Secercah Visi Sion di belahan kota Luwuk.


logo_sion_edited_2

Kau mengasihi Sion dengan tiada batas

Kau memelihara Sion dengan kesetiaan-Mu

Sungguh dalam tiada terduga

Dan tinggi tiada terkira

Kasih-Mu atas kami besar

 

Kau t’lah memilih Sion sesuai rencana-Mu

Kau menetapkan Sion jadi tentara-Mu

Ini kami utuslah kami

Tuhan pakailah kami

Genapi rencana-Mu sempurna atas kami

 

Mahkota keagungan serban

Kerajaan di tangan Allah

Yang bersuami negeri yang tidak disebut sunyi

Imam Tuhan pelayan Allah

Pohon tarbantin kebenaran-Nya

Membawa jiwa-jiwa menyembah-Mu.

 

Ini doa kami..

Ini hidup kami..

Buat kami setia, pakailah kami, jadikan kami..

 

Demikianlah lagu ini bergema bagi setiap hati yang benar-benar mengaku dirinya sioners.

IMG_20130725_0093844Hari ini, di pagi hari ketika mandi tiba-tiba saya teringat dengan lagu ini. Lalu bersenandung kecil seperti kebiasaan saya pada umumnya di kamar mandi ketika mandi. Saya menyanyi dan terus menyanyi lagu ini berulang-ulang. Inilah yang saya lakukan sebelum berangkat kerja di lapangan proyek. Sesaat setelah itu saya kembali terbakar dan diingatkan oleh Dia, Allah yang berdaulat itu, akan visi-Nya yang dahsyat yang telah Dia lahirkan jauh sewaktu saya masih kuliah di tahun-tahun saya yang pertama yaitu tahun 2007. Saya merasa bahwa saya dilawat ketika itu, dan memang benar saya dilawat saat di kamar mandi, pagi hari ini. Kemudian saya bekerja seperti biasa dan lalu pulang pada pukul 6 sore WITA, makan malam (dinner) lalu duduk santai di depan laptop saya di tempat tidur. Ketika saya duduk, saya kembali teringat akan peristiwa pagi tadi, saat saya dilawat Tuhan, dan kembali mengingat lagu ini. Maka saya pun menuliskan notes ini karena inilah yang harus saya lakukan saat ini.

IMG_20130922_00135854Tuhan memberikan visi ini bukan untuk dijadikan suatu simbol atau hanya sebagai pengetahuan saya saja. Tetapi supaya saya tahu bahwa saya adalah duta Allah yang Maha Tinggi yang telah Dia utus ke dalam dunia yang penuh dengan dosa, ketika Dia memanggil saya ketika saya baru akan masuk kuliah di tahun 2007. Saya ingat saat-saat saya lahir baru dibulan Mei tanggal 17, dimana pada hari yang luar biasa itu Tuhan melawat saya, begitu indah dalam hadiratNya. Hari pertama Roh-Nya lahir di hati saya. Hari dimana saya menjadi orang benar-Nya Tuhan dan dikuduskan untuk suatu maksud yang mulia. Dan maksud yang mulia itu yaitu visi Tuhan yang terlahir oleh karena Dia melahirkan Roh-Nya di dalam saya, semakin jelas ketika saya memasuki perguruan tinggi terbaik di negeri ini, Institut Teknologi Bandung (ITB).

Bukan suatu kebetulan kalau saya ditempatkan Tuhan kuliah di ITB, dijangkau oleh kakak PA yang luar biasa, kalau orang elite bilang “great”, dan tergabung dalam keluarga-Nya yang bernama sion ministry, yang memiliki suatu anugerah yang luar biasa yang telah lama Tuhan percayakan yaitu Visi Sion. Visi yang berlambang burung rajawali, dan saya adalah rajawalinya Allah. Visi-Nya itu adalah menjadi tempat persemaian bagi mahasiswa untuk memberkati kampus sendiri (ITB), kampus-kampus, Indonesia, sampai kepada suku-suku bangsa. Sungguh visi yang amat sangat besar dan sulit apabila dilakukan dengan daging tetapi menyenangkan apabila dilakukan dengan roh yang baru yang adalah ciptaan yang baru di dalam Kristus.

