Kuasa dibalik Paskah: Worthy is The Lamb..!!


Pertama mari kita awali dengan penyembahan kepada Kristus Yesus: Worthy is The Lamb..!

Thank you for the cross, Lord.
Thank you for the price you paid.
Bearing all my sin and shame, in love you came
And gave Amazing Grace.

Thank you for this love, Lord.
Thank you for the nail-pierced hands.
Wash me in Your cleansing flow, now all I know…
Your forgiveness and embrace.

Worthy is the Lamb

Seated on the throne.
We crown You now with many crowns
You reign victorious!
High and lifted up
Jesus, Son of God.
The darling of Heaven, crucified…
Worthy is the Lamb.

Rekaman MP3 ini merupakan duet bersama dengan kak Vina Yunike (Teknik Lingkungan ITB angkatan 2005) Pada saat perayaan Paskah ITB tahun 2009. Hari itu merupakan hari yang sangat berkesan bagi saya karena bisa bernyanyi menyembah Tuhan yang ajaib bersama dengan kak Vina dan merasakan hadirat yang Dahsyat!

Kemudian mari kita merenungkan kisah dan Firman Tuhan berikut:

Bacaan: Efesus 2:1-10

Sebab karena anugerah kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu, supaya tidak ada orang yang memegahkan diri. (Efesus 2:8-9)

Di salah satu pos pelayanan gereja saya, ada anggota yang bekerja sebagai pemulung rangkas (barang bekas). Rangkas yang terkumpul ada yang berasal dari kota lain di Indonesia. Di tempat itu, rangkas dipilah: botol dengan botol, kardus dengan kardus, plastik dengan plastik, besi dengan besi. Selanjutnya, rangkas dibawa ke pabrik untuk didaur ulang.

Kehidupan kita, oleh Paulus digambarkan seperti barang bekas yang dekil, kotor, bau, menjijikkan, dan layak dibuang karena dosa dan pelanggaran kita. Karena dosa, kita sudah mati dan layak dimurkai (ay. 1-3). Namun, dari pihak Allah, Dia kaya dengan rahmat dan penuh dengan belas kasihan. Tuhan “mendaur ulang” kita menjadi manusia yang berbeda dari sebelumnya. Dia memiliki rencana dan rancangan yang lain. Allah mau menyelamatkan dan menghidupkan kita kembali dalam anugerah Yesus Kristus (ay. 4-6). Bahkan Allah menjanjikan tempat di Kerajaan Surga (ay. 6). Semua hanya karena anugerah–karena pemberian Allah, bukan karena usaha kita sendiri–sehingga tidak ada yang dapat kita banggakan (ay. 8-10).

Paskah adalah merayakan anugerah Allah di dalam Yesus Kristus yang telah mati disalib menggantikan kita. Peristiwa Paskah tidak bisa dilepaskan dari peristiwa Jumat Agung saat anugerah keselamatan dari Allah diberikan karena Kristus sudah membayar lunas penebusan kita di kayu salib. Paskah sekaligus adalah bangkitnya kita dari kematian oleh dosa. Tindakan syukur apa yang kita lakukan atas anugerah besar yang kita terima itu.

Sumber:–Adama Sihite /Renungan Harian

1610904_677366642392972_3506299980380068110_n

DOSA TIDAK DAPAT MENGHENTIKAN ANUGERAH ALLAH YANG TERUS MENGALIR,
TETAPI ANUGERAH ALLAH PASTI MENGHENTIKAN DOSA.

–JOSEPH PRINCE

Selamat Hari Paskah…!!

Biarlah dihari ini kita mengingat bahwa Hanya oleh Darah Kritus saja kita dibenarkan dan diselamatkan dengan hati yang percaya dan hidup yang taat kepada firman-Nya. Amin!

GBU all 😀

You Rescued me…


bagaimana Anda tidak akan sembuh kalau telingamu dan hatimu disuguhi lirik lagu seperti ini? bagaimana Anda tidak akan bersyukur? bagaimana Anda tidak akan bangga? bagaimana iman tidak akan tumbuh dalam hatimu? Friends, iman itulah menjadi kemenangan yang mengalahkan dunia (1 Yoh. 5:4). Karena Firman yang menumbuhkan Iman dan Iman itulah yang mengubahkan hidup kita. Amin

 

 

Hillsong – You Rescued Me – People Just Like Us 1994

 

You rescued me and picked me up

A living hope of grace revealed

A life transformed in righteousness

O Lord You have rescued me

Forgiving me, You healed my heart

And set me free from sin and death

You brought me life You’ve made me whole

O Lord You have rescued me

And You loved me before I knew You

And You knew me for all time

I’ve been created in Your image O Lord

And You bought me, and You sought me

Your blood poured out for me

A new creation in Your image O Lord

You rescued me, You rescued me

You rescued me and picked me up

A living hope of grace revealed

A life transformed in righteousness

O Lord You have rescued me

Forgiving me, You healed my heart

And set me free from sin and death

You brought me life You’ve made me whole

O Lord You have rescued me

And You loved me before I knew You

And You knew me for all time

I’ve been created in Your image O Lord

And You bought me, and You sought me

Your blood poured out for me

A new creation in Your image O Lord

You rescued me (x6)

 

Apakah yang Hana lakukan terhadap Penina ?


