1 Raja-Raja 19:1-18: You Are Not Alone…!


Pagi ini saya membaca dan merenungkan suatu cerita dalam Alkitab,  tentang Nabi Elia yang depresi. Setelah beberapa saat saya renungkan, hari ini saya mau menyampaikan kabar baik sekaligus kabar buruk berdasarkan Firman Tuhan hari ini …

I. Kabar Buruk 

Setiap kita – siapapun itu – punya potensi untuk mengalami dan merasakan apa yang dialami dan dirasakan oleh Elia waktu itu! Elia habis-habisan melakukan apa yang terbaik, yang benar .. tapi kenyataannya, hasilnya … diluar harapan dan perkiraan!

Elia berjuang untuk menyadarkan bangsa Irael dari perbuatan mereka yang salah: menyembah baal … dengan memerangi 450 nabi baal .. Akan tetapi ternyata justru hal itu membuat Izebel – ratu Israel pada waktu itu – marah luar biasa

Ayat 1-2

Ketika Ahab memberitahukan kepada Izebel segala yang dilakukan Elia dan perihal Elia membunuh semua nabi itu dengan pedang, maka Izebel menyuruh seorang suruhan mengatakan kepada Elia: “Beginilah kiranya para allah menghukum aku, bahkan lebih lagi dari pada itu, jika besok kira-kira pada waktu ini aku tidak membuat nyawamu sama seperti nyawa salah seorang dari mereka itu.”

Bukannya sadar, malah ngejar! Balas dendam!
Ini dia masalah yang dihadapi oleh Elia.Yang saya maksud dengan kabar buruknya adalah bagaimana cara Elia dalam menghadapi masalah yang terjadi waktu itu … hal itu pulalah yang sering kita pikirkan dan lakukan dalam menghadapi setiap permasalah-permasalahan yang terjadi dalam kehidupan kita.Cara Elia:

Elia lari dari masalah dan gak berani kembali

Ayat 3-4

Maka takutlah ia, lalu bangkit dan pergi menyelamatkan nyawanya; dan setelah sampai ke Bersyeba, yang termasuk wilayah Yehuda, ia meninggalkan bujangnya di sana. Tetapi ia sendiri masuk ke padang gurun sehari perjalanan jauhnya, lalu duduk di bawah sebuah pohon arar. Kemudian ia ingin mati, katanya: “Cukuplah itu! Sekarang, ya TUHAN, ambillah nyawaku, sebab aku ini tidak lebih baik dari pada nenek moyangku.”
Elia kehilangan semangat (bahkan untuk makan)

Ayat 5-7

Sesudah itu ia berbaring dan tidur di bawah pohon arar itu. Tetapi tiba-tiba seorang malaikat menyentuh dia serta berkata kepadanya: “Bangunlah, makanlah!” Ketika ia melihat sekitarnya, maka pada sebelah kepalanya ada roti bakar, dan sebuah kendi berisi air. Lalu ia makan dan minum, kemudian berbaring pula.
Elia merasa sendirian! Tidak ada jalan keluar, penolong!

Ayat 10-14
Jawabnya: “Aku bekerja segiat-giatnya bagi TUHAN, Allah semesta alam, karena orang Israel meninggalkan perjanjian-Mu, meruntuhkan mezbah-mezbah-Mu dan membunuh nabi-nabi-Mu dengan pedang; hanya aku seorang dirilah yang masih hidup dan mereka ingin mencabut nyawaku.” Lalu firman-Nya: “Keluarlah dan berdiri di atas gunung itu di hadapan TUHAN!” Maka TUHAN lalu! Angin besar dan kuat, yang membelah gunung-gunung dan memecahkan bukit-bukit batu, mendahului TUHAN. Tetapi tidak ada TUHAN dalam angin itu. Dan sesudah angin itu datanglah gempa. Tetapi tidak ada TUHAN dalam gempa itu.
Dan sesudah gempa itu datanglah api. Tetapi tidak ada TUHAN dalam api itu. Dan sesudah api itu datanglah bunyi angin sepoi-sepoi basa. Segera sesudah Elia mendengarnya, ia menyelubungi mukanya dengan jubahnya, lalu pergi ke luar dan berdiri di pintu gua itu. Maka datanglah suara kepadanya yang berbunyi: “Apakah kerjamu di sini, hai Elia?”

II. Kabar Baik

Kabar baiknya adalah Allah selalu siap sedia menolong siapa saja .. yang datang kepada-Nya!! Pertanyaan pentingnya sewaktu kiga berada dalam satu pergumulan adalah siapa yang kita datangi???

Elia datang kepada Allah (atau lebih tepatnya Allah yang datang untuk mencari dan menemukan Elia!) Dan ini menarik untuk kita lihat bersama bagaimana campur tangan Allah dalam membangkitkan kembali semanga Elia waktu itu.