IMG_20130725_0093649Saya teringat saat masa-masa kuliah, lagi cupu-cupunya tingkat 1, dimuridkan oleh bang Daniel (MA’04), masa-masa jahiliyah, tetapi banyak mengecap kasih karunia Tuhan. Dari pemuridan lah saya belajar karakter Kristus yang membawa saya kepada visi-Nya yang besar itu, visi sion yang mulia itu yang tidak bisa ditukar dengan segala apa yang saya miliki. Saya diajar untuk memuridkan lagi orang-orang baru, yang belum mengenal kasih karunia dan keselamatan dalam Kristus. Memang tidak dapat dipungkiri kalau saya adalah orang yang terhitung gagal dalam pemuridan di kampus. Tetapi visi ini, yang telah Tuhan lahirkan dalam hati saya, tidak bisa hilang begitu saja. Karena ini adalah anugerah Allah, ini adalah tugas yang mulia yang telah Tuhan percayakan bagi setiap sioners, termasuk saya. Sekalipun saya gagal, jatuh bagun dalam dosa, tetapi Tuhan selalu dapat memulai yang baru dalam hidup saya. Dia membakar kembali hati saya, Dia mengasihi saya sehingga Dia mengangkat saya kembali kepada visi yang besar ini. IMG_20130725_0093733Karena visi ini jugalah yang membuat hati saya hancur bagi keluarga saya. Dan Tuhan bekerja secara luar biasa mengubahkan keluarga saya menjadi seutuhnya percaya dan bertobat kepada Kristus. Papa, mama, tante, dan adik saya, seorang protestan fanatik yang tidak tau kebenaran sejati dalam Kristus, yang hanya tahu firman tetapi tidak menjadi kehidupan dalam hidup mereka. Tetapi Tuhan mengubah mereka berbalik semuanya 180 derajat kepada salib Kristus. Saat ini mereka sudah menjadi ciptaan baru, the new creation in Christ, no turning back, katakan amin!

Back to vision, tidak suatu kebetulan Tuhan telah membawa saya bekerja di kota asing yang sama sekali belum pernah saya kenal. Tetapi saya tau, bahwa ada banyak jiwa dari berbagai suku yang merindukan Tuhan di kota ini, di desa Paisubuloli, kota Luwuk. Bahkan di proyek tempat saya bekerja. Ada beberapa suku yang saya tau seperti suku bugis, bone, wajo, ada banyak juga orang aceh, padang,dll. Melihat ini, hati saya tidak bisa tinggal tenang, bekerja, bekerja, bekerja dan bekerja saja. Oh tidak….!, saya tidak mau menjadi orang-orang yang hidup dalam rutinitas dunia, tetapi bangkit, karena saya tau saya Duta Allah yang tidak berasal dari dunia ini. Injil hanya menjadi malapetaka ketika tidak diberitakan, tetapi menjadi kabar baik ketika sampai kepada mereka yang haus dan lapar akan Kristus yang menyelamatkan itu. Saya tau saya tidak kebetulan disini, Tuhan punya maksud yang besar yang mau Dia lakukan di dalam saya lewat saya bekerja di kota ini, lebih tepatnya di desa ini.

IMG_20130725_0093951Dalam kasih karunia Tuhan, saya percaya bahwa akan ada banyak suku bangsa disini yang akan dibawa kepada keselamatan dalam Kristus. Saya mau berdoa terus dan terjadilah itu! Biarlah kemuliaan dan kuasa Tuhan nyata lewat pekerjaan saya, lewat hubungan saya dengan berbagai orang dari berbagai suku bangsa di proyek ini. Tuhanlah yang akan bertindak, walau saya masih merasa gentar, tapi saya tahu, bahwa saatnya nanti, Tuhan akan membawa saya kepada orang-orang yang siap untuk menerima Injil Kerajaan Allah yang mulia itu. Karena visi akan terus ada sampai saya dipanggil olehNya. Biarlah saya dan saudara-saudara yang terkasih dalam Kristus tetap berkobar, tetap memiliki Roh yang sama, yang mengerjakan visi Tuhan yang besar ini sampai nanti, maranatha kedatangan Kristus yang kedua kali.

Amin…!

 

IMG_20130922_0014310

IMG_20130922_00135822

 

Tuhan Allah tidak pernah meninggalkanku (Part One)


Yesaya

53:3 Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan; ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kita pun dia tidak masuk hitungan.

53:4 Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah.

53:5 Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.

Ayat-ayat Firman Tuhan di atas selalu menjadi kekuatan bagiku di saat aku mengalami kelemahan ataupun penyakit dalam hidupku. Aku percaya bahwa Tuhan tidak pernah berbohong akan Firman-Nya. Dia selalu mengerjakan tepat pada waktu-Nya dan selalu di luar dugaan manusia (lebih dari apa yang kita pikirkan).