1Sa 1:5  But unto Hannah he gave a worthy portion; for he loved Hannah: but the LORD had shut up her womb.

1Sa 1:10  And she was in bitterness of soul, and prayed unto the LORD, and wept sore.

Kitab Samuel yang dipenuhi kisah seorang anak muda bernama Daud dan perjalanannya menapaki tangga menjadi raja Israel dimulai tidak di Yehuda tetapi di pegunungan Efraim, di keluarga Elkana. Elkana mempunyai dua istri, Penina yang mempunyai banyak anak laki-laki dan perempuan, serta Hana, istri yang dikasihi tetapi tanpa anak.

Kenyataan bahwa dia dikasihi suaminya, dan memberikan kepada dia bagian yang berharga dari persembahan rumah Tuhan tidaklah menghibur hati Hana. Ketiadaan anak membuat apa yang dilakukan Penina sangat menusuk hatinya, 1 Sam 1:10 menulis bahwa hatinya pedih. Hanya seorang ibu yang tidak mempunyai anak yang bisa menggambarkan kepedihan hatinya.

Hana bisa saja pedih dan berusaha mengabaikannya, Hana bisa pedih dan menyalahkan Tuhan untuk segala kepahitan yang dialaminya, Hana bisa pedih dan menjauhkan Tuhan dari hidupnya, Hana bisa pedih dan balik berbuat kasar terhadap Penina. Tapi yang mebuat Hana menjadi wanita terpuji adalah karena ditengah kepedihannya :

                                                DIA BERDOA, dia berdoa, dia berDOA!

Menjadi pahit dan menyalahkan Tuhan adalah cara paling gampang tetapi bukan cara Hana. Karena itu dia memperoleh Samuel. Akankah kita menukarkan Samuel kita (janji Tuhan) dan menjadi orang yang paling pahit kepada Tuhan ?

Hati yang pedih membuat banyak orang lari ke Tuhan, tetapi banyak orang lainnya lari dari Tuhan, dan berakhir dengan tidak mendapat apa-apa. Maz 34:18 berkata : Tuhan dekat dengan orang yang patah hati dan Tuhan menyelamatkan mereka yang remuk jiwanya. Biarlah kita remuk jiwa dihadapan Tuhan seperti Hana, supaya kita mendapatkan janjiNya. Anak rohani, TA, Pergumulan financial mempunyai potensi menghancurkan kita.

Tetapi kalau jiwa kita hancur dihadapan Tuhan, maka kita tidak akan hancur karena masalah.

Kalau jiwa kita tidak hancur dalam seruan dan doa kepada Tuhan, maka kita akan hancur karena masalah 

 

Ketika kita hancur hati, Tuhan bisa memproses kita. Seperti tanah liat ditangan Penjunan, dia membentuk kita menjadi lebih indah. Yang harus kita pahami juga seringkali ada bagian-bagian yang tidak beres dalam hidup kita, yang Tuhan mau bentuk. Tapi kita terlalu keras kepala dan keras hati untuk berubah. Maka masalah datang untuk menghancurkan hati kita. Jangan menyerah dalam pembentukan Tuhan, supaya engkau mendapatkan Samuelmu, janji Tuhan !

Kadang-kadang itu satu doa lagi seperti Hana, kadang-kadang satu kunjungan lagi, kadang-kadang satu tindakan iman lagi dan Samuel pun datang. Apakah kita akan melepaskan janji Tuhan dan menyerah seperti org kalah ? (Padahal mungkin sekali jawaban doa sudah didepan mata ? ) Tidak ! Kita lebih dari Pemenang dalam Kristus Yesus yang mengasihi kita (Roma 8:37)

552531_499639976719854_1743952358_n

 GBU.

Oleh: Parlin Sianipar, Sion Ministry’s Pastor

Jadi apakah kita perlu menanggapi Tuhan dengan serius ?


