In The Lowest of The Lowest


Perjalanan menuju destinasi bersama Tuhan sebagai partner kita, seringkali tidak mudah. Tuhan pun tidak memberitahu secara spesifik apa yang Dia akan kerjakan. Bagi Abraham, Ishak, Yakub, Daud, Yusuf; perjalanan mereka pun tidak mudah.

Mereka tidak sempurna, bahkan mereka melakukan kesalahan dan dosa yang fatal. Daud berzinah dengan Batsyeba, istri Uria. Untuk menutupinya, dia membunuh Uria. Yusuf menyombongkan mimpinya kepada kakak-kakaknya. Abraham berbohong kepada Abimelekh dan Firaun. Semua tokoh-tokoh di Alkitab ini mempunyai kekurangan-kekurangan dalam karakter mereka. Tetapi Tuhan tidak pernah menyerah terhadap mereka.

Tuhan tertarik pada pembentukan karakter kita

Tuhan tidak tertarik pada apa yang kita lalui, seberapa berat penderitaan dan cobaan yang kita alami. Yang Tuhan pentingkan adalah karakter ilahi yang akan keluar dari kita sebagai hasil dari proses tersebut. Segala perjalanan, kesulitan, kemalangan yang dilalui oleh Daud menghasilkan seorang Raja Daud yang layak dimiliki Israel sebagai pemimpin mereka. Perjalanan yang sulit yang dilalui Yusuf menghasilkan seorang perdana menteri Yusuf yang bijaksana, pandai dan yang menyelamatkan Israel dari kelaparan.

Segala proses yang mereka lalui menciptakan seorang manusia yang baru di dalam Tuhan. Dibutuhkan waktu tiga belas tahun sebelum Yusuf duduk di takhta kekuasaan sebagai perdana menteri di samping Firaun. Dibutuhkan waktu selama itu untuk hikmat dan karisma dibangun dan dikembangkan di dalam diri Yusuf sehingga ia layak untuk posisi tersebut.
Yusuf mengalami titik terendah, yaitu masa tergelap, tersulit dan terburuk dalam hidupnya yaitu ketika ia berada dalam penjara. Kita pun akan mengalami saat-saat tergelap dalam kehidupan kita. Pada saat itu, menyerah bukanlah suatu pilihan. Camkan hal ini!

Keluar dari pertandingan Tuhan bukanlah suatu pilihan. Tidak ada pemenang bila seseorang memutuskan keluar dari pertandingan. Pemenang bertahan sampai akhirnya.

Saat berada di titik terendah, ingat hal-hal ini

Dalam perjalanan yang sulit, menghadapai tantangan dan pencobaan, selalu ingat bahwa:

1. Champions are never chosen from the unscarred of the unwounded. Pemenang atau pahlawan tidak pernah terpilih dari kelompok orang-orang yang tidak pernah terluka.

Seorang pahlawan atau pemenang dikenal dari bekas-bekas lukanya. Bekas-bekas luka adalah tanda-tanda perjuangan kita. Suatu hari tanda-tanda luka tersebut akan menjadi kebanggaan yang menceritakan keberhasilan Anda melalui tantangan-tantangan dalam hidup Anda. Seberapa dahsyatnya seseorang sebagai seorang petarung dapat dilihat dari banyaknya bekas luka yang dimilikinya.

Yesus memiliki bekas-bekas luka akibat penganiayaan sebelum dan pada saat Dia disalibkan (Zakharia 12:10). Rasul Paulus meninggal dengan punggung penuh luka akibat cambukan sebanyak lima kali 39. Yusuf meninggal di usia 110 tahun dengan bekas-bekas luka di leher dan kakinya akibat rantai besi yang dipasang sewaktu dia menjadi budak dan di penjara.

Masalah dan tantangan bukanlah hal yang negatif karena:
• Masalah tidak berarti bahwa Tuhan meninggalkan kita, tidak menyertai kita, atau tidak mencintai kita.
• Masalah membuktikan bahwa kita adalah bagian dari umat manusia.
• Masalah menggembleng kita menjadi lebih kuat. Kekuatan dan ketahanan kita dilatih dalam menghadapi kesukaran.
• Masalah akan membuat roh kita berapi-api.
• Masalah memaksa kita berseru kepada Tuhan (Yeremia 33:3).

Sisi indah dari suatu masalah, yaitu bahwa di tengah masalah selalu terdapat peluang. Jika Anda merasa Tuhan meninggalkan Anda, ketahuilah bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan atau membiarkan Anda sendiri. Diamlah di hadapan Tuhan dan dengar suara-Nya (Yesaya 49:14-15).