Aku sangat diberkati dengan ayat-ayat tersebut, dan itu menjadi nyata di dalam hidupku. Tuhan tidak pernah meninggalkanku, sekalipun aku jatuh, Dia selalu siap untuk membuka tanganNya menerima aku kembali dalam Kasih-Nya yang besar. Ia penyembuh yang hebat, Pemulih yang luar biasa. Beribu tahun silam Dia sudah datang ke dunia, dan menunjukkan kasih-Nya. Pengorbanan-Nya di kayu salib itu nyata, dan tidak sia-sia, bahkan sampai sekarang dampak pengorbanan-Nya, Karya-Nya menjadi sangat nyata dalam kehidupanku. Dia remuk oleh karena dosaku, Dia mati untukku, Dia dicambuk, supaya aku sembuh, Dia tertikam karena Dia tau bahwa Dia harus menyembuhkan setiap kelemahan kita, setiap keluh kesah kita, setiap penyakit dan ketakutan kita. Dia harus merelakan persekutuan dengan Bapa supaya kita memperoleh pemulihan persekutuan dengan Bapa yang telah dirusak oleh karena dosa.

Aku seorang pendosa tetapi Dia bersihkan dengan darahNya yang kudus, seorang yang penuh kesakitan karena keterikatan dosa tetapi disembuhkan oleh bilur-bilurNya. Sekitar 5 bulan yang lalu aku memeriksakan diri ke salah satu klinik di bandung untuk ikut tes VCT. Tes VCT ini untuk memeriksa apakah seseorang sudah terjangkit virus HIV atau belum. Dan hasil tes menyatakan aku positif HIV. Pertama aku mendengar hal itu bagiku itu suatu yang biasa saja. tetapi beberapa hari setelah aku mencoba menggali lebih banyak info tentang HIV, aku mulai diselimuti rasa ketakutan yang amat sangat. Kematian seakan begitu dekat dengaku, oh Tuhan kenapa sampai aku mengalami hal ini? Tetapi sekali lagi kukatakan bahwa inilah akibat dosa. Dosa mendatangkan maut! aku mulai takut untuk hidup dan bergaul dengan siapapun, aku mulai meragukan kuasa Tuhan yang mampu memulihkanku, tetapi aku tau, Tuhan tak pernah meninggalkanku! Aku menyadari bahwa sebelum aku tau hal ini, aku telah terjun terlalu jauh ke dalam dosa percabulan yaitu dosa homoseksual. Aku melakukan pergaulan bebas dengan banyak pria yang tak ku kenal, sampai aku menyadari bahwa aku terlalu jauh melangkah. Tetapi Tuhan mengasihiku, Ia mau supaya aku kembali berbalik padaNya walaupun ada konsekuensi dari dosa yang aku lakukan. Sejak itu aku hanya bisa menangis, mengurung diri dan pengen sekali ingin bunuh diri. Tetapi selalu saja ada kekuatan entah darimana sehingga aku bisa bertahan.

Sejak pemeriksaan Virus HIV lewat VCT tersebut, aku dan kakakku pun pergi untuk konseling selanjutnya. Sebelumnya kami berdoa supaya Tuhan menyatakan bagaimana kami harus menghadapinya, apakah harus benar pergi konseling dan mengambil obat atau menunggu mujizat Tuhan. Tetapi Dia mau supaya aku mengikuti proses terapi layaknya orang yang sudah terjangkit HIV (ODHA). Dengan keyakinan kami pergi ke konseling bertemu dokter dan mulai terapi minum obat ARV selama seminggu. Aku tau kalau aku sudah mulai minum obat, itu artinya akan selalu aku lakukan sampai akhir hidupku. Ketakutan itu muncul lagi karena aku paling tidak nyaman dengan yang namanya obat apalagi harus seumur hidupku. Beberapa minggu setelah terapi obat, aku mengalami DBD dan sindrome yang membuat kulitku pecah-pecah dan menjadi hitam. Disitu aku sudah mulai ragu lagi dengan Tuhan, tetapi kakakku tetap menguatkanku dan juga teman-temanku dan pembimbing rohaniku. Tuhan mau supaya aku pulang ke Nias bertemu dengan keluarga dan terbuka serta rekonsiliasi dengan orangtuaku. Dengan tubuh yang sangat lemah aku pulang Nias, Di pesawat aku sudah hampir mati tetapi Tuhan tetap menjaga dan menguatkanku sehingga aku sampai di rumahku di Nias dengan selamat walau dalam keadaan yang mengerikan. Orangtuaku terkejut dan sedih melihat keadaanku. Aku pun mengambil waktu yang tepat untuk ngobrol dengan mereka. Pada waktu ngobrol, ada begitu banyak ketakutan dan intimidasi, tetapi aku tetap beranikan diri untuk jujur. Dan setelah ortu tau mengenai hal ini, mereka tidak marah padaku tetapi mereka sedih dan menangis dan berdoa minta ampun serta kesembuhan yang dari Tuhan. Aku sangat bersyukur, aku bisa terbuka dan rekonsiliasi dengan mereka. Mama dan papaku tetap menguatkanku dan terus mengingatkanku akan janji-janji Tuhan yang menyembuhkan. Tuhan menyembuhkanku dari DBD dan sindrome tersebut. Dua minggu lebih aku di Nias dan aku cukup kuat untuk kembali lagi ke bandung. Puji Tuhan! (tetapi aku masih harus terus terapi obat ARV).