Seorang hamba Tuhan pernah berkata : tempat yang paling berbahaya adalah ditengah-tengah jalan. Alkitab berkata :  Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku (Wahyu 3:16). Iblis paling senang apabila kita menjadi orang-orang medioker.Menjadi kambing yang pura-pura sebagai domba atau menjadi domba yang seumur hidup bertingkah laku sebagai kambing. Dia dengan pandainya berkata: “tidak usahlah terlalu serius.., cukuplah ke gereja, beri persembahan. Untuk apa PI, pemuridan dan misi ? Itu terlalu berlebihan. Tuh lihat teman-temanmu satu jurusan. Yang lain juga begitu kan ? Kamu mau dianggap gila ?”

Tapi Tuhan berkata : “Aku akan muntahkan engkau” atau bahasa seriusnya: “karena engkau mendua hati, maka Aku anggap engkau sebagai kambing.” Tuhan tidak kenal grey area. Apakah Tuhan, atau dunia ini, pilih salah satu. Yang 50 persen-50persen, atau bahkan yang 99 persen ikut Tuhan, dan 1 persen dunia, dianggap 100 persen dimuntahkan.

Jadi apakah kita perlu menanggapi Tuhan dengan serius ?

Tentu saja jenius ! Mengapa ?

1.       KarenaYesus mati dengan serius bagi kita

Kematian dengan cara disalibkan adalah salah satu cara kematian yang paling mengerikan yang pernah didesain oleh manusia, karena tiga hal:

a.      Kematian dengan rasa malu. Pada masa pemerintahan Romawi, ada begitu banyak cara yang digunakan untuk mendatangkan kematian kepada orang lain. Mereka tahu bagaimana cara menghukum mati orang dengan biaya yang sangat murah. Ada orang yang dirajam, dibunuh dengan pedang,dibakar dengan api, dipukul sampai mati. Salib di lain sisi memerlukan empat tentara dan seorang perwira sebagai pengawas. Mereka perlu menyiapkan kayu salib dan tentara untuk menjaga orang yang tersalib memikul salibnya sampai keluar kota,dimana dia harus mati. Biayanya mahal.

Jadi penyaliban dilakukan bukan hanya untuk mengeksekusi mati tapi untuk mempermalukan orang tereksekusi dan menjadikannya contoh bagi bangsa yang dijajah mengenai upah pemberontakan terhadap Kerajaan Roma. Seorang yang disalib akan tergantung diudara, dalam keadaan sepenuhnya telanjang dan menjadi tontonan banyak orang.

Ini kematian yang tidak tanggung-tanggung. Ini kematian yang begitu serius. Berapa banyak dari kita yang rela mati dalam keadaan telanjang dan dipermalukan bagi orang lain ? Kenapa Raja Segala Semesta memilih kayu salib sebagai wahana kematianNya ? Harga yang dia tanggung meliputi semua rasa malu yang harusnya kita tanggung karena dosa. Dikayu salib,Yesus seakan-akan hendak berkata, inilah semua yang rela Aku tanggung karena Aku mengasihimu. Aku benar-benar SERIUS mengasihimu.

b.     Kematian secara perlahan-lahan

Salib diciptakan di Persia dan disempurnakan oleh kerajaan Romawi sebagai metode yang memaksimalkan rasa sakit dalam periode waktu yang cukup panjang. Salib biasanya diperuntukkan hanya untuk budak dan penjahat yang paling keji. Ada hukum Romawi yang melarang penyaliban digunakan untuk mereka yang merupakan warga negara kerajaan.

Seseorang yang disalib akan mati secara perlahan-lahan. Sering sekali proses ini memakan waktu belasan jam sampai dengan 2-3 hari. Mereka yang disalibkan mati oleh karena efek tercekik yang disebabkan kondisi penyaliban. Tubuh yang disalib mengalami dua kesulitan :kesulitan dalam menopang tubuh, dan kesulitan dalam bernafas akibat bagian dalam yang mengalami tekanan. Ketika seseorang yang disalib mengalami kesulitan bernafas, dia berusaha menaikkan posisi tubuhnya yang melorot akibat gaya gravitasi dengan kakinya yang terpaku. Tapi tidak lama, kaki yang terpaku itu akan begitu sakit, sampai tubuhnya akan melorot lagi dan seluruh beban tubuhnya berpindah ke tangan yang terentang. Posisi tubuh seperti ini akan mencekik paru-parunya dan dia berhenti bernafas. Maka berulang kali dia akan berpindah dari posisi satu ke yang lain, sampai dia terlalu lelah. Dan kemudian mati tercekik atau mengalami kegagalan jantung.

