaan apapun memenjarakan pikiran kita.

“Apa yg kita pikirkan menentukan apa tindakan kita.”

“Mulailah memikirkan sebuah kemenangan daripada sebuah kekalahan”

Berhati²lah, jangan sampai terperangkap dlm penjara pikiran NEGATIF.

Mulailah memikirkan hal2 POSITIF

Dan JANGAN menarik elemen NEGATIF ke pikiran Anda.

LARILAH dari pemikiran yg hanya akan membuat Anda

-Khawatir2,

-Ketakutan,

-Pesimis

dan tdk semangat… Putus Asa

ISILAH pikiran Anda dgn hal yg baik, hal hal yg menyenangkan,
dan hal hal yg menyemangati Anda dan siapa saja.

Everyday Always POSITIF Thinking and EVERY TIME BE HAPPY:)

Enam Gol Mengapa Allah Bapa Mengutus Yesus Datang ke Bumi


Enam gol mengapa Allah Bapa mengutus Yesus datang ke bumi adalah:

  1. To reintroduce the kingdom of God on earth through mankind. Untuk memperkenalkan kembali Kerajaan Allah di bumi lewat umat manusia.
  2. To restore the righteousness and holiness of mankind back to earth. Untuk mengembalikan kebenaran dan kekudusan dari umat manusia kembali ke bumi. Karena dosa, manusia telah kehilangan kebenaran dan kekudusannya di hadapan Tuhan.
  3. To restore the Holy Spirit back to man. Untuk menempatkan kembali Roh Kudus dalam diri manusia.
  4. To retrain mankind to think like God. Untuk melatih kembali manusia untuk berpikir serupa Allah.
  5. To restore God’s kingdom rulership on earth. Untuk mengembalikan kepemerintahan Kerajaan Allah di bumi lewat manusia. Allah ingin memerintah bumi, namun Dia sendiri tidak tertarik untuk kembali ke bumi, Dia mengatur agar kepemerintahanNya di bumi itu dieksekusi oleh manusia.
  6. To return the kingdom of heaven to God’s earthly kings. Untuk mengembalikan Kerajaan Sorga kepada raja-raja-Nya  di bumi.

Dari keenam poin ini, kita bisa melihat bahwa ternyata yang ada di dalam pikiran Allah adalah semata-mata mengenai hal Kerajaan, bukan agama, dan apa saja yang sorga kerjakan di bumi, itu semua terkait dengan kita. Yesus datang ke bumi tidak untuk membawa agama, melainkan untuk membawa Kerajaan. Satu-satunya pesan yang dibawa dan diberitakanNya adalah: Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat! Bertobatlah (repent), artinya ubahlah pola pikirmu, sebab Kerajaan Allah sudah datang! Repent, reintroduce, restore, restore, retrain, restore, return; dalam setiap kata ini digunakan awalan kata ‘re’ yang artinya kembali ke kondisi orisinil. Jadi tujuan Yesus datang ke bumi semuanya meliputi kembalinya umat manusia kepada kondisi orisinilnya, yaitu kondisi pada saat manusia ditempatkan di Taman Eden dimana manusialah yang memerintah atas planet bumi.

Yesus datang untuk membawa solusi bagi planet bumi yang saat ini sedang diperintah oleh sistem dunia/ kosmos yang membuat kondisi dunia kacau-balau. Dia datang untuk memperkenalkan kembali Kerajaan Allah, suatu sistem kepemerintahan yang di dalamnya tidak terdapat kekacauan, sakit-penyakit, kemiskinan dan sebagainya tetapi kebenaran, damai sejahtera, dan sukacita. Yesus datang untuk merestorasi kebenaran dan kekudusan pada umat manusia. Yesus menangani dosa dengan cara Dia mati dan mencurahkan darah-Nya; darah-Nya membayar harga untuk penebusan dosa kita. Pada saat kita bertobat dan mengakui dosa, kita disucikan. Kita diberikan hati yang baru dan roh yang baru di dalam batin kita, dan posisi kita dikembalikan menjadi posisi yang benar di hadapan Allah. Yehezkiel 36:26-27, Yeremia 31, Ibrani 8, Ibrani 10.