Satu setengah bulan setelah aku kembali ke bandung aku terkena anemia yang luar biasa, dan juga asam lambung yang tinggi selama berminggu-minggu hingga akhirnya pada akhir april 2012 aku di rawat di Rumah Sakit. Intimidasi kembali datang dan imanku mulai melemah. Pada saat itu yang kupikirkan hanyalah kematian dan kematian, ga ada gairah untuk hidup lagi. Kepala begitu pusing dan badan panas dingin. HB (Hemoglobin) ku turun drastis pada skala 5 dari skala normal 12. Tetapi aku tetap pegang janji Tuhan di Yesaya 53 bahwa Dia telah menyembuhkanku oleh bilur-bilurnya dan bagianku adalah percaya saja. Beberapa hari di rumah sakit banyak teman-teman 2007 pelayanan Sion dan juga mamaku menjenguk dan memberikan support, dan aku sangat diberkati oleh kehadiran mereka. Setelah transfusi darah dan HBku naik ke skala 7 aku diizinkan untuk di rawat jalan dan pulang dari RS. Aku konsultasi ke klinik dimana aku terapi obat ARV bahwa memang ada efek samping obat tersebut yang menyebabkan penderita yang mengonsumsinya terkena Anemia yang luar biasa. Obatpun di substitusi ke obat yang baru yang efeknya lebih kecil. Tetapi 2 minggu setelah itu aku kembali mengalami penurunan sel darah merah (HB) yang drastis dan anemia akut. Kepala mulai lagi pusing dan panas dingin. Aku hanya bisa berbaring di tempat tidur Kosan selama 2 minggu, dan aku hanya bisa menangis, ingin rasanya bunuh diri. Tuhan kenapa Kau membiarkan aku lagi dalam keadaan lemah seperti ini?? teriak batinku. Aku mencoba untuk bunuh diri tetapi Tuhan tidak mau aku melakukan hal itu, selalu ada yang meenghalangiku. Puji Tuhan, pada akhir Mei 2012 seorang rekan 2007 Lukman, mau menolongku mengantarkan kerumah sakit kembali. Saat mendaftar untuk menemui dokter penyakit dalam aku tidak tau lagi dan sudah mulai hilang kesadaran. Pandangan sudah gelap dan kaki sudah sangat lemah, tapi Tuhan tetap menguatkanku. HB ku mulai diperiksa dan skalanya turun drastis menjadi 3. Menurut Medis, orang yang HB nya skala 3 sudah sangat kristis bahkan ada yang sampai meninggal. Puji Tuhan aku masih diberikan kesempatan hidup.  Aku kembali di rawat dan di transfusi 6 labu darah selama 3 hari. Setelah 3 hari tersebut aku boleh rawat jalan lagi dan pulang kekosan. Yang lebih luar biasanya lagi, aku tidak pernah lagi mengalami anemia sampai sekarang.

Tuhan mau supaya aku sembuh dan melayani Dia lagi. Dia membebaskanku dari keterikatan Imagehomoseksual. Aku bersyukur bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkanku sedetikpun. Bahkan di saat-saat menghadapi kematian, Dia memberikan kehidupan yang nyata kurasakan. Tuhan mengasihiku dan Dia tidak ingin aku mati dalam kesia-siaan. Karena aku mau semakin percaya dan berharap hanya kepadaNya. Sekalipun saat ini aku masih terapi obat ARV, namun aku percaya Tuhan pasti akan menyembuhkan aku dengan mujizatNya yang nyata sehingga aku tidak perlu lagi minum ARV dan bisa menjadi kesaksian bagi banyak orang yang mengidap HIV.  Sampai sekarang aku tidak lagi mengalami rasa pusing, anemia dan panas dingin, dan sampai saat ini Tuhan mengijinkan aku kembali menikmati hubungan yang intim denganNya dan boleh melayani Dia dengan keadaan yang sehat. Dan aku pun dapat kembali mengerjakan TA/Skripsi….

Praise the Lord, Jesus Christ….!