c.      Kematian yang begitu menyakitkan

Kematian di kayu salib begitu menyakitkan. Kata “excruating”yang bermakna penderitaan atau sakit yang begitu mengerikan datang dari bahasa Latin : ex dan cruciate, yang berarti karena salib. Sebelumnya, Yesus juga mengalami hemohidrosi dimana kapiler pembuluh darahnya pecah dalam doa di Gethsemane, Dia harus berjalan 2,5 mil ketika Dia diadili, tidak tidur semalaman, melalui 6 kali pengadilan, dipukuli, dihajar dan diejek sepanjang malam, kemudian Dia dicambuk 39 kali menggunakan flagrum, suatu cambuk yang ditempeli tulang dan besi yang tajam (sering sekali banyak yang mati dalam proses pencambukan ini). Kemudian kepalaNya di mahkotai duri sepanjang 1-2 inci dan prajurit Romawi terus menerus memukuliNya dikepala yang menyebabkan pendarahan yang hebat lewat kepala. Didalam perjalananNya ke Golgota, Dia terus menerus dipukuli sampai wajahNya begitu rusak. Melalui via Dolorosa, sepanjang 650 yard, Yesus perlu mengangkat salibNya dengan berat 40-55 kg keatas bukit.

 

Dalam penyalibanNya prajurit Romawi menggunakan paku sepanjang 5-7 inchi, dan menyebabkan rasa sakit yang tidak bisa diredakan oleh morfin sekalipun. Dan selama 18 jam penderitaan ini, Yesus tetap bisa melepaskan diri dari semuanya ini. Kita harus mengingat bahwa Dia menolak pembelaan dari Herodes dan Pilatus, Dia tidak mendatangkan 12 pasukan malaikat untuk membelaNya, Dia menolak anggur yang menghilangkan kesadaranNya, dan Dia mati karena jantung yang pecah (“a broken heart”). Didalam keTuhananNya, Yesus memilih sendiri untuk menyerahkan nyawaNya.

Yesus tidak setengah-setengah dalam kematianNya. KematianNya adalah kematian yang begitu serius, menepati seluruh nubuatan Nabi mengenai Mesias yang menderita. Apakah menurutmu kematianNya adalah kematian yang paling serius yang pernah ada ? Sebesar itulah besar cintaNya kepadamu.Kalau begitu apa yang engkau lakukan karena cintamu kepadaNya ? Apakah cintamu benar-benar cinta yang serius ?

2.       Karena Dia mengalahkan maut dengan serius untuk kita.

 

Apa jadinya kalau kebangkitannya adalah suatu candaan ? Alkitab berkata :

1Co 15:17  Dan jika Kristus tidak dibangkitkan, makasia-sialah kepercayaan kamu dan kamu masih hidup dalam dosamu.

1Co 15:18  Demikianlah binasa juga orang-orang yang mati dalam Kristus.

1Co 15:19  Jikalau kita hanya dalam hidup ini saja menaruh pengharapan pada Kristus, maka kita adalah orang-orang yang paling malang dari segala manusia.

Apabila kebangkitan Kristus adalah candaan, maka kita adalah yang paling malang dari segala manusia.Tanpa kebangkitan Kristus, maka semua manusia akan binasa. Tidak ada pengharapan, semua yang kita percaya adalah sia-sia.

KebangkitanNya adalah kebangkitan yang serius. Apakah kita mau benar-benar serius mempercayai ini. Bahwa Dia sudah menang atas dosa, dan maut ? Apakah kita mau mati terhadap manusia lama kita secara serius, supaya kita menikmati kuasa dalam kebangkitanNya ?

3.       Karena Dia akan benar-benar serius memerintah untuk selama-lamanya.

PenghakimanNya akan menjadi penghakiman yang benar-benar serius. Setiap orang suka-atau tidak suka , suatu saat akan menghadapi penghakiman ini. Mereka yang benar-benar serius akan perkataanNya dihitung sebagai domba, dan mereka yang tidak serius akan dihitung sebagai kambing.

Kita hanya punya satu kesempatan menjalani hidup. Setelah itu kita harus mempertanggung-jawabkan bagaimana cara kita menjalani kehidupan di bumi ini. Di depan tahta penghakiman, tidak ada lagi yang akan berkata: “maaf Tuhan, aku tidak serius kok akan segala dosa-dosaku”, mohon ujian ulangan.

Sebelum saat itu tiba, kita perlu memastikan bahwa kita benar-benar serius menjalani panggilan Tuhan selama kita di bumi ini.