2. God is taking your adversity and turning it into your advantage. Tuhan akan mengambil kemelut dan kesukaran dalam hidup Anda dan mengubahnya menjadi keuntungan bagi Anda.

Yusuf mengalami banyak kesulitan dan ketidakadilan dalam hidupnya. Tetapi dia senantiasa setia dan tabah melakukan apa yang Tuhan kehendaki. Sementara Yusuf di penjara, Tuhan sedang bekerja dengan orang-orang fasik demi kebaikan Yusuf: takhta perdana menteri sedang dipersiapkan untuknya. Jadi ingatlah bahwa saat Anda berada dalam situasi penjara dalam hidup Anda, pemberhentian Anda yang berikutnya adalah istana raja. Tetapi kita butuh tangan Tuhan untuk sampai ke sana.

3. My adversity will lead me to my achievement. Kemelut dalam hidup Anda akan membawa Anda kepada pencapaian dan keberhasilan Anda.

Segala kesulitan dan tantangan dalam hidup Anda akan membawa Anda menuju kemenangan jika Anda meresponinya dengan benar. Tempat yang tadinya mengancam Yusuf menjadi tempat yang membuat dirinya sukses, yang kemudian membawanya ke hadapan Firaun di istana. Jika di tempat kesukaran kita bisa tabah bertekun dengan Tuhan dan bertahan sampai akhirnya, maka kita akan keluar menjadi pemimpin yang luar biasa.

Tidak ada kesuksesan tanpa perjuangan

Fakta bahwa Anda masih berjuang dan bertekad untuk berusaha, membuktikan bahwa Anda belum kalah. Sebagaimana setiap benih yang ditabur di tanah harus bergumul dan mendorong tanah untuk menemukan jalan keluar agar bisa mendapat cahaya matahari dan udara; benih inipun bertahan menghadapi cuaca buruk sebelum dapat bertumbuh menjadi pohon yang besar.

Masalah menyadarkan kita bahwa kita membutuhkan Tuhan. Untuk setiap masalah yang tidak dapat kita atasi dengan kekuatan kita sendiri, kita membutuhkan kekuatan dan kuasa yang lebih besar yang datang langsung dari Tuhan. Kabar baiknya adalah kuasa tersebut tidak disimpan di sorga; kuasa tersebut adalah milik kita asal kita memintanya. …Kamu tidak memperoleh apa-apa, karena kamu tidak berdoa. –Yakobus 4:2

Doa adalah suatu kebutuhan, bukan keharusan

Berdoa adalah bersekutu dengan Tuhan. Ini adalah kebutuhan kita sebagai orang percaya. Doa bukan karena kita mengikuti program atau mentaati peraturan. ”Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia.” – Lukas 21:36.

…dan umat-Ku, yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka.

– 2 Tawarikh 7:14.
Doa adalah kunci yang paling tepat di tengah-tengah tekanan, ujian, pencobaan. Saat kita berdoa, kita sebenarnya sedang mempersiapkan diri kita untuk melakukan kehendak Allah. Doa bukan membuat Tuhan bekerja untuk kita, tetapi sebaliknya. Doa mempersiapkan diri kita untuk mentaati firman Tuhan.

Salah satu pendoa syafaat terbesar berkata: “Anda lebih berkuasa saat tersungkur di lutut Anda daripada saat berada di puncak gunung, karena saat Anda berlutut menyembah di hadapan-Nya, Tuhan akan menunjukkan kepada Anda apa yang akan terjadi”.

Supaya doa Anda efektif, maka di tengah kesulitan ada tiga hal yang harus Anda perangi yaitu: kekuatiran, ketidakpercayaan dan keengganan untuk berdoa.

Di tengah perjalanan yang penuh dengan tantangan dan pencobaan, Tuhan sedang mentransformasi hidup kita. Tuhan sedang mengubah dan membentuk kembali hidup kita. Hidup yang tampaknya rusak dan kacau, dibentuk-Nya kembali. Asal kita tidak berontak, asal kita mengambil sikap yang benar di tengah kesulitan dan kegelapan, maka Tuhan bisa bekerja dengan leluasa menghasilkan karakter Kristus di dalam kita. Dan di tengah perjalanan tersebut, kemakmuran yang tidak terbatas sedang menanti kita. Tuhan telah lakukan kepada Yusuf, Tuhan pun akan melakukan yang sama terhadap kita.