Inilah lagu yang selalu merhema dihatiku sejak aku sembuh total dari anemia:

KAU BAPA YANG MENGASIHIKU

KUASA-MU MEMULIHKANKU

HATI YANG BARU KAU BERIKAN

UNTUK KU DAPAT MELIHAT

RENCANA-MU INDAH BAGIKU

KAU ADA DI S’TIAP JALANKU

HATIKU HAUS DAN LAPAR

AKAN ENGKAU

REFF:

KAULAH SEGALANYA DI DALAM HIDUPKU

KERAJAAN-MU KEBENARAN-MU ITU BAGIANKU

KAULAH YANG KU PANDANG SELAMA HIDUPKU

MENGASIHI-MU MEMULIAKAN-MU

BAPA DAN RAJAKU

Dalam Tuhan selalu ada Kekuatan dan HARAPAN…!!!

Nantikan part berikutnya…….

 

Skripsi Kakak saya : Wow Amazing……!!


Malam Valentine kemarin (tepatnya tanggal 13 Februari 2012), suatu hal yang tidak kuduga, aku bisa share dan ngomong heart to heart dengan kakak kandungku sendiri. Waktu itu dia ada dikosan aku, karena dia mengunjungi aku dimasa-masa yang sukar ini, dikala aku mendapat penyakit yang menurutku cukup serius.

Kami berbicara banyak hal, khususnya dalam hal tugas akhir dan keluarga kami.  Awalnya kami makan malam bersama, setelah akuselesai mengajar privat dan setelah kakakku ga makan seharian karena keasyikan belanja tadi siangnya heheh (gubrak). Kakak bercerita banyak hal tentang bagaimana hidupnya, tentang bagaimana dia melihat mujizat dan keajaiban pertolongan Tuhan dalam skripsinya.

Awalnya dia juga ragu dan takut apakah dia bisa mengerjakan skripsi itu dengan baik dan apakah skripsinya bakal menjadi skripsi yang bagus atau skripsi abal-abal.  Puji Tuhan dia mendapatkan dosen yang baik dan penuh perhatian. Dia mulai mengerjakan skripsi itu bersama dengan tuntunan Tuhan. Banyak kesulitan yang dia hadapi, bahkan pernah seharian atau mingguan dia hanya mempelajari suatu hal yang dia tidak mengerti. Sampai pada akhirnya dengan pertolongan Roh Kudus, dia mengerti materi yang dia pelajari itu. Amazing. Walau 2-3 bulan sempat tertunda skripsinya dikarenakan adanya mata kuliah yang lain, tetapi, skripsinya tidak pernah terlambat untuk dia kejar.  Pada saat memulai pengolahan data untuk skripsinya itulah yang membuat dia sangat lambat, karena dia harus mempelajari materinya terlebih dahulu. Awalnya dia berdoa kepada Tuhan supaya skripsinya tidak menjadi skripsi abal-abal tetapi benar2 skripsi yang memberkati bangsa :D.  Tetapi seiring berjalannya waktu, dia hampir saja sudah pasrah/kehilangan harapan akan skripsi yang terbaik yang dia capai. Karena dia harus segera menyelesaikannya, oleh karena itu dosennya menganjurkan untuk mengambil data sekunder saja dari data umum yang ada, sehingga skripsinya menjadi pengolahan data yang kuantitatif, bukan kualitatif. Hal inilah yang membuatnya tidak terlalu berharap lagi bahwa skripsinya bisa berguna memberkati bangsa. Tetapi Tuhan itu ajaib dan setia! Dia selalu mendengar dan mempermuliakan anakNya supaya setiap orang diberkati. Hari sidang pun dimulai, dan taukah kalian, bahwa kakak saya hanya sidang selama 40 menit, 20 menit presentasi dan 20 menit tanya jawab, itupun tanya jawabnya tidak seberapa hanya untuk merevisi saja, dan alangkah ajaibnya Tuhan, revisian skripsinya sedikit sekali. Dan tidak hanya itu saja, buku skripsi yang dibuat oleh kakak aku ini bahkan direkomendasikan untuk diuji oleh dosen spesialis (bukan penguji biasa), yang nantinya akan dijadikan bahan untuk transformasi undang-undang pemberdayaan wanita (topik skripsi kakak saya ini mengenai pemeliharaan dan pemberdayaan wanita, jurusan fakultas kesehatan masyarakat UI). Saat dia mendengar hal ini, dia hanya bingung dan terkagum-kagum… dan berkata bahwa ” Tuhan, Engkau ajaib dan setia, aku heran bahkan skripsiku akan dihargai sejauh ini…”. Ini bukti bahwa Tuhan mau skripsi yang kakakku kerjakan dapat memberkati bangsa-bangsa (apalagi sudah mau diuji menjadi bahan transformasi undang-undang tersebut). WOW….!! bukankah ini yang dinamakan memberkati bangsa?? padahal awalnya dia sudah pasrah apakah skripsinya bisa sebagus itu? Kalau bukan pekerjaan Tuhan, siapa lagi?