Yesus datang untuk menempatkan kembali Roh Kudus dalam diri manusia. Pada mulanya manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah untuk mereka berkuasa atas bumi dan segala isinya (Kej. 1:26). Ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup. (Kej. 2:7). Tuhan tempatkan diri-Nya ke dalam diri manusia, Dia tempatkan Roh-Nya yang menjadikan manusia sebagai makhluk yang hidup (living being) dan tidak sekedar makhluk; sebab di dalam Dia kita hidup, kita bergerak, kita ada (Kis. 17:28). Namun kemudian manusia jatuh dalam dosa, dan satu tindakan pelanggaran itu saja cukup untuk Roh Kudus meninggalkan manusia, karena Allah yang kudus tidak bisa berdiam dalam bejana yang sudah melakukan dosa.

Oleh karena itu karya terbesar yang Yesus lakukan pada waktu Dia berada di planet bumi ini bukanlah kayu salib ataupun kebangkitanNya, melainkan apa yang terjadi setelah kebangkitan itu (Yoh. 20:21-22). Yesus muncul di hadapan para murid, kata-Nya kepada mereka: “Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu.” Lalu Dia melakukan tindakan yang sama seperti yang TUHAN Allah lakukan di Kejadian 2:7: Dan sesudah berkata demikian, Ia mengembusi mereka dan berkata: “Terimalah Roh Kudus”; Yesus menempatkan kembali Roh Kudus ke dalam diri manusia. Dan Roh Kudus, Dialah kunci akses kita kepada Kerajaan Allah, penggenapan daripada Kerajaan Allah, kontak kita kepada Kerajaan Allah. Roh Kuduslah jawaban untuk segala sesuatu yang kita butuhkan, dan Bapa yang di sorga, yang jauh lebih baik daripada bapa di dunia yang meskipun jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anaknya, akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada-Nya (Lukas 11:13).

Yesus datang untuk melatih kembali manusia agar berpikir serupa Allah. Enam ribu tahun kita diperbudak oleh kegelapan, namun kemudian Roh Kudus datang dan membawa terang dalam hidup kita. Yesus melepaskan, menghantarkan kita dari kerajaan kegelapan ke kerajaan terang, tetapi Roh Kudus memerdekakan kita dari mentalitas berpikir kita yang lama yang berdosa, sebab Tuhan adalah Roh, dan di mana ada Roh Allah, di situ ada kemerdekaan (Obaja 1:17, 21, 2 Kor. 3:17-18). Kita bisa sudah lahir baru, dan sebagai orang yang sudah lahir baru kita berada dalam garis keturunan Kerajaan, kita adalah pewaris takhta, tetapi kalau kita tidak memperbaharui pikiran kita, kita sedikit pun tidak berbeda dari seorang budak (Gal. 4:1-2). Disinilah peran Roh Kudus dalam  hidup kita untuk memerdekakan kita dari belenggu perbudakan. Roh Kudus akan menolong kita untuk melatih, mengkondisikan ulang cara kita berpikir, untuk kita menanggalkan pola pikir budak kita dan kembali kepada kondisi orisinil kita, kepada pola Adam berpikir sebelum dia jatuh dalam dosa. Sebab Roh Kudus, Dialah Roh Kebenaran, Roh yang memberikan kebenaran dan tidak pernah dusta, yang akan memimpin kita ke dalam seluruh kebenaran (Yoh. 16:13). Dialah Penghibur: Penasehat, Penolong, Pengantara/ Pendoa Syafaat, Pembela, Pribadi yang menguatkan, Pribadi yang berdiri di samping kita yang akan mengajarkan segala sesuatu kepada kita, mendidik, menginstruksikan, mengingatkan kita (Yoh. 14:26);  apapun informasi yang ada pada Roh Kudus yang membuat Dia powerful dan yang membuat Yesus berhasil, itu akan diberikanNya kepada kita sehingga tidak ada di antara kita yang gagal.

Undanglah Roh Kudus dalam  hidup Anda, kehadiranNya hari demi hari dalam hidup kita adalah selagi kita mengundang Dia. Dan sementara Dia berdiam dalam diri kita, dan kita bercermin kepada firman Allah serta melakukan pembaruan sesuai dengannya, kita akan diubahkan semakin hari semakin serupa dengan Allah, dan dengan demikian kembali kepada kondisi orisinil kita sebagaimana Tuhan kehendaki kita pada mulanya.