By : PS. Indri Gautama
Sumber: http://jawaban.com/news//spiritual/detail.php?id_news=110416214223

Advertisements

Kesuksesan Anda Hanya Sejauh Sikap


Banyak orang bertanya-tanya, apakah kunci keberhasilan dalam hidup ini. Apakah pendidikan? Harta warisan? Latar belakang? Bagaimana dengan apa yang dikatakan orang mengenai diri Anda?

Anda dapat menemukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan mendasar di atas dengan mengerti kebenaran firman Tuhan. Apabila Anda menerima firman-Nya sebagai suatu kebenaran hidup yang mutlak, Anda akan menemukan bahwa keberhasilan Anda hanya ditentukan oleh satu faktor saja yaitu sikap.

Sikap Anda menentukan apakah Anda keluar sebagai pemenang atau pecundang. Sikap yang benar akan membawa Anda pada hasil yang memuaskan. Sikap yang salah akan membawa Anda pada kegagalan.

John Maxwell, salah satu pembicara terkemuka mengenai kepemimpinan mengatakan, “Your attitude is more important than your facts”. Sikap Anda lebih penting daripada fakta keadaan Anda saat ini. Sikap Anda lebih penting daripada masa lampau Anda. Sikap Anda juga lebih penting daripada uang, atau pendidikan, atau apa kata orang mengenai Anda. Bahkan sikap Anda lebih penting daripada perbuatan Anda sekarang atau kegagalan Anda. Sikap Anda dapat mengubah fakta kehidupan Anda sekarang.

Sikap yang benar adalah kemampuan Anda untuk memberikan respon yang benar dalam situasi apapun, baik itu situasi bagus maupun buruk. Bukan hanya memberi respon baik pada waktu suasana baik.

Dalam 2 Raja-Raja 5 kita melihat bahwa kemenangan seseorang atas tantangan yang dia hadapi tidak tergantung pada harta dan jabatan.

2 Raja-Raja 5:1-3 Naaman, panglima raja Aram, adalah seorang terpandang di hadapan tuannya dan sangat disayangi, sebab oleh dia TUHAN telah memberikan kemenangan kepada orang Aram. Tetapi orang itu, seorang pahlawan tentara, sakit kusta. Orang Aram pernah keluar bergerombolan dan membawa tertawan seorang anak perempuan dari negeri Israel. Ia menjadi pelayan pada isteri Naaman. Berkatalah gadis itu kepada nyonyanya: “Sekiranya tuanku menghadap nabi yang di Samaria itu, maka tentulah nabi itu akan menyembuhkan dia dari penyakitnya.”

Naaman adalah jenderal perang, tangan kanan dan orang kepercayaannya raja Aram. Kekayaan dan jabatannya hanya tertandingi oleh raja Aram. Pada saat itu, tantangan yang dia hadapi adalah bagaimana sembuh dari penyakit kustanya.

Singkat cerita sampailah Naaman di depan pintu rumah Elisa, sang nabi yang beliau dengar bisa menyembuhkan penyakitnya. Namun Naaman tersinggung dengan cara Elisa menyampaikan solusinya.

2 Raja-Raja 5:10 Elisa menyuruh seorang suruhan kepadanya mengatakan: “Pergilah mandi tujuh kali dalam sungai Yordan, maka tubuhmu akan pulih kembali, sehingga engkau menjadi tahir.”

Sikap sombong Naaman terungkap sewaktu dia tidak mendapatkan kehormatan sebagaimana layaknya seorang jenderal. Dia tidak dapat mengontrol emosinya untuk beberapa saat. Ini terlihat dari responnya.

2 Raja-Raja 5:11-12 Tetapi pergilah Naaman dengan gusar sambil berkata: “Aku sangka bahwa setidak-tidaknya ia datang ke luar dan berdiri memanggil nama TUHAN, Allahnya, lalu menggerak-gerakkan tangannya di atas tempat penyakit itu dan dengan demikian menyembuhkan penyakit kustaku! Bukankah Abana dan Parpar, sungai-sungai Damsyik, lebih baik dari segala sungai di Israel? Bukankah aku dapat mandi di sana dan menjadi tahir.”

Pegawai-pegawainya membujuk dia. Untung Naaman melakukan apa yang dikatakan nabi Elisa. Kalau waktu itu jenderal Naaman bertahan dengan sikap buruknya, beliau pasti tidak akan sembuh dari penyakit kusta. Hampir saja Naaman kehilangan mujizat karena sikap buruknya.