Saya yang mendengarkannya begitu kagum sekali. Dan kakak saya menguatkan saya lewat kesaksian itu, bahwa bersama Tuhan tidak ada yang sukar, tidak ada yang mustahil. Dia mengingatkan bahwa bagian saya adalah nilai skripsi yang terbaik, bukan DO, bukan TA yang jelek (nilai E), tetapi TA yang terbaik, TA yang berjalan lancar dan membuat banyak orang terkagum. Walau aku belum melihat hal itu, aku tetap mau percaya bahwa itulah bagianku.  Aku tidak tahu apakah aku bisa selesai dalam 3 minggu ini (menuju deadline sidang 7 maret 2012). Padahal skripsiku juga belum ada apa-apanya. Tetapi aku mau percaya kalau Tuhan saja mengasihi banyak orang seperti kakak aku, dan mempermuliakannya, maka Tuhan juga melakukan hal yang sama dalam hidupku sebagai anak-Nya yang kekasih. Aku percaya waktu yang 3 minggu ini lebih dari cukup, karena Tuhanlah yang besertaku, Tuhanlah pertolonganku. Aku mau lakukan yang terbaik dan tetap mau berserah pada Tuhan. Aku mau melihat mujizat Tuhan bekerja dalam skripsiku. Kalau Dia sanggup menciptakan dunia dalam 6 hari, pasti Dia sanggup menolongku menyelesaikan skripsiku sebelum Selesai deadline sidang. Bagi-Nya ini perkara yang sangat mudah.Tak ada yang mustahil bagi Tuhan!

Nantikan ceritaku bersama dengan Tuhan dalam skripsiku berikutnya yah……  Praise Amazing God!!

My First Story : New Creation (English Version)


How GOD change my life from sin to the glory things

I was a student of ITB (Bandung Institute of Technology) and now is undergoing a course at the end of the Civil Engineering department. My name is Franklin Kesatria Zai. I was born in the beautiful city of Medan and my family background is quite well known to embrace the “Protestant Christianity” legally.

My father served as an elder at my church in Medan, and now also still serves as an elder (Unit Niha Keriso in nias language) since our family moved to the island of Nias in 2002. My mother is also quite well-known views of his position as representative elder in the church as well as the companion of my father. I’m pretty proud of my family situation like this. Since childhood I was known to diligently go to church every week, is active in the community, actively participates in the church choir, and the activities of the ‘smell’ spiritual. That’s all I do on top of all my ignorance, why would I do that, and also just the encouragement of my family, so I did it as if the routine activities such as my daily activities (eating, drinking, and so on). But I want to say that: No man sees God sees; man looks at the outward appearance, but the LORD looketh on the heart. (1 Samuel 16:7). Yes, I just like the robot-controlled spiritual activity that I did formerly. Behind all the activities that I do, I realized that my life is actually destroyed, and to cover up the shame that I do activities that are ‘good’ before men, but not before God.

I am devastated by heart since childhood because of myself, my family and also including my friends / my social circle. I was born with a weakened state as a man, and was supported by the condition of my family where I saw my mother as if ruled over my family and my dad like a father who did not show my mind “macho”. So my childhood living under the authority of the family, especially my mom. I also have an older sister, who was often quarreled with her and she always wins, so I consider myself a man who is weak. Not only is there alone, even in my relationships with my friends from elementary through high school since I was dubbed a weak man, with roughly the word called “sissy”. It was really made an impression on my heart and that’s one of my emotional wounds from childhood until I experienced recovery. As a child also because of my naughtiness, I stole my parents’ money. What is the purpose? Yes, the goal so I can snack at school, because I was jealous of my friends who frequent snacks, and I often begging to my friends. This is because I felt I was less noticed by my parents. When my mother knew what I did this, she called me and punish me with a vengeance. She punished me, beat me to use cane, even trample me with her feet. Not only that, she was also locked my bedroom and did not give me food, I even heard that she would endeavor to enter me into an orphanage. She dragged me out of the house, while I can only cry and do not fight because I was in grade school and my strength is not much. I am very bitter with my mom and dad are no exception and my family. They treated me so cruelly. And think it continues to exist until just before I really accepted Jesus as my Savior and Lord and experiencing recovery. Since then I have often rebelled at my parents, even curse them if I was really upset (really what I was sinful).