 

Oleh; Parlin Sianipar, Sion Ministry’s Pastor

Died So Serious


Died So Serious ? Sungguh judul yang aneh. Perasaan ga ada orang mau mati tapi masih ketawa. Kalau masih ketawa, berarti ga mati,

Benar sekali, jenius. Mati memang perkara serius. Lihat saja semua orang mati, begitu serius dalam kematiannya. Tapi bukan hanya kematian sebenarnya. Seluruh kehidupan manusia adalah perkara serius: sakit penyakit itu serius, bokek alias bangkrut itu serius, dapat nilai E di satu mata kuliah tertentu juga serius termasuk tidak mendapatkan TH setelah usia 30 tahun (seperti saya dulu) juga adalah perkara yang sangat-sangat-sangat serius.

Jika seluruh kehidupan kita dan kematian kita adalah perkara serius, lantas kenapa milyaran manusia cenderung memperlakukan hidup seperti suatu candaan ? Maksud loe ? Lihat saja bagaimana banyak orang hidup tanpa tujuan kekal, disia-siakan untuk memperoleh semua yang sifatnya sementara, bersusah payah menumpuk banyak hal yang pada akhirnya akan dinikmati orang lain. Atau misalnya kisah seorang anak rantauan, yang ketika pulang kembali ke kampung halaman di masa liburan untuk memberitakan kabar keselamatan kepada keluarganya. Dan ayahnya berkata :”butet, kenapa serius kali kau yang ikut Tuhan itu ? lama-lama bisa jadi nabi kau: nabirong.”

Serius kali ikut Tuhan ? Emang ada ya ikut Tuhan tapi becanda. Ikut Tuhan tapi ga serius. Cuma ecek-ecek kata orang Medan.

Well kalau melihat sepanjang sejarah alkitab, ternyata kecenderungan manusia sering kali untuk tidak menerima Tuhan seperti apa yang Dia katakan mengenai diriNya. Atau dalam bahasa kurang seriusnya adalah, kita manusia sering sekali menganggap Dia bercanda. Lihat saja Sarah dalam kejadian yang dia anggap lucu ini :

Gen18:12  Jadi tertawalah Sara dalam hatinya, katanya: “Akan berahikah aku, setelah aku sudah layu, sedangkan tuanku sudah tua?”

Gen18:13  Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Abraham: “Mengapakah Sara tertawa dan berkata: Sungguhkah aku akan melahirkan anak, sedangkan aku telah tua?

Gen18:14  Adakah sesuatu apapun yang mustahil untuk TUHAN? Pada waktu yang telah ditetapkan itu, tahun depan, Aku akan kembali mendapatkan engkau, pada waktu itulah Sara mempunyai seorang anak laki-laki.”

Gen18:15  Lalu Sara menyangkal, katanya:”Aku tidak tertawa,” sebab ia takut; tetapi TUHAN berfirman:”Tidak, memang engkau tertawa!”

 

Sara menganggap janji Tuhan sebagai sesuatu yang tidak serius. Dan Tuhan menjawab:”adakah sesuatu yang mustahil untuk Tuhan ?“ Atau seperti di kisah lain dalam Markus 5:39-42, dimana Yesus membangkitkan anak Yairus yang telah mati. Yesus berkata :”anak ini tidak mati”, dan seketika itu orang-orang yang semula menangis menjadi tertawa. Heran sekali, apakah semua orang menganggap tidak serius perkataan Tuhan ? Hei, ini bukan kabar gembira (kulit manggis kini ada ekstraknya). Ini kabar BAIK, jadi seriuslah sedikit!

Mengapa tidak Serius ?

Saya temukan banyak orang tidak serius dalam menanggapi Alkitab, dalam menanggapi panggilan Tuhan bagi yang terhilang, dan dalam menanggapi panggilan mulianya atas generasi ini, dikarenakan ketidak percayaan.

Ketidak percayaan membuat Sara tertawa. Dia berkata “akan berahikah aku ?” Alih-alih memandang pekerjaan Kristus yang telah selesai diatas salib, seperti Sara, mereka yang tidak percaya akan memandang kepada kemampuan dan kekuatan dirinya sendiri. Semua hal didunia ini adalah mengenai aku, diriku dan mauku. Dari pengejaran kenikmatan sementara satu kepada kenikmatan sementara yang lain. Kehidupan kekal tidak pernah dianggap sesuatu yang serius dan membutuhkan pemikiran yang mendalam, dosa dianggap suatu kesenangan yang tidak serius dan tidak akan merusak hidup siapapun. Keselamatan dianggap tidak terlalu dibutuhkan, paling tidak keselamatan tidak diperlukan untuk hari ini. Intinya, bahwa semua kebenaran dalam Alkitab itu tidak perlu dianggap serius. Kalau kita serius dan betul-betul serius dengan apa yang Alkitab katakan, kesan yang kita dapat dari beberapa orang, bahwa kita mungkin sedang terjangkit penyakit yang mematikan,atau sudah berubah jadi orang gila.