2 Raja-Raja 5:13-14 Tetapi pegawai-pegawainya datang mendekat serta berkata kepadanya: “Bapak seandainya nabi itu menyuruh perkara yang sukar kepadamu, bukankah bapak akan melakukannya? Apalagi sekarang, ia hanya berkata kepadamu: Mandilah dan engkau akan menjadi tahir.” Maka turunlah ia membenamkan dirinya tujuh kali dalam sungai Yordan, sesuai dengan perkataan abdi Allah itu. Lalu pulihlah tubuhnya kembali seperti tubuh seorang anak dan ia menjadi tahir.”

Banyak orang Kristen gagal dalam kehidupan karena tidak tahu bagaimana memberi respon yang benar dalam situasi sulit yang dihadapi. Anda dapat menghindari kesalahan yang sama asal Anda sadar bahwa your success is one attitude away – kesuksesan Anda hanya sejauh sikap!

By: Ps. Indri Gautama

sumber: http://jawaban.com/news//spiritual/detail.php?id_news=080605115616

Dipimpin oleh Roh Kudus


 

Pada saat penciptaan, Allah berkata, “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita” (Kejadian 1:26)

Kita di sini berarti jamak. Allah berkata tentang diri-Nya dalam bentuk jamak karena Ia adalah Allah Tritunggal: Bapa, Anak dan Roh Kudus. Jika Allah, yang adalah Tritunggal menciptakan manusia menurut gambar-Nya, maka apa yang diharapkan dari manusia? Sebuah trinitas tentu saja! Di dalam 1 Tesalonika 5:23 Paulus menulis, “Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna …”

Ayat ini  menjelaskan manusia  adalah makhluk Tritunggal yang terdiri dari roh, jiwa, dan tubuh. Selain panca indera jasmaniah, kita juga memiliki pancaindera rohani. Dalam perjalanan kita dengan TUHAN, manusia rohani kita akan bertumbuh dari  bayi rohani menjadi dewasa. Semakin dewasa manusia rohani kita, semakin kita dapat membedakan antara yang baik dengan yang jahat karena pancaindera kita menjadi terlatih. (Ibrani 5:13-14)

Diciptakan Menurut Gambar dan Rupa Allah

Yohanes 4:24 mengatakan kepada kita bahwa Allah adalah Roh. TUHAN menciptakan manusia dengan menghembuskan nafas-Nya, yang adalah Roh Allah ke dalam diri kita. “…ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan  menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup. –Kej 2:7.

Allah adalah Roh tetapi Ia juga memiliki jiwa (pikiran, keinginan, dan emosi). Allah juga memiliki tubuh. Alkitab menunjukkan bahwa Allah bukanlah seperti uap yang halus dan ringan. Alkitab menunjukkan bahwa Ia memiliki mata, telinga, mulut, dan wajah yang tidak dapat dilhat oleh seorangpun. Dalam 1 Raja-Raja 8:42 kita membaca  bahwa Allah memiliki tangan yang berkuasa dan lengan yang terulur. Kitab Keluaran menceritakan bahwa Alllah menulis Hukum Taurat di atas dua loh batu dengan jari-jariNya. Dalam 1 Raja-Raja 33:23 dikatakan bahwa Ia memiliki tangan, punggung dan wajah.

Kebebasan untuk Memilih

Perbedaan utama antara manusia dengan makhluk lainnya adalah manusia mempunyai akal dan kehendak. Tumbuhan meresponi musim dan hewan bertindak berdasarkan insting, tetapi manusia tidak dibatasi oleh kedua hal itu. Manusia dapat memakai akal budinya untuk membuat pertimbangan dan memilih bagaimana ia akan bertindak.

Kebebasan untuk ”memilih”  sesungguhnya adalah satu-satunya kebebasan sejati yang kita miliki. Sangat penting bagi kita untuk memakai kehendak kita dengan benar selama kita hidup di bumi. ”We become captives of our own choices”, kita menjadi tawanan dari pilihan-pilihan yang kita buat sendiri. Kita sendiri yang harus menanggung konsekuensi daripada pilihan kita. Oleh karena itu, kita memerlukan hikmat dan banyak nasehat agar tidak salah membuat pilihan.

Oleh sebab itu sebagai mitra kerja TUHAN di bumi, yang mempunyai kehendak bebas, kita dapat memilih untuk melayani TUHAN karena ingin menyenangkan Dia atau  karena suatu keharusan. Kita sendiri yang menentukan kesuksesan kita dengan pilihan-pilihan yang kita buat. Bahkan saat kita tidak membuat pilihan apapun, sebenarnya kita sudah memilih untuk tidak memakai kehendak kita.