Sumber: Pastor Indri Gautama

https://www.facebook.com/notes/indri-gautama/enam-gol-mengapa-allah-bapa-mengutus-yesus-datang-ke-bumi/10155262390685035

My Favorite Christmas Carol


Mendekati Perayaan Natal yang diperingati setiap tanggal 25 Desember, disinilah saya mempersembahkan 2 buah lagu natal kesukaan saya dari Mariah Carey. Yaitu “Joy To The World” dan “O Holy Night”. Saya rekam tanpa instrument/musical, hanya vokal saja hehehe.
Selamat menikmati, dan Selamat Natal 25 Desember 2014…!!  😀
Joy to the world
The Lord is come
Let earth receive her King
Let every heart prepare Him room
And heaven and nature sing
And heaven and nature sing
And heaven and heaven and nature sing

Joy to the world
The Lord is come
Let earth receive her King
Let every heart prepare Him room
And heaven and nature sing
And heaven and nature sing
And heaven and heaven and nature sing

Joy to the earth
The Savior reigns
Let men their songs employ
While fields and floods
Rocks, hills, and plains
Repeat the sounding joy
Repeat the sounding joy
Repeat, repeat the sounding joy

Joy to the world
All the boys and girls
Joy to the people everywhere you see
Joy to you and me

Joy to the world
All the boys and girls
Joy to the people everywhere you see
Joy to you and me

He rules the world
With truth and grace
And makes the nations prove
The glories of His righteousness
And wonders of His love
And wonders of His love
And wonders, wonders of His love

Joy to the world
All the boys and girls
Joy to the people everywhere you see
Joy to you and me

Joy to the people everywhere you see
Joy to you and me

Oh, holy night, the stars are brightly shining
It is the night of our dear Savior’s birth
Long lay the world in sin and error, pining
Till He appeared and the soul felt it’s worth

A thrill of hope, the weary world rejoices
For yonder breaks a new and glorious morn’
Fall on your knees, oh, hear the Angels’ voices
Oh, night divine, oh, night when Christ was born
Oh, night divine, oh, night, oh night divine

A thrill of hope, the weary world rejoices
For yonder breaks a new and glorious morn’
Fall on your knees, oh, hear, hear the Angels’ voices
Oh, night divine, yeah, oh, night when Christ was born
Oh, night divine, oh, night, oh night divine

Oh, night divine
Oh, night divine
Oh, night divine

Kesaksian Ahok, “Gubernur Jakarta 2014-2017”


Kesaksian Basuki Tjahaja Purnama

Saya lahir di Gantung, desa Laskar Pelangi, di Belitung Timur, di dalam keluarga yang belum percaya kepada Tuhan. Beruntung sekali sejak kecil selalu dibawa ke Sekolah Minggu oleh kakek saya. Meskipun demikian, karena orang tua saya bukan seorang Kristen, ketika beranjak dewasa saya jarang ke gereja.

Saya melanjutkan SMA di Jakarta dan di sana mulai kembali ke gereja karena sekolah itu merupakan sebuah sekolah Kristen. Saat saya sudah menginjak pendidikan di Perguruan Tinggi, Mama yang sangat saya kasihi terserang penyakit gondok yang mengharuskan dioperasi. Saat itu saya walaupun sudah mulai pergi ke gereja, tapi masih suka bolos juga. Saya kemudian mengajak Mama ke gereja untuk didoakan, dan mujizat terjadi. Mama disembuhkan oleh-Nya! Itu merupakan titik balik kerohanian saya. Tidak lama kemudian Mama kembali ke Belitung, adapun saya yang sendiri di Jakarta mulai sering ke gereja mencari kebenaran akan Firman Tuhan.

Suatu hari, saat kami sedang sharing di gereja pada malam Minggu, saya mendengar Firman Tuhan dari seorang penginjil yang sangat luar biasa. Ia mengatakan bahwa Yesus itu kalau bukan Tuhan pasti merupakan orang gila. Mana ada orang yang mau menjalankaWakil_Gubernur_DKI_Basuki_TPn sesuatu yang sudah jelas tidak mengenakan bagi dia? Yesus telah membaca nubuatan para nabi yang mengatakan bahwa Ia akan menjadi Raja, tetapi Raja yang mati di antara para penjahat untuk menyelamatkan umat manusia, tetapi Ia masih mau menjalankannya! Itu terdengar seperti suatu hal yang biasa-biasa saja, tetapi bagi saya merupakan sebuah jawaban untuk alasan saya mempercayai Tuhan. Saya selalu berdoa “Tuhan, saya ingin mempercayai Tuhan, tapi saya ingin sebuah alasan yang masuk akal, cuma sekedar rasa doang saya tidak mau,” dan Tuhan telah memberikan PENCERAHAN kepada saya pada hari itu. Sejak itu saya semakin sering membaca Firman Tuhan dan saya mengalami Tuhan.

