Meriahnya Panggung Pasar Seni ITB 2014…!


Unik, lucu, capek, geregetan, sesak, keratif, keren (nano-nanolah) mungkin itulah kata-kata yang cocok saya gambarkan terhadap Pasar Seni ITB 2014 yang digelar hari Minggu, 23 November 2014 lalu. Semua hal dapat dirasakan, apalagi yang paling berkesan tuh ya sewaktu perginya ke pasar seninya itu loh. Bayangin aja coba mosok dari tempat saya menginap (Puri Cipaganti) sampai ke ITB muacet total rek..! Kebayang kan kalau saya memilih untuk naik angkot, bakal berapa lama nyampenya ke ITB? Bisa-bisa 2 jam lagi   baru nyampe, wuihhhh. Akhirnya dengan terpaksa saya memilih untuk berjalan kaki dari penginapan sampai ke ITB walaupun dengan kondisi gerimis (tirisss euy). Walaupun ditempuh dengan jalan kaki, tetapi saya tetap semangat karena tidak sabar untuk menghadiri pasar seni ITB yang hanya 4 tahun sekali itu.

Ditengah perjalanan, setel1463505_603864599743177_2498918116110767351_nah sampai di simpang dago, saat menuju ke jalan ganesha, tiba-tiba saya ketemu dengan wakil gubernur Jabar, Pak Dedi Mizwar. Beliau tidak berpakaian resmi, dan tidak ada protokoler, tapi beliau Cuma berjalan kaki seperti baru habis olahraga, hehehehe… Tapi ya cuekin ajalah, yang penting udah berpapasan wkwkwk. Saat tiba di depan jalan ganesha (Depan RS Boromeus), tampak massa yang sudah begitu ramai memenuhi pasar seni. Wuihhh begitu sesak, ternyata pasar seni bahkan digelar sampai di luar kampus hingga ujung ke ujung jalan Ganesha. Gilee, emang benar sih kalau pasar seni yang katanya terbesar di ASEAN ini memang ramai bingit pengunjung, seakan-akan tak peduli kalau cuaca dingin dan gerimis.10446352_603866496409654_9087398927302091685_n

Nah belum juga saya sampai di mulut (gerbang selatan) kampus, sudah terpampang gagah gerbang pentas seni yang terbuat dari susunan potongan-potongan balok kayu yang ditata sedemikian sehingga seperti sebuah tugu yang kokoh menjulang ke angkasa, tiga di sebelah ujung jalan ganesha, dan tiga di sisi lainnya. Keren coy! Nah hal unik selanjutnya yang saya temukan adalah miniatur presiden RI yang sekarang, yup miniaturnya pak Jokowi.. Kerenlah yang buat, ditambah dengan sIMG-20141123-00606logan (yel2) nya yang sudah mendunia, yaitu kerja, kerja, kerja..! Hehehe mantap. Tanpa menyia-nyiakan kesempatan langsung deh saya dokumentasikan dalam bentuk foto. Sembari menyusuri jalan yang sesak menuju gerbang kampus tercinta, eh ternyata ketemu sama teman lama, yaitu kang Iwan setiawan yang juga katanya sudah beberapa kali mengitari pasar seni dari pagi (wiih kaga cape apa? Hehe). Pembicaraan hangat pun terjadi sampai akhirnya berpisah di gerbang kampus.

Sesampainya di gerbang kampus, ada peliput berita pasar seni dari Metro TV (tak taulah apa saya kena sorot juga wakIMG-20141123-00611tu diliput kemarin hahaha ngarep). Dan disitu juga ketemu dengan teman lama seperjuangan sewaktu TA hahaha, siapa lagi kalau bukan Sasiji Prabu. Kabar gembiranya ternyata dia sudah dapat tawaran kerja di PLN dan akan mengikuti training, yah puji Tuhan, daripada nganggur kan ya hehehehe, congrats bro Prabu. Lanjut lagi masuk ke dalam kampus untuk menemukan keunikan2 lainnya di pasar seni. Ada jari-jari raksasa yang seakan-akan menarik pengunjung untuk menikmati keunikan pasar seni tersebut. Kemudian ada semacam tiruan dinosaurus (sejenis T-Rex) yang menambah keunikan pemandangan di area pasar seni.

Selanjutnya saya mulai mengitari stand-stand yang berisi karya kreatif berbagai lapisan mahasiswa dan masyarakat yang dipamerkan dan dijual di pasar seni tersebut. Mulai dari aksesoris, pernak-pernik, galeri lukisan, galeri pakaian unik, galeri patung, dan lain-lain. Sangat memuaskan mata lah intinya di pasar seni kali ini sekalipun beberapa kali hujan dan gerimis melanda hehe. Melaju terus sampai di CC (Campus Center) saya menikmati tarian kreatif (modern dance) dari penyemangat pasar seni hehehe. Keren lah pokoknya hehe.

Satu hal yang tidak ketinggalan juga, di pasar seni tersebut tak lupa juga untuk mengadakan komsel dan IMG-20141123-00628konseling bersama “ortu” PA (Kakak PA) yang setia sejak dari kampus. Yap siapa lagi kalau bukan koko Yulianto! Hehehe. Emang udah janjian sih di hari sebelumnya untuk ketemu dan konseling di pasar seni ini. Yah itung-itung selain menikmati seni dan karya manusia juga menikmati karya Tuhan Yesus dalam konseling bersama koko Yulianto. Banyak hal yang dibicarakan tapi ya intinya supaya kembali memiliki HPDT (Hubungan intim dengan Kristus) dan supaya tetap berdoa dalam mengambil setiap keputusan. Kira-kira begitulah hasil komsel bersama kakak PA tercinta. Dan tak lupa juga sehabis itu untuk foto bareng (maklum narsis/selfie yang gak sembuh-sembuh sejak dari zaman baheula/kuliah, hahahaha).

Sehabis komsel di pasar seni yang meriah itu, tak lupa juga saya menyempatkan untuk membeli sedi1508150_603768393086131_4556590901310748457_n - Copykit aksesoris yang unik yaitu gantungan kuunci dan patung anjing mini hehehe. Tak hanya itu saya juga mengisi perut dengan beberapa makanan yang rasanya cukup wah seperti sosis, hotdog, dan bakso goreng dengan minumnya fruit tea ahhh kenyang dah. Thanks for Pasar Seni ITB 2014 yang sudah menggelar acara dengan sangat meriah, unik, dan kreatif, walaupun saya belum nangkep secara keseluruhan inti Pasar Seninya, tapi ya semuanya menggambarkan hasil kreatif anak bangsa lah. Di acara trsebut juga tampil beberapa warga asing untuk menikmati hasil kreatif anak bangsa di almamater kampus tercinta tentunya🙂

IMG-20141123-00631

IMG-20141123-00609  Sukajadi-20141123-00625

IMG-20141123-00608

IMG-20141123-00616

IMG-20141123-00630

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s