Roh Kudus selalu menggerakkan kita menuju Destinasi

Kunci sukses adalah memiliki hubungan yang intim dengan Roh Kudus. Selama Anda fokus pada diri sendiri, Anda tidak akan bisa fokus kepada TUHAN. Ketakutan, minder, stres sebenarnya dikarenakan kita terlalu fokus pada diri sendiri, akibatnya kita tidak bisa mendengar suara TUHAN. Selama Musa fokus kepada TUHAN, mukanya penuh dengan kemuliaan Allah. Selama Petrus fokus ke Yesus, dia berjalan di atas air dan tidak tenggelam. Inti dari mengikuti Yesus: adalah sangkal diri, pikul salib berarti berjalan dipimpin Roh.

Karena kepada kita Allah telah menyatakannya oleh Roh, sebab Roh menyelidiki segala sesuatu, bahkan hal-hal yang tersembunyi dalam diri Allah.

– 1 Korintus 2:10

Kita tidak menerima roh dunia, tetapi roh yang berasal dari Allah, supaya kita tahu, apa yang dikaruniakan Allah kepada kita. Dan karena kami menafsirkan hal-hal rohani kepada mereka yang mempunyai Roh, kami berkata-kata tentang karunia-karunia Allah dengan perkataan yang bukan diajarkan kepada kami oleh hikmat manusia, tetapi oleh Roh.

– 1 Korintus 2:12-13

Tetapi manusia duniawi tidak menerima apa yang berasal dari Roh Allah, karena hal itu baginya adalah suatu kebodohan; dan ia tidak dapat memahaminya, sebab hal itu hanya dapat dinilai secara rohani. Tetapi manusia rohani menilai segala sesuatu, tetapi ia sendiri tidak dinilai oleh orang lain.

– 1 Korintus 2:14-15

Manusia duniawi kita tidak memahami hal-hal yang hanya dapat dipahami oleh manusia rohani kita. Adalah pilihan kita sendiri untuk mendengar manusia duniawi atau manusia rohani kita. Jika Anda memberi diri Anda dipimpin oleh Roh, maka ini  akan membawa kegerakan dan bukan revolusi. Roh Kudus selalu menggerakkan kita menuju destinasi.

Bagaimana Anda tahu bahwa pancaindera rohani Anda terasah dan Anda sedang mentaati suara TUHAN?

Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.  –Yohanes 16:13

Roh Kudus adalah Roh Kebenaran; Dia akan selalu memimpin kita ke dalam seluruh kebenaran. Roh Kudus akan memimpin kita sehingga langkah kita sesuai dengan Firman. Dan Roh Kudus akan bersaksi di dalam roh kita; wasitnya adalah  damai sejahtera di hati kita. Selagi kita bertumbuh dari kemuliaan ke kemuliaan, dari iman ke iman, pancaindera rohani kita semakin terasah dan kita semakin sensitif terhadap suara-Nya.

Visi TUHAN selalu lebih besar dari Kapasitas Kita

Tetapi seperti ada tertulis: “Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.

– 1 Korintus 2:9

Apa yang TUHAN sediakan bagi kita sangat besar dan luar biasa dan tidak dapat ditangkap oleh pancaindera jasmaniah kita. Oleh karena itu kunci  untuk   mencapai destinasi adalah kita harus fokus pada manusia rohani kita bukan pada rasio, insting, maupun perasaan kita.  Seperti yang dikatakan oleh Maria, ibu Yesus kepada pelayan-pelayan ketika anggur di pesta perkawinan di Kana habis: ”Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu!” (Yohanes 2:5).

Hiduplah  dipimpin oleh Roh, karena hanya Roh TUHAN yang dapat memimpin  kita masuk ke dalam destinasi TUHAN.  Dengan TUHAN, batasan kita tidak lagi langit –seperti  yang dunia katakan– tetapi batasan kita adalah kasih karunia TUHAN. Kekuatan kasih karunia TUHAN menentukan level kesuksesan kita.

No longer is the sky is the limit; with God, His grace is our limit

By : Ps. Indri Gautama

sumber : http://jawaban.com/news//spiritual/detail.php?id_news=101201175224

Hidup Dalam Kekudusan


 By : Ps. Indri Gautama
 
1 Petrus 1:13-16
Sebab itu siapkanlah akal budimu, waspadalah dan letakkanlah pengharapanmu seluruhnya atas kasih karunia yang dianugerahkan kepadamu pada waktu penyataan Yesus Kristus. Hiduplah sebagai anak-anak yang taat dan jangan turuti hawa nafsu yang menguasai kamu pada waktu kebodohanmu, tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu, sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus.

