Apakah yang Hana lakukan terhadap Penina ?


1Sa 1:5  But unto Hannah he gave a worthy portion; for he loved Hannah: but the LORD had shut up her womb.

1Sa 1:10  And she was in bitterness of soul, and prayed unto the LORD, and wept sore.

Kitab Samuel yang dipenuhi kisah seorang anak muda bernama Daud dan perjalanannya menapaki tangga menjadi raja Israel dimulai tidak di Yehuda tetapi di pegunungan Efraim, di keluarga Elkana. Elkana mempunyai dua istri, Penina yang mempunyai banyak anak laki-laki dan perempuan, serta Hana, istri yang dikasihi tetapi tanpa anak.

Kenyataan bahwa dia dikasihi suaminya, dan memberikan kepada dia bagian yang berharga dari persembahan rumah Tuhan tidaklah menghibur hati Hana. Ketiadaan anak membuat apa yang dilakukan Penina sangat menusuk hatinya, 1 Sam 1:10 menulis bahwa hatinya pedih. Hanya seorang ibu yang tidak mempunyai anak yang bisa menggambarkan kepedihan hatinya.

Hana bisa saja pedih dan berusaha mengabaikannya, Hana bisa pedih dan menyalahkan Tuhan untuk segala kepahitan yang dialaminya, Hana bisa pedih dan menjauhkan Tuhan dari hidupnya, Hana bisa pedih dan balik berbuat kasar terhadap Penina. Tapi yang mebuat Hana menjadi wanita terpuji adalah karena ditengah kepedihannya :

                                                DIA BERDOA, dia berdoa, dia berDOA!

Menjadi pahit dan menyalahkan Tuhan adalah cara paling gampang tetapi bukan cara Hana. Karena itu dia memperoleh Samuel. Akankah kita menukarkan Samuel kita (janji Tuhan) dan menjadi orang yang paling pahit kepada Tuhan ?

Hati yang pedih membuat banyak orang lari ke Tuhan, tetapi banyak orang lainnya lari dari Tuhan, dan berakhir dengan tidak mendapat apa-apa. Maz 34:18 berkata : Tuhan dekat dengan orang yang patah hati dan Tuhan menyelamatkan mereka yang remuk jiwanya. Biarlah kita remuk jiwa dihadapan Tuhan seperti Hana, supaya kita mendapatkan janjiNya. Anak rohani, TA, Pergumulan financial mempunyai potensi menghancurkan kita.

Tetapi kalau jiwa kita hancur dihadapan Tuhan, maka kita tidak akan hancur karena masalah.

Kalau jiwa kita tidak hancur dalam seruan dan doa kepada Tuhan, maka kita akan hancur karena masalah 

 

Ketika kita hancur hati, Tuhan bisa memproses kita. Seperti tanah liat ditangan Penjunan, dia membentuk kita menjadi lebih indah. Yang harus kita pahami juga seringkali ada bagian-bagian yang tidak beres dalam hidup kita, yang Tuhan mau bentuk. Tapi kita terlalu keras kepala dan keras hati untuk berubah. Maka masalah datang untuk menghancurkan hati kita. Jangan menyerah dalam pembentukan Tuhan, supaya engkau mendapatkan Samuelmu, janji Tuhan !

Kadang-kadang itu satu doa lagi seperti Hana, kadang-kadang satu kunjungan lagi, kadang-kadang satu tindakan iman lagi dan Samuel pun datang. Apakah kita akan melepaskan janji Tuhan dan menyerah seperti org kalah ? (Padahal mungkin sekali jawaban doa sudah didepan mata ? ) Tidak ! Kita lebih dari Pemenang dalam Kristus Yesus yang mengasihi kita (Roma 8:37)

552531_499639976719854_1743952358_n

 GBU.

Oleh: Parlin Sianipar, Sion Ministry’s Pastor

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s