Satu hal yang kadang tidak kita sadari ketika permasalahan datang menghampiri adalah kita menjadi tergesa-gesa dalam menyimpulkan segala sesuatu.
Misal:
– gagal ujian
– gagal masuk kerja
(hati-hati kesimpulan yang salah bisa berujung masalah semakin bermasalah)
Kesimpulan yang salah: “Aku ini memang orang yang selalu gagal!”
Padahal, kegagalan itu bukan orangnya, tapi peristiwanya – satu peristiwa di mana kita gagal! Besok? Kita gak tahu sama sekali!

Dalam pembacaan Alkitab kita hari ini, Elia juga terjebak dalam kesimpulan yang tidak tepat. Mari kita lihat …

Ayat 10, 14

Jawabnya: “Aku bekerja segiat-giatnya bagi TUHAN, Allah semesta alam, karena orang Israel meninggalkan perjanjian-Mu, meruntuhkan mezbah-mezbah-Mu dan membunuh nabi-nabi-Mu dengan pedang; hanya aku seorang dirilah yang masih hidup dan mereka ingin mencabut nyawaku.”

Kemudian perhatikan bagaimana Tuhan merespon jawaban Elia tadi …Ayat 15-16

Firman TUHAN kepadanya: “Pergilah, kembalilah ke jalanmu, melalui padang gurun ke Damsyik, dan setelah engkau sampai, engkau harus mengurapi Hazael menjadi raja atas Aram. uga Yehu, cucu Nimsi, haruslah kauurapi menjadi raja atas Israel, dan Elisa bin Safat, dari Abel-Mehola, harus kauurapi menjadi nabi menggantikan engkau.

Apa yang terjadi??
Elia merasa dia sendirian dalam menghadapi masalahnya itu! Akan tetapi satu hal yang Elia lupakan adalah fakta bahwa dia ternyata tidaklah sendirian! Ada orang-orang yang siap membantunya untuk menyelesaikan masalah itu … dan lebih dari semuanya adalah ada Tuhan yang siap untuk menolong dia!

Saya pernah mendengar cerita tentang 2 orang ibu yang pulang dari pasar sama-sama, di jalan satu ibu cerita tentang pergumulannya … Setelah mendengar cerita itu, ibu yang satu lagi lalu berkata: “Sabar ya bu … Tuhan pasti menolong ibu .. ” Mendengar hal itu ibu tadi langsung balikin: “Ibu gak tahu sih apa yang saya rasakan sekarang ini!!”

Diam sesaat .. ibu yang satu lagi itu mulai menceritakan tentang pergumulan dalam kehidupannya ..

Selesai ibu itu bercerita … si ibu yang ‘ngeyel’ tadi langsung berkata:

“Hah .. yang bener nih bu … masa sih ibu bergumul seberat itu?? Kok gak keliatan yah … ibu kelihatannya sukacita, ceria selalu … ternyata ibu memiliki beban yang berat seperti yang ibu cerita tadi …”

Apa yang membedakan dua orang ibu yang sedang sharing tadi???
“Perasaan bahwa dia melalui masalah itu tidak pernah sendirian”

Dalam hidup bergereja … kita akan sangat mungkin merasakan bahwa kita ini ternyata tidaklah pernah sendirian dalam menghadapi permasalan-permasalahan kita …

Misal: saya punya masalah “A”
Kemungkinan besar di jemaat kita ini juga ada jemaat yang pernah menghadapi masalah “A” dan mereka telah mengalahkan masalah “A” itu.

Itu artinya:
Saya bisa dikuatkan untuk tetap melanjutkan kehidupan saya dan percaya bahwa saya bisa juga mengalahkan masalah “A” itu .. ketika kita saling share bersama, saling menolong, menguatkan dan membangun iman kita di dalam persekutuan kita!

Itu baru orang lho … mereka bisa menguatkan kehidupan kita melalui kesaksian kehidupan mereka melampaui masalah yang pernah mereka hadapi waktu itu …

Bagaimana dengan Tuhan? Kalau orang aja bisa se-menguatkan itu dalam kehidupan kita,Apalagi Tuhan kita yang LUARBIASA….!!!??

2 responses to “1 Raja-Raja 19:1-18: You Are Not Alone…!

  1. Yg membuatku heran dalam kisah Elia dan Izebel adalah:
    –> Kenapa seorang Elia yang baru saja membunuh ratusan nabi palsu bisa takut dan gentar menghadapi seorang wanita??
    Dimana sebenarnya letak masalahnya ya???

    Well, terlepas dari pertanyaanku itu, ini bener2 renungan yg bagus…
    Nice post bro…🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s