Salah satu definisi kekudusan adalah berada dalam keadaan murni. Dalam bahasa Ibrani, kudus adalah “kadosh” artinya naik lebih tinggi. Dalam bahasa Inggris, definisi kudus adalah “cut above” artinya di atas rata-rata. Tuhan memanggil kita untuk naik ke standar-Nya, untuk hidup sebagaimana Dia hidup dan berpikir sebagaimana Dia berpikir. Inilah panggilan Tuhan bagi gereja-Nya: “Kuduslah kamu, sebab Aku kudus”.

Orang yang sombong berpikir bahwa ia dapat mencapai kekudusan dengan mengandalkan kekuatannya untuk mentaati berbagai peraturan. Sebaliknya, orang yang rendah hati tahu bahwa ia tidak dapat mencapainya. Ia bergantung pada anugerah dan kekuatan Allah; dan Allah memberikan anugerah kepada orang yang rendah hati. Kekudusan adalah pekerjaan anugerah Allah, bukan hasil kekuatan daging. Sebab tanpa kasih karunia Tuhan, tidak ada orang yang mampu hidup dalam kekudusan. Namun demikian, seringkali kita berpikir, apakah mungkin hidup kudus?

Roma 12:1
“Karena itu, saudara-saudara demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah; itu adalah ibadahmu yang sejati.”

Dalam alkitab versi NKJ, “ibadahmu yang sejati” dikatakan sebagai ”your reasonable service”. Reasonable artinya dapat dijangkau, berada dalam jangkauan kemampuan.  Dengan kata lain, hidup dalam kekudusan adalah  kehidupan yang dapat dijangkau dan  merupakan kehidupan Kristen rata-rata, bukan sesuatu yang mustahil. Nah, bagaimana kita dapat hidup dalam kekudusan?

1. Hidup Dalam Takut Dan Hormat Akan Tuhan

Ibrani 12:28
Jadi, karena kita menerima kerajaan yang tidak tergoncangkan, marilah kita mengucap syukur dan beribadah kepada Allah menurut cara yang berkenan kepada-Nya, dengan hormat dan takut.

2. Belajar Firman Tuhan

Belajar firman Tuhan sebab Firman adalah ilham Allah.

2 Timotius 3:16
Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.

Dalam bahasa Gerika, ilham adalah “Teos neuma” artinya nafas Allah.

3. Memperbarui Pikiran Dengan Firman

Roma 12:2
Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaruan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

Dalam bahasa Inggrisnya “be transformed” artinya menyeberang dari dunia, naik ke tempat yang lebih tinggi. Sekalipun kita hidup di dunia, tetapi berjuang untuk bersikap sama seperti Tuhan.

4. Fokus Pada Karakter Tuhan Dan Bukan Pada Peraturan-Nya

Karena peraturan mematikan, tetapi karakter dan kasih karunia-Nya memampukan kita hidup kudus. Law gives you the picture of holiness, but grace gives you the power to live holy.

Ketika Tuhan memberi perintah, maka Dia juga akan memberikan kasih karunia-Nya agar kita mampu melakukan perintah-Nya. Kuduslah kamu, sebab Aku kudus.

sumber:

Dalam kasih-Nya,
Maria Magdalena Ministries
http://www.mmmindo.org
Copyright 2008

http://jawaban.com/news//spiritual/detail.php?id_news=080605104343

Apakah Anda diberkati oleh artikel di atas? Anda ingin mengalaminya? Ikuti doa di bawah ini :
Tuhan Yesus, aku menyadari bahwa aku seorang berdosa yang tidak bisa menyelamatkan diriku sendiri. Aku membutuhkan Engkau. Aku mengakui bahwa aku telah berdosa terhadap Engkau. Saat ini aku minta agar darah-Mu menghapuskan segala kesalahanku. Hari ini aku mengundang Engkau, Tuhan Yesus, mari masuk ke dalam hatiku. Aku menerima Engkau sebagai Tuhan dan Juru Selamat satu-satunya dalam hidupku. Aku percaya bahwa Engkau Yesus adalah Tuhan yang telah mati dan bangkit untuk menyelamatkan dan memulihkanku. Terima kasih Tuhan, di dalam nama Tuhan Yesus Kristus aku berdoa. Amin!