Time was getting passed and I will finally graduate from high school, and participate in Bogor Bimbel at my sister. At that time my sister was converted and born again, but I do not know. One day, when I was studying in preparation for SNCA, I was approached by my sister’s friend, his name is Desmond, and he talked a lot about the old life and how he was transformed by an extraordinary God. I think that his old life was not much different with my life, and I was amazed to see changes in her life. Until he told me how he accepted Jesus as Lord and Savior, and how his life changed, and then he was also challenged me to let go of my old and my life was saved by the Lord Jesus and make Him as personal Lord over my life. At that time the Lord soften my heart and I accepted Him as my Savior God. I prayed for him and I cried, but there is great joy in my life when I knew I was saved and became a new man in the Lord. That was the beginning of my new born.

I was accepted into the ITB and I was discipled by an older brother in the fellowship outstanding Zion, his name is Daniel. Because of his life, my personality is formed. I was invited by him to follow a retreat, and when I attended a retreat that I had a recovery for the recovery of my life. Who used to hate my parents, family and my friends, with the touch of God, i can love them. Readers know, that now I really love my mom and dad as I, even I still pray for them that their lives changed completely and accept Jesus as my first called by him. My relationship with my parents at present is good, even on the phone and we often joked, and laughed over the phone hahaha. My mother always advised to call me every things good, and the advice that I so earnestly desired and further strengthen me and make me love her more as a mother who is extraordinary in my life.  I love you my mom and my dad.
That’s my story of how a former garbage and think of me as someone who was rejected, now restored by the grace of GOD in the person of Jesus Christ. A beautiful blessing when I may know the grace of  Jesus Christ at this beautiful campus, ITB.
Thanks God for all of your Love in my life.

Hallelujah…!!

Cerita pertamaku : Ciptaan Baru (Versi Indonesia)


Bagaimana Tuhan mengubah hidupku dari sia-sia menjadi mulia

Saya adalah seorang mahasiswa ITB dan sekarang sedang menjalani perkuliahan di tingkat akhir jurusan Teknik Sipil. Nama saya adalah Franklin Kesatria Zai. Saya dilahirkan di kota Medan yang indah dan latar belakang keluarga saya terkenal cukup baik dengan menganut “Agama Kristen Protestan” secara hukum.

Ayah saya menjabat sebagai penatua di gereja saya di Medan, dan sekarang juga masih menjabat sebagai penatua (Satuan Niha Keriso dalam bahasa niasnya) sejak keluarga kami pindah ke pulau Nias tahun 2002 yang lalu. Ibu saya juga terkenal cukup baik dilihat dari jabatannya sebagai wakil penatua juga di gereja sebagai pendamping dari ayah saya. Saya cukup bangga dengan keadaan keluarga saya seperti ini. Sejak kecil saya dikenal rajin pergi ke gereja tiap minggu, aktif di persekutuan, aktif mengikuti paduan suara gereja, dan segala aktifitas yang ‘berbau” rohani. Itu semuanya saya lakukan di atas semua ketidakmengertian saya, mengapa saya melakukan hal itu, dan juga hanya atas dorongan dari keluarga saya, sehingga saya melakukan itu seolah-olah aktifitas rutin saja seperti kegiatan saya sehari-hari (makan, minum, dan sebagainya). Tetapi apa yang dilihat manusia itu hanyalah rupa tetapi Allah melihat hati (1 samuel 16:7). Ya, saya hanyalah seperti robot yang dikendalikan aktifitas rohani yang saya lakukan dulunya. Dibalik semua aktifitas yang saya lakukan, saya menyadari bahwa hidup saya sebenarnya hancur dan untuk menutupi rasa malu dan hancur itu saya melakukan aktifitas-aktifitas yang ‘baik’ dihadapan manusia, tetapi tidak dihadapan Allah.

