Died So Serious


Died So Serious ? Sungguh judul yang aneh. Perasaan ga ada orang mau mati tapi masih ketawa. Kalau masih ketawa, berarti ga mati,

Benar sekali, jenius. Mati memang perkara serius. Lihat saja semua orang mati, begitu serius dalam kematiannya. Tapi bukan hanya kematian sebenarnya. Seluruh kehidupan manusia adalah perkara serius: sakit penyakit itu serius, bokek alias bangkrut itu serius, dapat nilai E di satu mata kuliah tertentu juga serius termasuk tidak mendapatkan TH setelah usia 30 tahun (seperti saya dulu) juga adalah perkara yang sangat-sangat-sangat serius.

Jika seluruh kehidupan kita dan kematian kita adalah perkara serius, lantas kenapa milyaran manusia cenderung memperlakukan hidup seperti suatu candaan ? Maksud loe ? Lihat saja bagaimana banyak orang hidup tanpa tujuan kekal, disia-siakan untuk memperoleh semua yang sifatnya sementara, bersusah payah menumpuk banyak hal yang pada akhirnya akan dinikmati orang lain. Atau misalnya kisah seorang anak rantauan, yang ketika pulang kembali ke kampung halaman di masa liburan untuk memberitakan kabar keselamatan kepada keluarganya. Dan ayahnya berkata :”butet, kenapa serius kali kau yang ikut Tuhan itu ? lama-lama bisa jadi nabi kau: nabirong.”

Serius kali ikut Tuhan ? Emang ada ya ikut Tuhan tapi becanda. Ikut Tuhan tapi ga serius. Cuma ecek-ecek kata orang Medan.

Well kalau melihat sepanjang sejarah alkitab, ternyata kecenderungan manusia sering kali untuk tidak menerima Tuhan seperti apa yang Dia katakan mengenai diriNya. Atau dalam bahasa kurang seriusnya adalah, kita manusia sering sekali menganggap Dia bercanda. Lihat saja Sarah dalam kejadian yang dia anggap lucu ini :

Gen18:12  Jadi tertawalah Sara dalam hatinya, katanya: “Akan berahikah aku, setelah aku sudah layu, sedangkan tuanku sudah tua?”

Gen18:13  Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Abraham: “Mengapakah Sara tertawa dan berkata: Sungguhkah aku akan melahirkan anak, sedangkan aku telah tua?

Gen18:14  Adakah sesuatu apapun yang mustahil untuk TUHAN? Pada waktu yang telah ditetapkan itu, tahun depan, Aku akan kembali mendapatkan engkau, pada waktu itulah Sara mempunyai seorang anak laki-laki.”

Gen18:15  Lalu Sara menyangkal, katanya:”Aku tidak tertawa,” sebab ia takut; tetapi TUHAN berfirman:”Tidak, memang engkau tertawa!”

 

Sara menganggap janji Tuhan sebagai sesuatu yang tidak serius. Dan Tuhan menjawab:”adakah sesuatu yang mustahil untuk Tuhan ?“ Atau seperti di kisah lain dalam Markus 5:39-42, dimana Yesus membangkitkan anak Yairus yang telah mati. Yesus berkata :”anak ini tidak mati”, dan seketika itu orang-orang yang semula menangis menjadi tertawa. Heran sekali, apakah semua orang menganggap tidak serius perkataan Tuhan ? Hei, ini bukan kabar gembira (kulit manggis kini ada ekstraknya). Ini kabar BAIK, jadi seriuslah sedikit!

Mengapa tidak Serius ?

Saya temukan banyak orang tidak serius dalam menanggapi Alkitab, dalam menanggapi panggilan Tuhan bagi yang terhilang, dan dalam menanggapi panggilan mulianya atas generasi ini, dikarenakan ketidak percayaan.

Ketidak percayaan membuat Sara tertawa. Dia berkata “akan berahikah aku ?” Alih-alih memandang pekerjaan Kristus yang telah selesai diatas salib, seperti Sara, mereka yang tidak percaya akan memandang kepada kemampuan dan kekuatan dirinya sendiri. Semua hal didunia ini adalah mengenai aku, diriku dan mauku. Dari pengejaran kenikmatan sementara satu kepada kenikmatan sementara yang lain. Kehidupan kekal tidak pernah dianggap sesuatu yang serius dan membutuhkan pemikiran yang mendalam, dosa dianggap suatu kesenangan yang tidak serius dan tidak akan merusak hidup siapapun. Keselamatan dianggap tidak terlalu dibutuhkan, paling tidak keselamatan tidak diperlukan untuk hari ini. Intinya, bahwa semua kebenaran dalam Alkitab itu tidak perlu dianggap serius. Kalau kita serius dan betul-betul serius dengan apa yang Alkitab katakan, kesan yang kita dapat dari beberapa orang, bahwa kita mungkin sedang terjangkit penyakit yang mematikan,atau sudah berubah jadi orang gila.

Teman dan keluarga, ayah ibu sekalipun,yang belum menemukan iman dalam Yesus Kristus, dan belum pernah mengalami mujizat kelahiran kembali, pastinya akan menganggap perkataan Kristus sebagai suatu yang tidak serius. Saat dia melihat anaknya dengan tekun mengikuti Kristus, dia melihat hal itu sebagai berlebihan. “Itu terlalu serius.” Mereka tidak paham akan pengalaman sejati dengan Kristus ini, karena mereka belum mengalaminya. Mereka masih merupakan kumpulan orang-orang terkutuk, penduduk neraka yang sekarang ini duduk dalam lembah bayang-bayang maut.

Anda berpikir perkataan saya terlalu berlebihan? apakah saya terlalu serius ? Tapi itulah kebenarannya,dan itulah sebabnya mengapa kita perlu memberitakan Injil kepada mereka. Neraka adalah kenyataan yang sangat serius yang disingkapkan oleh Alkitab. Suka, tidak suka, neraka itu ada. Karena itu logika yang runut adalah, apabila kita tidak memberitakan kabar baik kepada keluarga kita, maka kita adalah orang-orang yang kejam. Yang begitu tega membiarkan keluarga kita dibakar dalam api selama-lamanya.

Tetapi ketika mereka menerima Injil, hal yang dulunya terlalu serius bagi mereka, bahkan menjadi sesuatu yang perlu ditingkatkan. Kenapa ? Karena realitas mereka telah terbakar penuh didalam iman kepada Anak Allah. Bahwa Yesus HIDUP, dan Dia adalah Emmanuel! Mendadak mereka yang mengalami kelahiran baru melihat semua perkataan Yesus adalah perkataan yang benar-benar serius ditujukan bagi mereka. Ketika Yesus katakan ,pergilah kepada segala bangsa, maka orang-orang ini akan pergi. Ketika Injil berkata, berilah maka akan diberi, maka mereka akan memberi dengan begitusukacita. Semua itu nampak begitu ekstrem bagi dunia, tapi nampak begitu normal dimata Allah.

 

Jadi apakah kita perlu menanggapi Tuhan dengan serius ?

 

Oleh: Parlin Sianipar, Sion Ministry’s Pastor

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s