God is powerful, more than human can imagine ever..!


 

One thing I desire
One thing I seek
To gaze upon Your beauty
And Your Majesty

God of my salvation
Lifter of my head
Teach me how to live oh Lord
And Your righteousness

So I pray to You
So I pray to You

Lord, Your name
Is higher than the heavens
Lord, Your name
Is higher than all created things

Higher than hope
Higher than dreams
The name of the Lord

In the days of trouble
You cover me
In the secret place of refuge
Lord, I will sing

So I pray to You, I pray
So I pray to You

Lord, Your name
Is higher than the heavens
Lord, Your name
Is higher than all created things

Higher than hope
Higher than dreams
The name of the Lord

I will seek Your face
Call upon Your name, Jesus
All I want is You, Jesus, Jesus

I will seek Your face
Call upon Your name, Jesus
And all I want is You, Jesus, Jesus

I will seek Your face
Call upon Your name, Jesus
All I want is You, Jesus

Lord, Your name
Is higher than the heavens
Lord, Your name
Is higher than all created things

Higher than hope
Higher than dreams

Lord, Your name
Is higher than the heavens
Lord, Your name
Is higher than all created things

Higher than hope
Higher than dreams
The name of the Lord

 Isaiah 40:

40:12 Who hath measured the waters in the hollow of his hand, and meted out heaven with the span, and comprehended the dust of the earth in a measure, and weighed the mountains in scales, and the hills in a balance?
40:13 Who hath directed the Spirit of the LORD, or being his counsellor hath taught him?
40:14 With whom took he counsel, and who instructed him, and taught him in the path of judgment, and taught him knowledge, and shewed to him the way of understanding?
40:15 Behold, the nations are as a drop of a bucket, and are counted as the small dust of the balance: behold, he taketh up the isles as a very little thing.
40:16 And Lebanon is not sufficient to burn, nor the beasts thereof sufficient for a burnt offering.
40:17 All nations before him are as nothing; and they are counted to him less than nothing, and vanity.
40:18 To whom then will ye liken God? or what likeness will ye compare unto him?
40:19 The workman melteth a graven image, and the goldsmith spreadeth it over with gold, and casteth silver chains.
40:20 He that is so impoverished that he hath no oblation chooseth a tree that will not rot; he seeketh unto him a cunning workman to prepare a graven image, that shall not be moved.
40:21 Have ye not known? have ye not heard? hath it not been told you from the beginning? have ye not understood from the foundations of the earth?
40:22 It is he that sitteth upon the circle of the earth, and the inhabitants thereof are as grasshoppers; that stretcheth out the heavens as a curtain, and spreadeth them out as a tent to dwell in:
40:23 That bringeth the princes to nothing; he maketh the judges of the earth as vanity.
40:24 Yea, they shall not be planted; yea, they shall not be sown: yea, their stock shall not take root in the earth: and he shall also blow upon them, and they shall wither, and the whirlwind shall take them away as stubble.
40:25 To whom then will ye liken me, or shall I be equal? saith the Holy One.
40:26 Lift up your eyes on high, and behold who hath created these things, that bringeth out their host by number: he calleth them all by names by the greatness of his might, for that he is strong in power; not one faileth.
40:27 Why sayest thou, O Jacob, and speakest, O Israel, My way is hid from the LORD, and my judgment is passed over from my God?
40:28 Hast thou not known? hast thou not heard, that the everlasting God, the LORD, the Creator of the ends of the earth, fainteth not, neither is weary? there is no searching of his understanding.
40:29 He giveth power to the faint; and to them that have no might he increaseth strength.
40:30 Even the youths shall faint and be weary, and the young men shall utterly fall:
40:31 But they that wait upon the LORD shall renew their strength; they shall mount up with wings as eagles; they shall run, and not be weary; and they shall walk, and not faint.

 

 

Emergency Bible Numbers (Nomor-nomor panggilan darurat dalam Alkitab)


 

Anda mengalami suatu hal yang tidak menyenangkan dalam hidup ini???? Silahkan baca Alkitab dan percaya itu terjadi dalam hidupmu !!