Teman dan keluarga, ayah ibu sekalipun,yang belum menemukan iman dalam Yesus Kristus, dan belum pernah mengalami mujizat kelahiran kembali, pastinya akan menganggap perkataan Kristus sebagai suatu yang tidak serius. Saat dia melihat anaknya dengan tekun mengikuti Kristus, dia melihat hal itu sebagai berlebihan. “Itu terlalu serius.” Mereka tidak paham akan pengalaman sejati dengan Kristus ini, karena mereka belum mengalaminya. Mereka masih merupakan kumpulan orang-orang terkutuk, penduduk neraka yang sekarang ini duduk dalam lembah bayang-bayang maut.

Anda berpikir perkataan saya terlalu berlebihan? apakah saya terlalu serius ? Tapi itulah kebenarannya,dan itulah sebabnya mengapa kita perlu memberitakan Injil kepada mereka. Neraka adalah kenyataan yang sangat serius yang disingkapkan oleh Alkitab. Suka, tidak suka, neraka itu ada. Karena itu logika yang runut adalah, apabila kita tidak memberitakan kabar baik kepada keluarga kita, maka kita adalah orang-orang yang kejam. Yang begitu tega membiarkan keluarga kita dibakar dalam api selama-lamanya.

Tetapi ketika mereka menerima Injil, hal yang dulunya terlalu serius bagi mereka, bahkan menjadi sesuatu yang perlu ditingkatkan. Kenapa ? Karena realitas mereka telah terbakar penuh didalam iman kepada Anak Allah. Bahwa Yesus HIDUP, dan Dia adalah Emmanuel! Mendadak mereka yang mengalami kelahiran baru melihat semua perkataan Yesus adalah perkataan yang benar-benar serius ditujukan bagi mereka. Ketika Yesus katakan ,pergilah kepada segala bangsa, maka orang-orang ini akan pergi. Ketika Injil berkata, berilah maka akan diberi, maka mereka akan memberi dengan begitusukacita. Semua itu nampak begitu ekstrem bagi dunia, tapi nampak begitu normal dimata Allah.

 

Jadi apakah kita perlu menanggapi Tuhan dengan serius ?

 

Oleh: Parlin Sianipar, Sion Ministry’s Pastor

The Mission – Steve Green


 

There’s a call going out
Across the land in every nation
A call to those who swear allegiance to the cross of Christ
A call to true humility, to live our life responsibly
To deepen our devotion to the cross at any price

Let us then be sober, moving only in the Spirit
As aliens and strangers in a hostile foreign land
The message we’re proclaiming is repentance and forgiveness
The offer of salvation to a dying race of man

Chorus:
To love the Lord our God
Is the heartbeat of our mission
The spring from which our service overflows
Across the street
Or around the world
The mission’s still the same
Proclaim and live the Truth
In Jesus’ name

As a candle is consumed by the passion of the flame
Spilling light unsparingly throughout a darkened room
Let us burn to know Him deeper
Then our service flaming bright
Will radiate his passions
And blaze with holy light

Matius 28: 18-20

Yesus mendekati mereka dan berkata: “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.

Yesaya 61

61:1 Roh Tuhan ALLAH ada padaku, oleh karena TUHAN telah mengurapi aku; Ia telah mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang sengsara, dan merawat orang-orang yang remuk hati, untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan kepada orang-orang yang terkurung kelepasan dari penjara,
61:2 untuk memberitakan tahun rahmat TUHAN dan hari pembalasan Allah kita, untuk menghibur semua orang berkabung,
61:3 untuk mengaruniakan kepada mereka perhiasan kepala ganti abu, minyak untuk pesta ganti kain kabung, nyanyian puji-pujian ganti semangat yang pudar, supaya orang menyebutkan mereka “pohon tarbantin kebenaran”, “tanaman TUHAN” untuk memperlihatkan keagungan-Nya.
61:4 Mereka akan membangun reruntuhan yang sudah berabad-abad, dan akan mendirikan kembali tempat-tempat yang sejak dahulu menjadi sunyi; mereka akan membaharui kota-kota yang runtuh, tempat-tempat yang telah turun-temurun menjadi sunyi.
61:5 Orang-orang luar akan melayani kamu sebagai gembala kambing dombamu, dan orang-orang asing akan bekerja bagimu sebagai petani dan tukang kebun anggurmu.
61:6 Tetapi kamu akan disebut imam TUHAN dan akan dinamai pelayan Allah kita. Kamu akan menikmati kekayaan bangsa-bangsa dan akan memegahkan diri dengan segala harta benda mereka.
61:7 Sebagai ganti bahwa kamu mendapat malu dua kali lipat, dan sebagai ganti noda dan ludah yang menjadi bagianmu, kamu akan mendapat warisan dua kali lipat di negerimu dan sukacita abadi akan menjadi kepunyaanmu.
61:8 Sebab Aku, TUHAN, mencintai hukum, dan membenci perampasan dan kecurangan; Aku akan memberi upahmu dengan tepat, dan akan mengikat perjanjian abadi dengan kamu.
61:9 Keturunanmu akan terkenal di antara bangsa-bangsa, dan anak cucumu di tengah-tengah suku-suku bangsa, sehingga semua orang yang melihat mereka akan mengakui, bahwa mereka adalah keturunan yang diberkati TUHAN.
61:10 Aku bersukaria di dalam TUHAN, jiwaku bersorak-sorai di dalam Allahku, sebab Ia mengenakan pakaian keselamatan kepadaku dan menyelubungi aku dengan jubah kebenaran, seperti pengantin laki-laki yang mengenakan perhiasan kepala dan seperti pengantin perempuan yang memakai perhiasannya.
61:11 Sebab seperti bumi memancarkan tumbuh-tumbuhan, dan seperti kebun menumbuhkan benih yang ditaburkan, demikianlah Tuhan ALLAH akan menumbuhkan kebenaran dan puji-pujian di depan semua bangsa-bangsa.