Setelah saya menamatkan pendidikan dan mendapat gelar Sarjana Teknik Geologi pada tahun 1989, saya pulang kampung dan menetap di Belitung. Saat itu Papa sedang sakit dan saya harus mengelola perusahaannya. Saya takut perusahaan Papa bangkrut, dan saya berdoa kepada Tuhan. Firman Tuhan yang pernah saya baca yang dulunya tidak saya mengerti, tiba-tiba menjadi rhema yang menguatkan dan mencerahkan, sehingga saya merasakan sebuah keintiman dengan Tuhan. Sejak itu saya kerajingan membaca Firman Tuhan. Seiring dengan itu, ada satu kerinduan di hati saya untuk menolong orang-orang yang kurang beruntung.

Papa saat masih belum percaya Tuhan pernah mengatakan, “Kita enggak mampu bantu orang miskin yang begitu banyak. Kalau satu milyar kita bagikan kepada orang akhirnya akan habis juga.” Setelah sering membaca Firman Tuhan, saya mulai mengerti bahwa charity berbeda dengan justice. Charity itu seperti orang Samaria yang baik hati, ia menolong orang yang dianiaya. Sedangkan justice, kita menjamin orang di sepanjang jalan dari Yerusalem ke Yerikho tidak ada lagi yang dirampok dan dianiaya. Hal ini yang memicu saya untuk memasuki dunia politik.

Pada awalnya saya juga merasa takut dan ragu-ragu mengingat saya seorang keturunan yang biasanya hanya berdagang. Tetapi setelah saya terus bergumul dengan Firman Tuhan, hampir semua Firman Tuhan yang saya baca menjadi rhema tentang justice. Termasuk di Yesaya 42 yang mengatakan Mesias membawa keadilan, yang dinyatakan di dalam sila kelima dalam Pancasila. Saya menyadari bahwa panggilan saya adalah justice. Berikutnya Tuhan bertanya, “Siapa yang mau Ku-utus?” Saya menjawab, “Tuhan, utuslah aku”.

Di dalam segala kekuatiran dan ketakutan, saya menemukan jawaban Tuhan di Yesaya 41. Di situ jelas sekali dibagi menjadi 4 perikop. Di perikop yang pertama, untuk ayat 1-7, disana dikatakan Tuhan membangkitkan seorang pembebas. Di dalam Alkitab berbahasa Inggris yang saya baca (The Daily Bible – Harvest House Publishers), ayat 1-4 mengatakan God’s providential control, jadi ini semua berada di dalam kuasa pengaturan Tuhan, bukan lagi manusia. Pada ayat 5-10 dikatakan Israel specially chosen, artinya Israel telah dipilih Tuhan secara khusus. Jadi bukan saya yang memilih, tetapi Tuhan yang telah memilih saya. Pada ayat 11-16 dikatakan nothing to fear, saya yang saat itu merasa takut dan gentar begitu dikuatkan dengan ayat ini. Pada ayat 17-20 dikatakan needs to be provided, segala kebutuhan kita akan disediakan oleh-Nya. Perikop yang seringkali hanya dibaca sambil lalu saja, bisa menjadi rhema yang menguatkan untuk saya. Sungguh Allah kita luar biasa.

Di dalam berpolitik, yang paling sulit itu adalah kita berpolitik bukan dengan merusak rakyat, teta10861098_899244793428549_6761610231057578038_opi dengan mengajar mereka. Maka saya tidak pernah membawa makanan, membawa beras atau uang kepada rakyat. Tetapi saya selalu mengajarkan kepada rakyat untuk memilih pemimpin: yang pertama, bersih yang bisa membuktikan hartanya dari mana. Yang kedua, yang berani membuktikan secara transparan semua anggaran yang dia kelola. Dan yang ketiga, ia harus profesional, berarti menjadi pelayan masyarakat yang bisa dihubungi oleh masyarakat dan mau mendengar aspirasi masyarakat. Saya selalu memberi nomor telepon saya kepada masyarakat, bahkan saat saya menjabat sebagai bupati di Belitung. Pernah satu hari sampai ada seribu orang lebih yang menghubungi saya, dan saya menjawab semua pertanyaan mereka satu per satu secara pribadi. Tentu saja ada staf yang membantu saya mengetik dan menjawabnya, tetapi semua jawaban langsung berasal dari saya.