Berikut nomor-nomor panggilan darurat dalam Alkitab yang bisa membantu hidup anda pulih :

 

10341536_670337339704923_7418383243996801182_n

 

 

 

The Mission – Steve Green


 

There’s a call going out
Across the land in every nation
A call to those who swear allegiance to the cross of Christ
A call to true humility, to live our life responsibly
To deepen our devotion to the cross at any price

Let us then be sober, moving only in the Spirit
As aliens and strangers in a hostile foreign land
The message we’re proclaiming is repentance and forgiveness
The offer of salvation to a dying race of man

Chorus:
To love the Lord our God
Is the heartbeat of our mission
The spring from which our service overflows
Across the street
Or around the world
The mission’s still the same
Proclaim and live the Truth
In Jesus’ name

As a candle is consumed by the passion of the flame
Spilling light unsparingly throughout a darkened room
Let us burn to know Him deeper
Then our service flaming bright
Will radiate his passions
And blaze with holy light

Matius 28: 18-20

Yesus mendekati mereka dan berkata: “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.

Yesaya 61

61:1 Roh Tuhan ALLAH ada padaku, oleh karena TUHAN telah mengurapi aku; Ia telah mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang sengsara, dan merawat orang-orang yang remuk hati, untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan kepada orang-orang yang terkurung kelepasan dari penjara,
61:2 untuk memberitakan tahun rahmat TUHAN dan hari pembalasan Allah kita, untuk menghibur semua orang berkabung,
61:3 untuk mengaruniakan kepada mereka perhiasan kepala ganti abu, minyak untuk pesta ganti kain kabung, nyanyian puji-pujian ganti semangat yang pudar, supaya orang menyebutkan mereka “pohon tarbantin kebenaran”, “tanaman TUHAN” untuk memperlihatkan keagungan-Nya.
61:4 Mereka akan membangun reruntuhan yang sudah berabad-abad, dan akan mendirikan kembali tempat-tempat yang sejak dahulu menjadi sunyi; mereka akan membaharui kota-kota yang runtuh, tempat-tempat yang telah turun-temurun menjadi sunyi.
61:5 Orang-orang luar akan melayani kamu sebagai gembala kambing dombamu, dan orang-orang asing akan bekerja bagimu sebagai petani dan tukang kebun anggurmu.
61:6 Tetapi kamu akan disebut imam TUHAN dan akan dinamai pelayan Allah kita. Kamu akan menikmati kekayaan bangsa-bangsa dan akan memegahkan diri dengan segala harta benda mereka.
61:7 Sebagai ganti bahwa kamu mendapat malu dua kali lipat, dan sebagai ganti noda dan ludah yang menjadi bagianmu, kamu akan mendapat warisan dua kali lipat di negerimu dan sukacita abadi akan menjadi kepunyaanmu.
61:8 Sebab Aku, TUHAN, mencintai hukum, dan membenci perampasan dan kecurangan; Aku akan memberi upahmu dengan tepat, dan akan mengikat perjanjian abadi dengan kamu.
61:9 Keturunanmu akan terkenal di antara bangsa-bangsa, dan anak cucumu di tengah-tengah suku-suku bangsa, sehingga semua orang yang melihat mereka akan mengakui, bahwa mereka adalah keturunan yang diberkati TUHAN.
61:10 Aku bersukaria di dalam TUHAN, jiwaku bersorak-sorai di dalam Allahku, sebab Ia mengenakan pakaian keselamatan kepadaku dan menyelubungi aku dengan jubah kebenaran, seperti pengantin laki-laki yang mengenakan perhiasan kepala dan seperti pengantin perempuan yang memakai perhiasannya.
61:11 Sebab seperti bumi memancarkan tumbuh-tumbuhan, dan seperti kebun menumbuhkan benih yang ditaburkan, demikianlah Tuhan ALLAH akan menumbuhkan kebenaran dan puji-pujian di depan semua bangsa-bangsa.

Belas kasihan Allah mengalir bagi setiap orang yang sudah diperbaharui di dalam Kristus. Kita diberkati dan diselamatkan karena Allah punya suatu tujuan Allah yang mulia, yaitu menjadi berkat dan menjadi pengasuh bagi mereka yang lemah lesu, hopeless, broken home,  mereka yang terhilang agar lewat kita yang diselamatkan mereka mengerti akan Kasih Allah yang besar bagi dunia ini. KasihNya yang terbesar adalah pengorbanan Kristus yaitu AnakNya yg tunggal yang Dia berikan untuk menyelamatkan setiap orang yang percaya kepadaNya. Inilah saatnya tahun Rahmat Tuhan untuk menceritakan kemuliaan dan kasihNya yang besar bagi dunia yang terhilang, inilah saatnya kita menuai jiwa. Siapkah engkau untuk menjadi bagian dalam tugas dan misi yang mulia ini??