Belas kasihan Allah mengalir bagi setiap orang yang sudah diperbaharui di dalam Kristus. Kita diberkati dan diselamatkan karena Allah punya suatu tujuan Allah yang mulia, yaitu menjadi berkat dan menjadi pengasuh bagi mereka yang lemah lesu, hopeless, broken home,  mereka yang terhilang agar lewat kita yang diselamatkan mereka mengerti akan Kasih Allah yang besar bagi dunia ini. KasihNya yang terbesar adalah pengorbanan Kristus yaitu AnakNya yg tunggal yang Dia berikan untuk menyelamatkan setiap orang yang percaya kepadaNya. Inilah saatnya tahun Rahmat Tuhan untuk menceritakan kemuliaan dan kasihNya yang besar bagi dunia yang terhilang, inilah saatnya kita menuai jiwa. Siapkah engkau untuk menjadi bagian dalam tugas dan misi yang mulia ini??

 

 

Pesan Kasih Natal


Matius 9:9

“Setelah Yesus pergi dari situ, Ia melihat seorang yang bernama Matius duduk di rumah cukai, lalu Ia berkata kepadanya: “Ikutlah Aku.” Maka berdirilah Matius lalu mengikut Dia.”

Bagaimana kita menanggapi orang yang bagi dunia sudah dianggap terhilang? Ada banyak orang yang seperti itu. Bagi dunia mereka hanya dianggap sampah masyarakat, orang dari kelompok yang berlumur dosa, orang-orang yang tidak mendapat tempat dalam masyarakat, bahkan seringkali mereka ini dihujat, dihina atau dipukuli seenaknya oleh sekelompok orang yang menganggap dirinya paling suci dan bersih di muka bumi ini. Di gereja kita pun tidak menutup kemungkinan ada orang-orang yang mungkin kita ketahui belum lurus-lurus benar hidupnya. Mereka masih banyak melakukan kesalahan yang nyata terlihat di mata orang banyak. Bagaimana kita menghadapi mereka? Apakah bergunjing, bersikap sinis, membuang muka atau mengelak dan membiarkan mereka sendirian, atau kita mengulurkan tangan persaudaraan dan berusaha membantu mereka untuk bisa mengenal Kristus dan meneladaniNya dalam kehidupan mereka secara benar? Ada banyak orang yang memilih alternatif pertama, yaitu bersikap memusuhi. Ada banyak gereja bukan lagi tempat bersahabat untuk menjangkau jiwa terhilang, tetapi sudah menjadi sebuah komunitas dimana isinya orang-orang yang merasa paling benar dan punya hak untuk menghakimi.Jika Yesus yang bertahta di dalam gereja itu masih ada di dunia dan sedang duduk disana, akankah Yesus bersikap memusuhi? Pasti tidak. Saya yakin 100% Yesus akan menghampiri, menyambut dan memeluk mereka mengajak untuk bertobat.

Dalam banyak kesempatan di dalam Alkitab kita bisa menemukan fakta bagaimana Yesus memperlakukan orang-orang berdosa ini. Tuhan membenci dosa, tetapi Dia tidak membenci orang berdosa. Bahkan di antara murid-muridNya ada satu yang berasal dari kelompok hina di mata masyarakat, dari kelompok pemungut cukai yang namanya sangat terkenal, yaitu Matius.