Pada saat saya mencalonkan diri menjadi Bupati di Belitung juga tidak mudah. Karena saya merupakan orang Tionghoa pertama yang mencalonkan diri di sana. Dan saya tidak sedikit menerima ancaman, hinaan bahkan cacian, persis dengan cerita yang ada pada Nehemia 4, saat Nehemia akan membangun tembok di atas puing-puing di tembok Yerusalem.

Hari ini saya ingin melayani Tuhan dengan membangun di Indonesia, supaya 4 pilar yang ada, yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika bukan hanya wacana saja bagi Proklamator bangsa Indonesia, tetapi benar-benar menjadi pondasi untuk membangun rumah Indonesia untuk semua suku, agama dan ras. Hari ini banyak orang terjebak melihat realita dan tidak berani membangun. Hari ini saya sudah berhasil membangun itu di Bangka Belitung. Tetapi apa yang telah saya lakukan hanya dalam lingkup yang relatif kecil. Kalau Tuhan mengijinkan, saya ingin melakukannya di dalam skala yang lebih besar.

Saya berharap, suatu hari orang memilih Presiden atau Gubernur tidak lagi berdasarkan warna kulit, tetapi memilih berdasarkan karakter yang telah teruji benar-benar bersih, transparan, dan profesional. Itulah Indonesia yang telah dicita-citakan oleh Proklamator kita, yang diperjuangkan dengan pengorbanan darah dan nyawa. Tuhan memberkati Indonesia dan Tuhan memberkati Rakyat Indonesia.

Sumber: Kesaksian-Life

5264_525623240847156_156983479_n

Meriahnya Panggung Pasar Seni ITB 2014…!


Unik, lucu, capek, geregetan, sesak, keratif, keren (nano-nanolah) mungkin itulah kata-kata yang cocok saya gambarkan terhadap Pasar Seni ITB 2014 yang digelar hari Minggu, 23 November 2014 lalu. Semua hal dapat dirasakan, apalagi yang paling berkesan tuh ya sewaktu perginya ke pasar seninya itu loh. Bayangin aja coba mosok dari tempat saya menginap (Puri Cipaganti) sampai ke ITB muacet total rek..! Kebayang kan kalau saya memilih untuk naik angkot, bakal berapa lama nyampenya ke ITB? Bisa-bisa 2 jam lagi   baru nyampe, wuihhhh. Akhirnya dengan terpaksa saya memilih untuk berjalan kaki dari penginapan sampai ke ITB walaupun dengan kondisi gerimis (tirisss euy). Walaupun ditempuh dengan jalan kaki, tetapi saya tetap semangat karena tidak sabar untuk menghadiri pasar seni ITB yang hanya 4 tahun sekali itu.

Ditengah perjalanan, setel1463505_603864599743177_2498918116110767351_nah sampai di simpang dago, saat menuju ke jalan ganesha, tiba-tiba saya ketemu dengan wakil gubernur Jabar, Pak Dedi Mizwar. Beliau tidak berpakaian resmi, dan tidak ada protokoler, tapi beliau Cuma berjalan kaki seperti baru habis olahraga, hehehehe… Tapi ya cuekin ajalah, yang penting udah berpapasan wkwkwk. Saat tiba di depan jalan ganesha (Depan RS Boromeus), tampak massa yang sudah begitu ramai memenuhi pasar seni. Wuihhh begitu sesak, ternyata pasar seni bahkan digelar sampai di luar kampus hingga ujung ke ujung jalan Ganesha. Gilee, emang benar sih kalau pasar seni yang katanya terbesar di ASEAN ini memang ramai bingit pengunjung, seakan-akan tak peduli kalau cuaca dingin dan gerimis.10446352_603866496409654_9087398927302091685_n