Saya mengalami kehancuran hati sejak kecil oleh karena diri saya sendiri, keluarga saya dan juga termasuk teman-teman (lingkungan pergaulan) saya. Saya terlahir dengan keadaan lemah sebagai seorang pria, dan itu didukung dengan kondisi keluarga saya dimana saya melihat mama saya yang seolah-olah memerintah atas keluarga saya dan ayah saya seperti tidak menunjukkan seorang ayah yang dipikiran saya “macho”. Jadi saya sejak kecil menjalani hidup di bawah otoritas keluarga khususnya mama saya. Saya memiliki seorang saudara perempuan, kakak saya, yang waktu itu sering sekali bertengkar dengan dia dan dia selalu yang menang, sehingga saya menganggap diri saya ini seorang pria yang lemah. Tidak hanya di situ saja, bahkan di pergaulan saya dengan teman saya sejak dari SD sampai SMA pun saya dijuluki seorang pria yang lemah, dengan kata kasarnya disebut “banci”. Hal itu sangat membekas di hati saya dan itulah yang menjadi salah satu luka batin saya sejak kecil sebelum saya mengalami pemulihan. Sewaktu kecil juga oleh karena kenakalan saya, saya mencuri uang orangtua saya. Apa tujuannya? Ya, tujuannya supaya saya dapat jajan di sekolah, karena saya iri dengan teman saya yang sering jajan, dan saya sering menjadi peminta-minta kepada teman saya. Hal ini karena saya merasa saya kurang diperhatikan oleh orangtua saya. Sewaktu ibu saya mengetahui perbuatan saya ini, ia memanggil saya dan menghukum saya dengan sekuat tenaga. Dia menghukum saya, memukul saya pakai rotan, bahkan memijak saya dengan kakinya. Tidak sampai disitu, ia juga mengurung saya dikamar dan tidak memberi saya makan, bahkan saya mendengar bahwa ia mau berikhtiar memasukkan saya ke panti asuhan. Ia menyeret saya keluar dari rumah, sementara saya hanya bisa menangis dan tidak melawan karena waktu itu saya masih SD dan kekuatan saya tidak seberapa. Saya sangat kepahitan dengan ibu saya dan tidak terkecuali ayah serta keluarga saya. Mereka memperlakukan saya begitu kejam. Dan rasa itu terus ada sampai sebelum saya benar-benar menerima YESUS sebagai Tuhan dan Juruselamat saya dan mengalami pemulihan. Sejak saat itu saya menjadi sering memberontak sama orangtua saya, bahkan mengutuki mereka kalau saya benar-benar marah (sungguh alangkah berdosanya saya ini).

Waktupun semakin berlalu dan akhirnya akupun lulus SMA, dan ikut bimbel di Bogor di tempat kakak saya. Waktu itu kakak saya sudah bertobat dan lahir baru namun saya belum mengetahuinya. Suatu hari, saat saya sedang belajar untuk persiapan SPMB, saya didatangi oleh teman kakak saya, namanya Desmon, dan ia bercerita banyak tentang hidupnya yang lama dan bagaimana ia diubahkan oleh Tuhan secara luar biasa. Saya pikir hidupnya yang lama itu tidak jauh berbeda dengan kehidupan saya, dan saya kagum melihat perubahan hidupnya. Sampai ia bercerita bagaimana ia menerima Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat, dan hidupnya diubahkan ia pun juga menantang saya untuk saya mau lepas dari hidup saya yang lama dan diselamatkan oleh Tuhan Yesus dan menjadikan Dia sebagai Penguasa pribadi atas hidup saya. Waktu itu Tuhan melembutkan hati saya dan saya pun menerima Dia sebagai Tuhan Juruselamat saya. Saya didoakan oleh orang itu dan saya menangis, tetapi ada sukacita yang besar dalam hidup saya, saat saya mengetahui saya diselamatkan dan menjadi manusia yang baru di dalam Tuhan. Itulah awal saya lahir baru.

Saya pun diterima masuk di ITB dan saya dimuridkan oleh seorang abang yang luar biasa di persekutuan SION, namanya adalah Daniel. Oleh karena hidupnya, kepribadian saya dibentuk. Saya diajak oleh dia mengikuti suatu retrat, dan saat saya mengikuti retreat itu saya mengalami pemulihan demi pemulihan dalam hidup saya. Saya yang tadinya membenci orangtua, keluarga, dan teman-teman saya menjadi mengasihi mereka. Pembaca dapat mengetahui, bahwa saat ini saya sangat sayang sama ibu saya dan ayah saya, bahkan saya masih mendoakan mereka agar hidup mereka diubahkan dan menerima Yesus dengan sempurna sama seperti saya yang terlebih dahulu dipanggil oleh Dia. Hubungan saya dengan orangtua saya saat ini semakin baik, bahkan kami sering bertelepon dan bercanda, dan tertawa lewat telepon hahaha. Ibu saya setiap menelepon saya selalu menasihatkan hal-hal yang baik, dan nasehat itu sangat saya rindukan dan semakin menguatkan saya dan semakin membuat saya mengasihi dia sebagai ibu yang sangat luar biasa dalam hidup saya. Saat ini pun saya bisa berkata, bahwa tidak ada ayah dan ibu yang lebih baik daripada ayah dan ibu yang telah Tuhan beri pada hidup saya. I love you my mom and my dad.

Itulah kisah bagaimana saya yang dahulunya sampah dan menganggap saya sebagai seorang yang ditolak, sekarang sudah dipulihkan oleh kasih karunia ALLAH dalam pribadi YESUS KRISTUS. Suatu berkat yang terindah saat saya boleh mengenal Kristus di kampus ITB yang luar biasa ini.