Matius awalnya bukanlah orang yang baik di mata masyarakat. Profesinya adalah sebagai pemungut cukai. Artinya ia bekerja untuk kepentingan Roma, bangsa penjajah. Pemungut cukai digolongkan ke dalam orang berdosa pada masa itu dan dikucilkan masyarakat karena dianggap musuh. Pada suatu hari Yesus bertemu dengan Matius.“Setelah Yesus pergi dari situ, Ia melihat seorang yang bernama Matius duduk di rumah cukai, lalu Ia berkata kepadanya: “Ikutlah Aku.” Maka berdirilah Matius lalu mengikut Dia.” (Matius 9:9). Yesus tidak melewatkan Matius begitu saja. Dia orang berdosa, ia adalah musuh orang Yahudi. Tapi lihatlah bahwa Yesus tidak melewatinya apalagi memusuhi tapi malah menghampiri Matius dan mengajaknya ikut. Lalu kita tahu bahwa Matius memilih untuk berdiri dan mengikut Yesus. Sebuah pilihan yang sangat tepat. Yesus berkunjung dan makan di rumah Matius. Lihatlah saat itu ternyata kedatangan Yesus berkunjung ke rumah Matius terdengar oleh pemungut cukai dan orang-orang berdosa di mata masyarakat lainnya. Mereka pun berbondong-bondong datang. Mumpung Yesus berada di rumah salah seorang dari mereka, mungkin itu yang mereka pikirkan. Dari satu kemudian berkembang menjadi banyak. Orang Farisi pun kaget melihat itu dan segera bertanya kepada para murid, “Mengapa gurumu makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?” (ay 11). Yesus ternyata mendengar itu dan kemudian berkata: “Yesus mendengarnya dan berkata: “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit. Jadi pergilah dan pelajarilah arti firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.” (ay 12-13). Jawaban ini sesungguhnya jelas menggambarkan seperti apa hati Yesus itu. Yesus menyatakan bahwa tugasNya ke dunia ini adalah untuk menyelamatkan orang-orang berdosa. Meski hanya satu jiwa saja, itupun berharga bagiNya. Kita tahu apa yang terjadi kemudian. Matius bertobat dan menjadi murid Yesus. Tidak hanya murid biasa, tapi ia pun termasuk dalam satu dari empat penulis Injil yang bisa kita baca hingga hari ini. Itu semua bermula ketika Yesus tidak memandang jumlah dan mau repot-repot mengurusi orang berdosa, bahkan satu orang saja sekalipun.

Satu orang, sepuluh, seratus, seribu, itu tidaklah masalah di mata Tuhan. Semakin banyak semakin baik, tetapi satu pun tetap penting di mata Tuhan untuk diselamatkan. Yesus sendiri berkata: “Siapakah di antara kamu yang mempunyai seratus ekor domba, dan jikalau ia kehilangan seekor di antaranya, tidak meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di padang gurun dan pergi mencari yang sesat itu sampai ia menemukannya?” (Lukas 15:4). Satu jiwa sekalipun itu berharga di mata Tuhan, dan Dia tidak menimbang-nimbang sebesar apa dosa yang pernah kita lakukan. Datang kepadaNya mengikuti panggilanNya dengan hati yang sungguh-sungguh akan selalu Dia sambut dengan penuh sukacita.

Tuhan tidak pernah membenci orang berdosa. Dia bahkan mau bersikap proaktif untuk mendatangi dan menjangkau orang per orang. Bukankah Yesus pun datang untuk menyelamatkan domba-domba yang hilang? Selalu terbuka kesempatan bagi siapapun untuk bertobat, kembali kepadaNya dan dilayakkan untuk masuk ke dalam kehidupan kekal yang penuh dengan sukacita. Jika Tuhan seperti itu, mengapa kita sebagai manusia malah tega menghakimi dan menganggap diri kita berhak untuk itu? Mari teladani Yesus lewat sikap, tindakan dan perbuatan kita. Jangkaulah jiwa-jiwa terhilang, jangan musuhi dan abaikan mereka, karena Yesus pun akan berbuat tepat seperti itu.

Yesus mengasihi manusia tanpa memandang berat ringannya dosa dan menawarkan keselamatan kepada semuanya.

In this Christmas season Jesus says to you :For I did not come to call the righteous, but sinners to repent, and I has come to save that whom was lost. I love you, just the way you are!

Inilah penyataan Kasih itu:

Sebab Yesus Kristus datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa untuk bertobat, dan Dia datang untuk menyelamatkan yang terhilang.

Yesus Kristus mengasihimu apa adanya!

bahasa cinta yesus