Nah belum juga saya sampai di mulut (gerbang selatan) kampus, sudah terpampang gagah gerbang pentas seni yang terbuat dari susunan potongan-potongan balok kayu yang ditata sedemikian sehingga seperti sebuah tugu yang kokoh menjulang ke angkasa, tiga di sebelah ujung jalan ganesha, dan tiga di sisi lainnya. Keren coy! Nah hal unik selanjutnya yang saya temukan adalah miniatur presiden RI yang sekarang, yup miniaturnya pak Jokowi.. Kerenlah yang buat, ditambah dengan sIMG-20141123-00606logan (yel2) nya yang sudah mendunia, yaitu kerja, kerja, kerja..! Hehehe mantap. Tanpa menyia-nyiakan kesempatan langsung deh saya dokumentasikan dalam bentuk foto. Sembari menyusuri jalan yang sesak menuju gerbang kampus tercinta, eh ternyata ketemu sama teman lama, yaitu kang Iwan setiawan yang juga katanya sudah beberapa kali mengitari pasar seni dari pagi (wiih kaga cape apa? Hehe). Pembicaraan hangat pun terjadi sampai akhirnya berpisah di gerbang kampus.

Sesampainya di gerbang kampus, ada peliput berita pasar seni dari Metro TV (tak taulah apa saya kena sorot juga wakIMG-20141123-00611tu diliput kemarin hahaha ngarep). Dan disitu juga ketemu dengan teman lama seperjuangan sewaktu TA hahaha, siapa lagi kalau bukan Sasiji Prabu. Kabar gembiranya ternyata dia sudah dapat tawaran kerja di PLN dan akan mengikuti training, yah puji Tuhan, daripada nganggur kan ya hehehehe, congrats bro Prabu. Lanjut lagi masuk ke dalam kampus untuk menemukan keunikan2 lainnya di pasar seni. Ada jari-jari raksasa yang seakan-akan menarik pengunjung untuk menikmati keunikan pasar seni tersebut. Kemudian ada semacam tiruan dinosaurus (sejenis T-Rex) yang menambah keunikan pemandangan di area pasar seni.

Selanjutnya saya mulai mengitari stand-stand yang berisi karya kreatif berbagai lapisan mahasiswa dan masyarakat yang dipamerkan dan dijual di pasar seni tersebut. Mulai dari aksesoris, pernak-pernik, galeri lukisan, galeri pakaian unik, galeri patung, dan lain-lain. Sangat memuaskan mata lah intinya di pasar seni kali ini sekalipun beberapa kali hujan dan gerimis melanda hehe. Melaju terus sampai di CC (Campus Center) saya menikmati tarian kreatif (modern dance) dari penyemangat pasar seni hehehe. Keren lah pokoknya hehe.

Satu hal yang tidak ketinggalan juga, di pasar seni tersebut tak lupa juga untuk mengadakan komsel dan IMG-20141123-00628konseling bersama “ortu” PA (Kakak PA) yang setia sejak dari kampus. Yap siapa lagi kalau bukan koko Yulianto! Hehehe. Emang udah janjian sih di hari sebelumnya untuk ketemu dan konseling di pasar seni ini. Yah itung-itung selain menikmati seni dan karya manusia juga menikmati karya Tuhan Yesus dalam konseling bersama koko Yulianto. Banyak hal yang dibicarakan tapi ya intinya supaya kembali memiliki HPDT (Hubungan intim dengan Kristus) dan supaya tetap berdoa dalam mengambil setiap keputusan. Kira-kira begitulah hasil komsel bersama kakak PA tercinta. Dan tak lupa juga sehabis itu untuk foto bareng (maklum narsis/selfie yang gak sembuh-sembuh sejak dari zaman baheula/kuliah, hahahaha).

Sehabis komsel di pasar seni yang meriah itu, tak lupa juga saya menyempatkan untuk membeli sedi1508150_603768393086131_4556590901310748457_n - Copykit aksesoris yang unik yaitu gantungan kuunci dan patung anjing mini hehehe. Tak hanya itu saya juga mengisi perut dengan beberapa makanan yang rasanya cukup wah seperti sosis, hotdog, dan bakso goreng dengan minumnya fruit tea ahhh kenyang dah. Thanks for Pasar Seni ITB 2014 yang sudah menggelar acara dengan sangat meriah, unik, dan kreatif, walaupun saya belum nangkep secara keseluruhan inti Pasar Seninya, tapi ya semuanya menggambarkan hasil kreatif anak bangsa lah. Di acara trsebut juga tampil beberapa warga asing untuk menikmati hasil kreatif anak bangsa di almamater kampus tercinta tentunya 🙂

IMG-20141123-00631

IMG-20141123-00609  Sukajadi-20141123-00625

IMG-20141123-00608

IMG-20141123-00616

IMG-20141123-00630